Wanita Cuek Dan Pria Dingin

Wanita Cuek Dan Pria Dingin
EPISODE SPESIAL


__ADS_3

"Ayyyy! Ada air yang keluar." Teriak Bunga panik melihat air mengalir dari bagian intimnya dan rasa sakit yang teramat sakit dia rasakan.


Haikal yang mendengar teriakkan Bunga langsung berlari dan melihat air berbau tidak sedap mengalir dari sela paha Bunga, dengan cepat Haikal mengendong Bunga keluar kamar memberikan alarm peringatan membuat semua keamanan bersiaga, Rian langsung berlari saat melihat Haikal mengendong Bunga menyiapkan mobil dan dia langsung supirnya, Riani langsung menghubungi kiara yang sedang dirumah sakit untuk menyiapkan ruangan bersalin.


Didalam mobil Bunga hanya diam mencengkram jok mobil menahan sakit, wajah Haikal panik dan takut.


"Sayang, Teriak kalau memang sakit, jangan diam aku takut kalau kamu diam."


"Ini perjuangan seorang ibu ayy, demi anakku aku bisa bertahan." ucap Bunga tersenyum.


Tiba di rumah sakit Kia dan Akbar sudah menunggu bersama dokter kandungan, Bee dilarikan ke dalam kamar yang sudah siap, Haikal ikut masuk kedalam menemani persalinan Bunga.


Melihat Bunga yang mengerang dan menarik membuang nafas membuat hati Haikal sakit, dia meneteskan air matanya, mencium kening Bunga dan mengatakan kata maaf, Haikal tidak pernah bisa memaafkan dirinya yang pernah tidak mengakui anaknya, Dia membuang waktu 3bulan tidak bisa bicara dengan Bunga, 3bulan juga dia kehilangan kesempatan berbicara dengan anaknya, melihat Bunga yang berjuang melahirkan putrinya membuat Haikal sangat ketakutan.


Bunga kesal mendengarkan Haikal mengucapkan kata maaf dan menagis, dia saja tidak menangis, kenapa ayahnya yang menangis.


Suara tangisan bayi terdengar, Bunga dan Haikal tersenyum bahagia, Putri nya lahir dengan sempurna dan sangat mirip dengannya, sungguh kebahagiaan yang tiada nilainya bagi Haikal, impian memiliki keluarga sekarang terwujud, memiliki istri dan juga anak.


Bee sedang dibersihkan Haikal keluar dengan mengendong seorang bayi perempuan yang disambut oleh keluarga besar dengan penuh kebahagiaan, keluarga Chrispeter sekarang memiliki 2 orang putri. Reva Chrispeter putri dari Roy dan Dara. Putri dari Haikal dan Bunga yang bernama Bianka Chrispeter.


Baby Bianka sangat tenang bahkan hampir tidak mendengar tangisannya, saat lapar dia hanya memperlihatkan matanya yang bening mengandung airmata. Haikal dan Bunga sangat menikmati tumbuh kembang dari baby Bianka yang semakin hari mirip dengan Haikal.


Usia 1tahun baby Bi sudah bisa berbicara, dia sangat dingin terhadap semua orang hanya Bunda dan ayahnya yang bisa bebas menyentuhnya, bahkan babysister juga tidak bisa menyentuh nya sebelum disentuh baby Bi sudah menatap dengan tajam membuat banyak orang yang memilih berhenti bekerja sebagai babysister nya.


Bunga dan Haikal juga kehabisan cara membuat putri cantik mereka agar menjadi seperti princess yang manis, cantik, baik, ramah, penyayang. sayangnya baby Bi sudah seperti ratu yang jahat dan kejam.


Diusianya yang beranjak 2Tahun baby Bi sudah bisa memahami banyak hal, bahkan dia sudah bisa membaca gerak tubuh ayah dan bundanya jika sedang berlatih bertarung, memahami banyak materi, memahami kimia dan teknologi, Kecerdasan baby Bi belum diketahui oleh Haikal dan Bunga karena mereka tidak mengajarkan sesuatu yang membuat putri mereka tumbuh lebih cepat dari usianya.


Saat berusia 3tahun Bunga hamil kembali, membuat Haikal dan Bunga lebih fokus di kehamilan Bunga, baby Bi hanya didampingi oleh 2pengawal, Haikal memasukkan Bi disekolah biasa agar dia bisa bergaul dengan masyarakat biasa apalagi dikawasan Indonesia, sejak usia Bi satu tahun keluarga Chrispeter berpencar. Haikal memutuskan kembali ke Indonesia karena ingin hidup sederhana walaupun tetap dalam kemewahan dan penjagaan ketat.

__ADS_1


Disekolah Bianka risih dengan banyak anak-anak yang sangat berisik dan menganggu pendengarannya, Tiba-tiba ada seorang anak wanita menabrak Bi dan bajunya kotor karena terkena cake yang dipegang wanita itu, mata Bi langsung tajam menatap teman sekelasnya. Saat melihat mata Bi gadis kecil langsung menagis ketakutan, Bi mencengkram rahangnya dan melemparkannya kedepan sampai tersungkur dan terluka, Semua yang melihatnya langsung lari menangis melihat tatapan mata Bi.


Bi tanpa berdosa melangkah keluar santai menuju mobilnya. Disana dua pengawalnya sudah menunggu.


Keesokan harinya Haikal dipanggil ke sekolah bersama Bi.


"Maaf pak, tapi sepertinya Bianka harus kami keluarkan." Ucap guru Bi.


"Saya akui putri saya salah, tapi jika diizinkan beri kami kesempatan untuk menasehatinya dan meminta maaf kepada orang tua temannya, dan biarkan Bianka tetap sekolah, bagaimanapun juga Bi masih kecil." Pinta Haikal.


"Baiklah pak, kita akan melakukan pertemuan orangtua, karena temannya tidak mau sekolah lagi. Dia sangat ketakutan.


"Baik bu, terimakasih."


....


"Kita akan kembali ke Meksiko," ucap Haikal tegas.


"Kamu disana akan di didik dengan keras, karena sifat dan kemampuan kamu tidak bisa beradaptasi disini." Jelas Haikal.


"Bunga bersiaplah kita kembali ke Meksiko," ucap Haikal tegas tidak ingin dibantah.


"Bianka Mengapa kamu selalu berkelahi?" tanya Bunga


"Mereka yang lemah Bunda, dan mereka yang sangat berisik, Bi terusik."


Bunga menghela nafas sifat Bianka mewarisi sifatnya dan juga Haikal, mau bagaimana lagi Bi tidak sama dengan anak lain, darah yang mengalir ditubuhnya berasal dari dua orang yang keras. jika anaknya kalem sepertinya akan lucu.


Haikal sekeluarga akhirnya memutuskan kembali, setelah kekacauan yang dilakukan Bianka, bukan hanya teman kelas. Bi juga bisa menyakiti gurunya bahkan orang tua murid, sifat arogannya membuat sekolah menggeluarkan BI dari sekolahan.

__ADS_1


Tiba di Meksiko Bunga meminta tempat beristirahat karena Raffa adik Bianka mulai rewel mungkin kelelahan, Haikal menurut saja. Mereka berisitirahat disebuah restoran sambil makan siang. ruangan yang Haikal pesan sangat privat jadi anak-anak bebas tidur, Bunga dan Haikal juga menikmati makan siang disana.


Bunga sedang menyusui Raffa, Haikal juga sibuk dengan laptopnya. Bianka mulai bosan dan melangkah keluar tanpa izin, dari kejauhan Bi melihat orang tua sedang dipukul oleh remaja, dia langsung berlari dan bertarung dengan remaja tersebut sampai mengejarnya ke markas mereka.


Semua remaja terpana melihat gadis kecil cantik menatap tajam kearah mereka, seseorang yang nampak lebih dewasa ingin membelai rambut Bianka, tapi naas Bi sudah memutar tangannya sampai patah, melihat temannya terluka semua orang maju menyerang Bianka.


Gerakan lincah Bi yang belum terlatih tapi sangat lincah, dia bisa menyerang tapi tidak sepenuhnya dia bisa menghindar dari pukulan dan tendangan keroyokan yang dilakukan oleh beberapa pria yang sudah dewasa melawan gadis kecil.


Seorang pemuda melihat perkelahian dan menghubungi kepolisian, tidak lama polisi datang menahan mereka semua termasuk Bianka.


Haikal dan Bunga yang panik mencari Bianka, Sampai cek CCTV dan lebih mengejutkan lagi keberadaan bianka dikantor polisi.


Mereka bergegas kesana, Haikal rasanya ingin jantungan, Bunga juga terasa ingin pingsan melihat putri kesayangan mereka babak belur, bahkan wajah dan mata nya bengkak, Bunga yang awalnya ingin marah langsung menagis memeluk putrinya, Haikal yang hilang kendali memukuli seluruh orang yang menyentuh wajah cantik putrinya dengan membabi buta, tidak ada yang berani menahan Haikal karena semua tahu siapa Haikal Chrispeter, yang tidak mereka tahu gadis kecil ini adalah putri dari Haikal.


"Ayah, biar Bi yang membunuh mereka dengan tangan Bi sendiri,"


mendengar ucapan putrinya Haikal langsung berhenti, Bunga langsung cepat mengendong Bianka keluar, tatapan Bianka sangat tajam kearah para pemuda.


"Kau memang keturunan Chrispeter Bianka," gumam Haikal garuk-garuk kepala.


....


EPISODE SPESIAL YA....


MENUNGGU SEASON 2


JUDULNYA


BIANKA & THE GIRL

__ADS_1


__ADS_2