
Kondisi Akbar semakin membaik membuat semua orang senang, walaupun Bee belum ada perubahan.
Didalam kamar hanya ada Akbar, Haikal dan Bee..
" Kal, kakak risih melihat penampilan mu" ucap Akbar.
ok XD
" Kenapa aku?" tanya Haikal.
" Penampilan mu sangat lusuh, pergilah bersihkan dirimu" ucap Akbar.
Haikal melangkah keluar kembali ke rumah untuk membersihkan dirinya yang memang terlihat kacau.
Akbar menatap tajam Bee, dilihatnya air mata Bee keluar, wajah pucat, kadang Ekspresi ketakutan, kadang Ekspresi marah, lalu menangis lagi.
" Kau menyimpan luka yang teramat dalam" gumam Akbar.
Dua jam Akbar memandangi Bee dengan segala perubahan nya, hanya satu yang aneh mata Bee kosong seperti tidak ada jiwa.
Akbar turun dari tempat tidurnya perlahan karena masih menahan rasa sakit, didekati nya Bee yang sekarang sangat kurus hanya perutnya yang nampak buncit karena usia kandungannya sudah empat bulan.
Kia, Ara, Ani, Roy dan Rian serta ayah Jose saat datang kerumah sakit langsung menuju kamar Nenek Petra karena Nenek sudah pulih total dan akan kembali kerumah, setelah itu bersamaan mereka akan menjenguk Bee. Saat didepan kamar Bee mereka melihat Haikal yang juga baru datang dengan penampilan nya yang lebih segar seperti dulu hanya saja nampak sangat kurus.
Mereka semua masuk kedalam melihat Akbar duduk di kursi samping ranjang Bee sambik bercerita. Akbar juga sepertinya tidak menyadari kedatangan mereka semuanya.
" Dek, aku ingin kamu seperti cerita ku tadi, aku tahu masa kecilmu mungkin menyakiti perjalanan hidupmu sangat kejam dan ucapan Haikal mungkin melukaimu. tapi kamu punya satu alasan untuk kuat, cobalah pegang perutmu" ucap Akbar mengambil tangan Bee dan meletakan diperutnya yang sudah membuncit.
" Kesalahpahaman yang terjadi akan menyakiti nya, lupakan masa kelam mu, ingatlah masa indah bersama Haikal bagaimana awal pertemuan kalian, bagaimana Haikal mengejar cintamu, pertualangan kalian, pernikahan kalian, penantian kalian ingin memiliki momongan, ingatlah semua itu karena itu akan menjadi cerita untuk anak-anak kalian."
Akbar langsung tersenyum melihat mata Bee berkedip, tangannya mulai mengelus perutnya.
" Begitu terus Bee ingatlah terus cinta kalian sampai ada buah cinta di dalam rahimmu, Dia membutuhkan kamu dan Haikal. Kau pasti akan sangat bahagia jika dia memanggil Bunda dan ayahnya." ucap Akbar meneteskan air matanya.
Perlahan mata Bee terpejam, dia tertidur dengan tenang tidak seperti biasanya, Kiara mendekati Bee dan mengecek suhu tubuhnya.
" Sejak kapan kalian disini," tanya Akbar.
" Sejak cerita mu berakhir," jawab Kia
Akbar Kembali ke ranjangnya untuk berbaring, Kia mendekati nya dengan tersenyum, yang lainnya duduk di sofa, Haikal duduk didekat Bee yang sedang tertidur.
" kak, tadi cerita apa ke Bee aku juga pengen mendengar dongeng tapi kamu yang mendongeng" ucap Kia manja.
" siapa yang mendongeng Kia " jawab Akbar.
" ya sudah cerita apapun padaku," Kia memeluk Legan Akbar manja.
__ADS_1
" Kamu kenapa? banyak orang gak usah mancing" ucap Akbar pelan.
" liat Riani santai saja tidur di paha Rian, Roy juga santai mengelus perut Ara, tapi mengapa aku tidak boleh hanya memeluk Legan saja" teriak Kia membuat semuanya memandang kearah mereka berdua.
" gak perlu teriak Kia, naik kesini berbaringlah didekat ku" ucap Akbar.
Kia yang awalnya mulut nya manyun langsung naik ke ranjang tidur disamping Akbar sambil memeluk nya, Rian mengerutkan keningnya, Roy hanya tersenyum sedangkan Haikal geleng-geleng.
....
Bee membuka matanya karena matahari sudah terbit, dilihatnya wajah tampan sedang tidur disampingnya, Bunga mengelus wajah Haikal mencium bibirnya sambil tersenyum.
Haikal merasakan pergerakan bahkan ciuman dibibir nya dia langsung membuka mata, matanya langsung bertemu dengan mata Bee yang sedang tersenyum.
" good morning Ayy" sapa Bee langsung melumut bibir Haikal.
Haikal terdiam menikmati ciuman yang sudah lama tidak dia rasakan sampai Haikal langsung membalasnya.
" Ayy" teriak Bee duduk diikuti Haikal.
Kia dan Akbar juga langsung terbangun kaget mendengar teriakkan Bee.
" Ayy aku punya sesuatu buat kamu, kamu kamu akan segera menjadi ayah" ucap Bee bahagia sambil mengelus perutnya.
" Ayy, aku baru tahu hamil tapi mengapa sudah besar aneh sekali." ucap Bee.
Kia langsung bangkit mengejar Bee ke kamar mandi, Bee membuka perutnya yang sudah membuncit dirabanya dan di elus- nya.
" Kia ini asli perutku" tanya Bee.
" ya, usianya sudah 4bulan pasti sudah terlihat membuncit, kemarin kamu kelelahan sampai dirawat, aneh sekali kau bisa lupa dengan perutmu" ucap Kia bohong.
Bee keluar kamar mandi menemui Haikal yang berdiri begong coba menyadarkan dirinya.
" Ayy lihat perutku" ucap Bee memandangi Haikal.
Haikal langsung mendekat dan memeluk tubuh Bee diciuminya seluruh wajah Bee sambil menagis.
uwweeee... suara Haikal mual dan langsung lari ke kamar mandi melewati Kia
" Ayy kenapa?" tanya Bee.
" sudah biasa Haikal muntah di pagi hari, dia yang mual dia juga yang ngidam" ucap Kia.
" Kasihan Ayy kenapa tidak aku saja" ucap Bee.
" Baguslah jatuh ke suami, kita sebagai wanita cukup berat membawa perut biarkan mereka juga menikmati nya, jangan cuman mau enaknya saja" jawab Kia.
__ADS_1
" kak Akbar seperti Kia harus program hamil deh, dia mulai cerewet" ucap Bee.
" ya,. setelah ini aku akan mempercepat membuat nya hamil" jawab Akbar tersenyum melihat Kia.
" Benar ya" teriak Kia. Akbar pikir dia akan malu tapi ternyata malah kesenangan.
Kia memeluk Akbar Hangat dan dibalas oleh Akbar dengan penuh kasih sayang.
Haikal keluar kamar mandi dengan wajah pucat seperti biasa dia sangat lemah di pagi hari hal ini sudah terjadi cukup lama.
" Ayy kepalaku pusing, tubuhku juga lemas sekali" ucap Bee meringis.
Haikal langsung berlari mendekati nya dan menggendong ke atas ranjang.
" Ayy pengen makan" Bee menyebut banyak sekali jenis makanan.
Haikal menelpon Rian memintanya membawa semua keinginan Bee.
Semua keluarga Chrispeter bergegas ke rumah sakit untuk melihat keadaan Bee, mereka merasa aneh karena Bee melupakan kejadian yang menimpanya, tapi baguslah ini lebih baik untuk Bee dan Haikal.
Bee memakan lahap makanan nya, sesekali menyuapi Haikal. saat Ara membuka semua makanan dan memakannya mata Bee Langsung berpindah ke makanan Ara.
" Ayy aku mau makanan Ara sekarang" teriak Bee.
" Tidak mau ini milikku" teriak Ara.
Bee turun dari ranjang coba merampas makanan Ara, tapi Ara menepisnya mempertahankan makanannya, Roy dan Haikal coba menghentikan dua wanita hamil yang berebut makanan.
" Ara kasih ke Bee saja, nanti kita beli yang baru, Bee kan lagi sakit " ucap Roy meminta makanan Ara dan memberikannya ke Bee.
Bee tersenyum bahagia dan memakannya, sedangkan Ara menagis sesegukan tidak mau melihat ke Roy bahkan tangan Roy di tepisnya.
Bee membagi dua makanannya dan memberikan setegah ke Ara.
" tu ambil, dasar rakus perut sudah besar masih saja makan terus" ucap Bee sinis.
Ara mengambil setegah makanan Bee dan memakannya tanpa memperdulikan Bee.
Roy dan Haikal garuk-garuk kepala, Akbar dan Rian hanya tertawa kecil melihat pertengkaran mereka.
" aku rasa mereka akan jadi musuh bebuyutan" ucap Kia.
" tidak mereka akan seperti kedua orangtuanya yang saling melindungi hanya saja sifat mereka berbeda jauh" ucap Riani tersenyum.
....
jangan lupa like coment dan vote..
__ADS_1