Wanita Cuek Dan Pria Dingin

Wanita Cuek Dan Pria Dingin
MAKHLUK ANEH


__ADS_3

Dipinggir pantai semuanya memakan makanan dengan lahap untuk mengisi perut dan tenaga.


" air dari mana itu kal" tanya Akbar.


" dalam hutan, ada mata air " ucap Roy.


" ikan ini juga dari mata air itu" tanya Kia sambil mengunyah dengan lahap.


" emmhhh" balas Roy.


mereka menikmati makan malam ikan bakar dibawah sinar rembulan.


Sinar bulan masih terang, mereka semua berbaring di pasir dengan beralaskan dedaunan dan beratap kan langit yang dihiasi bulan dan bintang.


tidak ada yang mengeluh dengan keadaan mereka sekarang, seakan menikmati keindahan malam yang membuat pikiran tenang.


Perlahan-lahan satu persatu mulai tidur, Bee berbaring berbantal lengan Haikal, dipandang nya pria tampan yang sedang tertidur tersebut dengan tersenyum. serta mengelus pipi Haikal. dan kembali memandang langit.


Kia terbangun merasakan sebuah pergerakan, cepat dia bangkit duduk, ternyata Ara sudah bangun padahal matahari belum terbit, Bee pun sudah duduk diatas batu.


" dasar orang-orang aneh, tadi Roy dan Haikal bangun memainkan tablet, sekarang Bee dan Ara.


apa yang mereka lakukan!" Gumam Kia.


Matahari sudah bersinar cerah yang menyilaukan mata, Haikal bangun dan sadar ternyata dia tertidur, begitupun Roy Rian dan Akbar, semua bangun dan saling pandang.


" mana Bee," tanya Haikal memandang satu-persatu.


" Ara juga mana!" tanya Roy.


mereka berempat saling pandang dan langsung bangkit, bahkan Kia pun tidak ada, pergi kemana para wanita.


....


Terdengar suara kapal yang akan bersandar, cepat mereka lari kedalam hutan, bersembunyi dan melihat pergerakan kapal besar tersebut.


" apa, itu orang kita" tanya Rian.


" tidak mungkin mereka datang secepat ini, " balas Roy.


" kita tidak memiliki senjata kal," tanya Akbar.


" gila, mereka semua membawa senjata, bahkan granat, ssiiaallaannn" ucap Rian.


mereka melangkah meninggalkan Pinggir pantai, cepat masuk kehutan.


Setengah hati gelisah memikirkan para wanita, bagaimana kalau mereka lebih dulu ketemu dengan segerombolan orang tersebut.

__ADS_1


" apakah itu orang suruhan Rios? " tanya Akbar.


" ya, seperti nya bukan hanya ingin membunuh kita, tapiii..." suara Roy terhenti menatap Haikal.


" kita bahas nanti, temukan mereka bertiga dulu, itu lebih penting" ucap Haikal melangkah pergi.


" maksudnya penting buat masa depan Lo ciihhhhh Haikal bucin" ucap Rian sinis.


" sirik aja Lo Ian, maka nya jangan jomblo" balas Roy.


" aiisssshhh... Lo dapetin Dara aja karna maksa" ucap Rian yang melangkah mengejar ketertinggalannya.


....


Bee Ara dan Kia masih berlari di hutan mengejar sosok hewan aneh, dan mereka terhenti karena menyadari mereka sudah pergi jauh dari pantai.


akhirnya mereka tetap memutuskan melanjutkan perjalanan, tetapi lebih perlahan.


mata mereka bertiga melihat sosok hewan yang besar berukuran manusia, badan hitam, rambut acak-acakan hitam kusut, wajah hitam, hanya matanya yang terlihat bening, makhluk tersebut sedang mengoyak seekor burung dan memakannya mentah.


Kia langsung membalik badan, dan hhuuueewwww, Kia muntah menyaksikan nya.


Bee pun merasa mual, begitupun Ara yang menggeleng kepala nya.


" makhluk apa itu?" tanya Kia memegang perutnya.


" manusia" balas Bee dengan tatapan menyakinkan Kia dan Ara.


" ogah bisa-bisa kulit gue yang putih mulus ini ternodai" jawab Kia.


Bee menatap Ara, seperti Ara setuju dengan Kia, makhluk tersebut menyeramkan, dan Ara paling takut dengan manusia yang lebih mirip hantu.


Bee melangkah perlahan mendekati, walaupun sudah ditahan Kia dan Ara tapi Bee tetap maju.


Makhluk tersebut menatap Bee dengan nafas naik turun, dan mundur perlahan lalu maju menyerang Bee, tapi Bee cepat mengelak.


mahluk tersebut naik keatas pohon, Bee pun menyusulnya naik, lama mereka hanya berdiam. perlahan Bee memberikan sesuatu,sebuah permen yang rasanya masam, kemana-mana Bee selalu membawa permen untuk cuci mulut setiap dia memakan apapun dan ini stok terakhir.


Makhluk tersebut hanya menatap tangan Bee, dan langsung mengigit tangan Bee, dengan cepat Bee menarik tangannya sebelum masuk kedalam mulut.


Kia dan Ara yang menyaksikan mengelus dada, hampir saja tangan Bee jadi buntung.


permen tersebut dilempar ke atas, dengan cepat makhluk tersebut melompat dan happ dapat dan dia bergantung di ranting lalu turun dengan melompat santai. dan berlari cepat, Bee langsung lompat turun mengejar kembali, Kia dan Ara langsung ikut berlari.


mereka bertiga berhenti di sebuah tempat yang banyak tulang-tulang hewan, Kia hanya berdelik ngeri, bau busuk bangkai tulang tercium.


pelan mereka jalan, dan melihat makhluk tadi bersama satu makhluk lagi yang lebih besar dan lebih menyeramkan.

__ADS_1


Bee memperhatikan komunikasi mereka dengan isyarat, tidak ada pergerakan hanya tatapan mata.


Dia memperhatikan tubuh makhluk kecil tersebut, menggunakan sebuah baju tapi sudah tidak berwarna, lebih tepatnya hitam kusut, dan maklum lebih besar hanya menggunakan celana yang tidak kalah kusut.


pakaian mereka terlihat seperti kulit mereka.


Ara dan Kia berada di balik pohon besar dengan berpegangan tangan.


" sial.. ini pertama kalinya gue takut sama hutan, nyesel gue ikut Lo lari Bee" batin Ara dengan wajah panik.


Ara pun panik apa lagi Kia, bela dirinya tidak berguna, lututnya tetap bergetar, rasanya ingin kencing di celana karena kedua makhluk tersebut sangat menakutkan, dia belum menikah, tidak rela tubuh indah nya jadi makanan mereka.


Tapi Bee semakin mendekat, tidak perduli dengan kedua temannya yang hanya diam tidak ingin melihat kearah nya lagi.


Bee melangkah maju, belum jauh dia melangkah, sebuah tangan sudah mendarat di lehernya, makhluk besar yang lebih tinggi darinya, dengan tubuh tegap dari ujung kaki sampai rambut semua hitam hanya matanya yang berwarna coklat.


cekikan dileher Bee semakin kuat, Bee tidak punya tenaga untuk berucap sepatah pun, penglihatan Bee mulai gelap dan mata nya perlahan tertutup.


....


Haikal sudah ada ditengah hutan perasaan tidak enak, kini tabletnya tidak berfungsi, begitupun Roy.


" tidak ada gunanya aku menaklukkan banyak orang, jika menjaga mu saja aku tidak bisa" gumam Haikal


Suara ledakan terdengar, mereka semua saling pandang perlahan, mereka menghancurkan hutan.


" kal, tidak ada pilihan lain, kita maju menyerang, ambil senjata mereka" teriak Rian.


" Selamat diri kalian masing-masing, kita tidak punya banyak waktu, disini hanya kita berempat, tanpa pengawal ataupun bayangan, berjanjilah untuk tetap hidup" ucap Haikal tegas .


" gue juga belum mau mati kal, masih mau nikah gue" balas Roy siap.


" jangan khawatir aku, walaupun aku tidak suka membunuh, jika keadaan mendesak apa boleh buat" ucap Akbar.


" aku dan Rian yang maju duluan," perintah Haikal dan Rian pun segera melangkah maju.


" Ian, lebih waspada, kau sangat ceroboh" teriak Roy.


" aiiiisshh kau membuatku hilang semangat" teriak Rian dengan kesal...


....


TERIMAKASIH YANG SUDAH BACA YA...


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE...


BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT...

__ADS_1


MAMPIR JUGA KE KARYAKU...


SUAMIKU MASIH ABG...


__ADS_2