Wanita Cuek Dan Pria Dingin

Wanita Cuek Dan Pria Dingin
VIRUS


__ADS_3

Haikal cepat berdiri dan mengejar Roy keluar Ruangan.


" jam berapa mereka keluar," Tanya Haikal kepada Roy yang sekarang ada di ruang tamu.


" entahlah, Itu tidak penting" jawab ketus Roy.


Tiba-tiba dari luar pintu terdengar suara kaki mendekat, Roy dan Haikal bergegas mendekati kearah pintu.


Tapi yang ditemukan tidak sesuai harapan.


" Kenapa wajah kecewa kalian? melihat kami datang" Tanya Rian


" Iya, kalian terlihat khawatir." Tanya Akbar


" Dara dan Bunga keluar sore tadi, Apa kalian melihat nya" Roy balik bertanya.


" Mana mungkin kami melihat nya! Kami dari markas, bukan jalan-jalan sore.


" Terbangkan semua Drone mini," Perintah Haikal yang kembali ke dalam Ruangan cyber.


Puluhan Drone mini berbentuk kunang-kunang diterbangkan mengelilingi perkampungan, tapi belum terlihat gerak-geriknya keberadaan Bunga dan Dara.


Roy dan Haikal fokus didepan cyber, Akbar menjadi penonton yang mengamati, sedangkan Rian dengan wajah masam, memegang perutnya menahan lapar.


Dia kesal melihat sifat pria didepan nya ini, sampai melupakan waktunya makan, mau keluar duluan tidak sopan, dia hanya menghela nafas kasar.


" kal, sudah 5jam belum ada titik terang nya, kita harus susun rencana, aku takut ada keterlibatan dengan rombongan pemberontak itu" jelas Roy


" tapi! Segerombolan orang itu, Belum melakukan pergerakan," ucap Akbar.


" Apa harus menunggu pergerakan dulu baru kita bertindak" Roy bicara dengan nada yang mulai tinggi.


" Roy , berpikirlah dengan nada dingin, jangan ikuti ambisius mu" pinta Akbar


" oke cukup, aku akan mengumpulkan bawahan ku, untuk menyelusuri hutan," Rian akhirnya bersuara.


" tapi biarkan aku makan dulu, sebentar lagi aku mati kelaparan" pinta Rian dengan wajah sedih.


" Kalian semua keluarga lah, Tinggalkan aku sendiri" pinta Haikal dengan nada dingin.


Semua langsung bergerak keluar, meninggalkan Haikal sendirian.


Tangan Haikal berselancar di cyber, Dan menuntut sebuah Drone mini.


" Sial, kenapa mereka memasuki kawasan itu, " batin Haikal dalam hati.


....


Dipinggiran hutan segerombolan orang sedang membicarakan rencana busuk mereka untuk memasukkan perkampungan, Mereka telah menyiapkan racun yang akan segera mereka tanah di beberapa tempat, sebagai ancaman.


" Permisi tuan, seperti nya pimpinan kampung telah mengetahui kehadiran dan pergerakan kita.


" Cepat sekali,Hahaha hahha." suara tertawa membangunkan burung disekitar hutan.


" Apa mereka telah bergerak" tanya nya.


" Belum tuan, tapi telah bersiap!"


Orang tersebut memegang sebuah benda yang sangat unik, sambil tersenyum getir.

__ADS_1


" Bersiap lah, keluarga Chrispeter" Gumam nya.


....


Matahari pun terbit, para bawahan Rian sudah ada didepan rumah menunggu perintah.


Rian keluar dengan tatapan dingin, memandang satu persatu orang-orang dihadapannya.


Haikal mendekat Rian, dengan memandang mata Rian dengan serius, seakan-akan bicara melalui pandangan. wajah Rian kini berumah menjadi menakutkan, matanya memancarkan sebuah emosi dan siap menghunuskan pedangnya.


Semua bawahan merasakan ketakutan yang amat dalam, Mereka pernah melihat kemarahan Rian 2th yang lalu saat dia kembali dari Amerika, karena sebuah penghianat Rian menyuntik sesuatu yang membuat orang tersebut tulang-tulang mematah, Kulit dan daging nya melepuh, Sebelum tewas tubuh itu seperti lilin yang mencair. Beberapa dari orang didepan nya tersebut menjadi saksi perbuatan Rian.


" Dimana Remon," tanya Rian dengan wajah menakutkan.


Semua orang mencari sosok itu, tapi yang dicari tidak terlihat.


" Berengsek..." pagi yang cerah disambut dengan kemarahan Rian, dia memukul semua orang sampai dia puas , Anggap saja Rian olahraga pagi.


Tiba-tiba seseorang memegang pundak Rian.


" Hentikan Ian, simpan tenaga mu, untuk menangkap mereka" pinta Akbar.


....


Datang lah seorang pria yang sudah babak belur, berlari kearah Rian dengan nafas ngos-ngosan.


" Paman kenapa?" Tanya Akbar


Dan dari mulut pria tersebut keluarlah busa dan dia duduk tertunduk, dengan busa mulut yang keluar lalu diikuti darah.


Rian dengan cepat menarik tubuh Akbar menjauh, dan memberi perintah untuk semuanya mundur.


Semua yang disana terkejut dengan apa yang mereka saksikan, wajah-wajah Sangar itu melirik aneh pada pria yang sudah tidak bernyawa lagi, Karena mereka tidak mengenali orang tersebut.


hening tanpa suara, dan Akbar melangkah mendekat, yang kemudian ditahan oleh Rian.


" kenapa?" tanya Akbar .


" itu virus yang menular, " jawab Rian yang kemudian mengeluarkan sebuah suntikan, dan menyuntikkan ke tubuhnya.


" Bima, masuk kedalam ruangan bawah tanah, ambil cairan disebuah koper berwarna merah, dan suntikan cairan tersebut ke tubuh kalian dan penduduk kampung," perintah Rian .


Orang yang diperintahkan segera bergerak, Rian memberikan suntikan ke Akbar.


dan memberikan perintah kepada bawahan nya untuk membakar jasad yang ada dihadapan mereka.


" Semua yang Haikal katakan semuanya benar" batin Rian dalam hati.


" Dimana Roy dan Haikal" tanya Akbar.


" menurut kakak kemana lagi mereka, kalau bukan mencari pasangan hidupnya" Rian bicara dengan berbisik


" Aku butuh kakak untuk membantu aku melihat keadaan penduduk, dan menyingkirkan para manusia jahanam itu" pinta Rian menoleh ke Akbar.


....


FLASHBACK ON


Beberapa jam sebelum matahari terbit.

__ADS_1


Haikal tersenyum getir, dengan tatapan mata bak Elang, Dia menatap sesuatu didalam sebuah botol.


Rian masuk kedalam dengan tergesa-gesa dan membawa sebuah cairan berwarna kuning.


dan memberikan kepada Haikal.


" Seperti itu sebuah virus kal" ucap Rian.


" itu memang virus yang menular orang yang terkena virus itu akan tewas dalam waktu 1jam mulut nya akan mengeluarkan busa dan darah virus itu ku beri nama NAMTAMOS ," jelas Haikal.


" penawaran nya," tanya Akbar.


" tidak ada, maka jangan sampai tertular, ini cairan yang bisa menghalangi virus itu, kembangkan lah, aku ingin tau kehebatan mu" Haikal melangkah pergi.


Haikal keluar memasuki kamar seseorang.


" Apa itu" tanya Haikal.


Akbar sedang fokus membaca beberapa berkas penduduk kampung yang dia tes kesehatan nya sebagai ramah tamah yang dia lakukan dilingkungan siang tadi.


" kal, Ada yang aneh dengan kondisi tubuh anak-anak sini, coba kau perhatikan antara orang dewasa dan anak-anak." pinta Akbar


Haikal dan Akbar menghela nafas kasar, apa yang sebenarnya terjadi dikampung ini.


" Bar, bantu Rian menyelamatkan anak-anak itu, Rian akan terpukul jika tau keadaan tempat nya ada hal seperti itu"


" kau benar kal, aku akan melakukan nya dalam diam" Jawab Akbar.


....


Roy keluar ruangan dengan wajah kusut, garuk-garuk kepala dan mondar mandir.


" haruskah aku memberikan vitamin, penghancur otak, beraninya kalian berkhianat." gumam Roy dengan emosi.


Haikal melihat kemarahan Dimata Roy.


" kau menemukan nya" tanya Haikal


" ya, Ramon pelakunya." jawab Akbar.


" jelaskan semuanya Kepada Akbar dan Rian, kita harus fokus mencari Bunga dan Dara." Haikal melangkah pergi meninggalkan Roy .


" yyyaaaaaaahhhhh, aku melupakan Daraku." batin Roy.


FLASHBACK OFF


....


malam kita lanjut up lagi ya ..


Bagaimana keadaan Bunga dan Dara?


bagaimana pertempuran Rian?


Bagaimana penyelamatan Akbar?


TERIMAKASIH YANG SUDAH BACA YA..


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE....

__ADS_1


__ADS_2