Wanita Cuek Dan Pria Dingin

Wanita Cuek Dan Pria Dingin
MENYUSUL MENIKAH


__ADS_3

Haikal memasuki kamarnya dengan langkah lemas, bagaimana tidak matahari baru bersinar tapi keluarga sudah ribut.


Saat membuka pintu Haikal bertemu Bunga yang juga siap turun kebawah.


" Ayy, ada apa di bawah" tanya Bunga.


" biasalah Bun, si Rian bikin masalah,"ucap Haikal.


Haikal langsung memeluk Bunga, mengelus punggung nya, mencium leher Bunga..


" Ayy, mau apa" tanya Bunga.


" lanjut yang semalam ya Bun," ucap Haikal.


Tanpa menunggu persetujuan Bunga Haikal sudah menciumi bibir Bunga, tangannya sudah membuka baju Bunga, langsung mengendong Bunga ke atas ranjang tanpa melepas ciumannya.


Gerakan Haikal kali ini lebih kasar dan cepat dari yang semalam, Bee sampai kewalahan mengimbangi nya.


" Ayy pelan-pelan aku tidak akan lari" ucap Bunga.


" maaf Bun, keenakan soalnya" balas Haikal setelah mencapai kenikmatan nya.


Mereka berdua sama-sama ngos-ngosan mengatur nafas.


HAAIKKALL.... teriak suara dari luar.


Haikal dan Bunga langsung terjangkit kaget dengan cepat menutupi tubuh mereka yang telanjang dengan selimut.


" woyy bangun woy sudah siang" teriak Rian sambil memukul dan menendang mengedor pintu yang dibuatnya seperti gendang.


" kal, udah belum pompanya, jangan kelamaan nanti istri Lo kembung" teriak Rian sambil tertawa sedangkan Haikal didalam sedang emosi.


Bunga langsung bangkit mandi ke kamar mandi, tidak berapa lama Haikal juga mandi.


" Rian sialan, gue pastiin saat Lo menikah malam pertama Lo pasti gagal" gumam Haikal.


....


Dimeja makan Nenek Petra duduk bersama putranya Jose.


" Mom mengapa anakku Rian mencerminkan diriku Masih muda dulu" tanya Jose.


" HhhAa, dia memang mirip dengan mu, tapi jangan salah sifat pemaksa ada pada Roy, saat dia menginginkan sesuatu pasti harus dapat" jelas nenek Petra


" apakah dia sosok yang keras" tanya paman Jose.


" ya, dia mirip Haikal hanya satu orang yang bisa menghentikan nya itu Akbar, kalau Haikal tidak ada yang bisa menghentikan nya" ucap nenek Petra.


" pengaruh Akbar disini sangat penting ya mom" ucap Jose.


" sangat, dia seperti cucu kandungku, sifatnya mirip mama mu Catline" ucap nenek Petra.


tidak lama Roy dan Akbar datang, duduk di kursi bergabung dengan nenek dan ayah mereka

__ADS_1


" mana Rian" tanya nenek Petra.


" biasalah mengacau Haikal, semenjak menikah Haikal tidak sekejam dulu, Rian seperti menemukan mainan baru," ucap Roy.


lalu datanglah Rian Ara dan Ani bergabung..


" good morning nenek, paman" sapa Ara.


" morning Ara, ayo duduk sayang" ucap nenek Petra.


" kapan rencana kalian menikah Ara" tanya nenek Petra.


" aku tidak tertarik untuk menikah nenek" jawab Ara.


Roy yang mendengar langsung membanting sendok makan nya, tatapan matanya tajam ke arah Ara.


" sudah aku peringatkan, Ara tidak akan menikah, aku sudah lebih dulu mengenalnya Roy." ucap Rian yang tersenyum sambil mengambil makanannya.


Roy langsung bangkit menarik tangan Ara, membawanya keluar dari rumah.


Didekat tangga mereka berpapasan dengan Haikal dan Bunga, di wajah Roy penuh amarah.


" kenapa Roy" tanya Haikal saat tiba di ruang makan.


" biasalah masalah cinta, manusia Napak bodoh jika mengenal cinta" ucap Rian masih sambil makan.


" kalau begitu Akbar saja yang menikah" ucap nenek Petra sambil tersenyum, Akbar yang mendengarnya langsung batuk.


" jangan sembarang kamu Rian, tidak mungkin Kia menerimanya, Kia mencintai Akbar." ucap nenek Petra kesal.


" Nenek tidak percaya padaku, gini ya nek percumah Kia mencintai Akbar tapi kak Akbar tidak pernah meliriknya, jadi lebih baik dia bersama orang yang menginginkan nya" ucap Rian.


Bunga langsung mengambil handphone nya menghubungi Kia. untuk membuktikan ucapan Rian.


" hallo Kia, kamu dimana" tanya Bunga.


" aku baru sampai rumah sakit Bee, ada apa?" tanya Kia.


" apa benar kamu akan dilamar" tanya Bee yang menglospeaker HP-nya.


" ya, orang tuaku menjodohkan ku dengan anak sahabat mama, ternyata pria tersebut juga teman kecilku, jadi aku nyaman bersamanya, mungkin ini juga yang terbaik untukku" ucap Kia.


" jangan diterima jika kamu tidak mencintainya" ucap Bee.


" entahlah Bee jodoh sudah diatur, aku ikut alur saja" balas Kia


akhirnya panggilan berakhir..


" nenek menyukai Kia,dulu dijodohkan dengan Haikal gagal, dengan Akbar juga gagal. Sangat menyebalkan.


" nek, Akbar pergi dulu ya, ada jadwal operasi satu jam lagi" ucap Akbar yang melangkah pergi.


" kak Akbar berjodoh dengan Kiara" ucap Riani yang membuat semua mata memandang nya.

__ADS_1


" Ani, kamu bisa bicara" tanya ayah Jose.


" Akbar mencintai Kiara ayah" ucap Riani.


" perjalanan mereka rumit ayah, kak Akbar orang yang kejam" ucap Riani.


" aisss.. bicara saja tidak jelas," Teriak Rian.


Semuanya tidak ada yang menanggapi Riani, hanya Haikal yang memperhatikan.


" kenapa perasaanku juga sama, perjalanan Akbar sangat rumit dan dia sangat kejam kepada dirinya sendiri" batin Haikal.


....


Roy membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi, saat memasuki sebuah kawasan gerbang secara otomatis terbuka, mobil masuk sebuah rumah yang sederhana dan sejuk.


Roy keluar menarik tangan Ara masuk kedalam. didalam rumah sepi sangat berbeda dengan rumah yang selalu dikunjungi Roy yang dipenuhi pengawal.


" dimana kita Roy." tanya Ara.


" mengapa kita tidak bisa menikah" tanya Roy balik.


" aku tidak ingin terikat dengan pernikahan Roy, aku tidak menginginkan sebuah rumah tangga" teriak Ara.


" ya tapi mengapa Ra." tanya Roy berteriak.


" aku membencinya" jawab Ara.


" jadi kau ingin hubungan kita seperti apa" tanya Roy.


" kamu tinggalkan saja aku, lagian aku tidak mencintaimu" ucap Ara.


" benarkah," ucap Roy menarik tubuh Ara menghadap wajahnya.


" tatap mata aku Ara, dan katakan kamu tidak mencintai aku" ucap Roy dengan mata penuh amarah.


Dara dengan berani menatap mata Roy, sebenarnya dia juga sakit dengan keputusan ini, tapi bagi Ara ini yang terbaik untuk tidak menyakiti Roy lebih jauh lagi.


" aku Dara tidak mencintai Roy Chrispeter" ucap Ara tegas.


Roy mundur kepalanya menunduk kebawah, diremasnya rambutnya arrrrrgggghhhhh teriak Roy menggema di ruangan tersebut.


" baiklah jika itu keputusan kamu, aku tidak akan memandang kamu sebagai wanita yang aku cinta, atau wanita yang harus aku jaga dan lindungi, jangan salahkan aku Dara ini keputusan mu, aku akan menunjukkan betapa brengsek nya aku , dan kau aku tidak akan menyesali ini" ucap Roy dengan tatapan mata merah dan wajah yang mengeras.


....


terimakasih yang sudah baca yaaa..


jangan lupa like coment dan vote..


NOVEL CEWEK CUEK DAN PRIA DINGIN.. akan author percepat ya, biar tamat terus lanjut ke season dua tentang anak-anak mereka.


....

__ADS_1


__ADS_2