Wanita Cuek Dan Pria Dingin

Wanita Cuek Dan Pria Dingin
OMA CATLINE


__ADS_3

Sebuah mobil mendekati Roy yang diturunkan dijalanan, orang kepercayaan Roy keluar mobil dan memberikan kunci mobilnya.


Roy menjalankan mobilnya, lurus kedepan belum terpikirkan kemana tujuannya.


Sebuah panggilan di handphone nya, panggilan dari keamanan rumah, Roy langsung cepat mengangkat mengangkat nya.


" Ada apa," jawab Roy


" apa, bagaimana bisa penyusup masuk, minta mati kalian semua." Roy mematikan panggilan dengan emosi.


Mobil langsung putar arah, Roy membawa mobil dengan kecepatan tinggi, keadaan jalan yang sepi memudahkan Roy menuju Mansion dengan cepat.


Dia mencoba menghubungi Rian, yang keberadaannya disekitar Mansion, Tapi tidak ada jawaban.


....


Didalam kamar sebuah ruangan rahasia milik Rian, dia baru terbangun, ternyata dia tertidur tanpa menyelesaikan penelitian nya, berarti Haikal tidak kembali.


" Sialan, kalau tau Haikal tidak pulang, aku akan menyelesaikan sendiri, tanpa meminta pendapatnya" gumam nya sambil mengucek matanya.


Rian berdiri ingin menuju kamarnya, tapi matanya terhenti didepan sebuah monitor keamanan Mansion, Dia melihat sebuah mobil yang berhasil memasuki gerbang utama.


" penjaga bodoh, pasti kalian berpikir itu Roy," batin Rian , dia hanya diam mengawasi siapa yang datang, senyuman nya pun melebar,.


" kalian sekarang telah berubah, Dara yang dulu gadis polos yang menggunakan kemampuan bela diri nya untuk melindungi ku sekarang menjadi wanita tangguh dan cerdik, Sedangkan Bunga gadis cuek dingin dan sombong sekarang berubah menjadiiiiiii menakutkan, ya kalian sangat menakutkan seperti seorang penyusup, " senyum Rian


....


Semua terdiam dan menatap nenek Petra, walaupun sudah tua, tapi wibawa, tegasnya masih sangat melekat seperti wanita tangguh. dan itu yang membuat Bee tersenyum sinis.


" Pagi, nenek" sapa Bee.


" masuklah, kita bicara didalam" jawab nenek Petra dengan tegas.


Bee dan Ara saling pandang dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam Mansion. Kiara mengikuti mereka masuk kedalam.


Nenek Petra membawa Bee dan Ara kedalam kamarnya.


" Siapa wanita itu nenek, bela dirinya cukup baik, " ucap Ara sinis.


" Calon menantu, Siapa? Haikal apa Akbar! kalau Roy tidak Mungkin apa lagi Rian dan sudah pasti itu Haikal," ucap Bee ditemani tawanya.


" kau tidak belajar dari masa lalu nenek" senyum sinis Bee.


" apa kau pikir dirimu pantas untuk Haikal?" tanya nenek Petra dengan tegas.

__ADS_1


" Kedatangan ku bukan untuk itu, apapun yang terjadi antara aku dan Haikal akan jadi masalah kami." ucap Bee membalas dengan tegas.


Nenek Petra melempar sebuah amplop besar kehadapan Bee.


Ara dan Bee saling pandang dan tersenyum. Mereka tau persis apa isinya .


nenek Petra menatap Bee dengan tatapan penuh tanya, dia heran mengapa gadis cantik didepannya ini terlihat tenang dan selalu tersenyum, walaupun senyum itu licik.


Bee melangkah menuju sebuah jendela dikamar tersebut, dia menarik tirai nya, membuka lebar, lalu berjalan kembali duduk di sofa dengan kaki disilangkan, Bee masih menatap dengan senyum, lama mata mereka beradu, senyum Bee perlahan hilang, kini yang terlihat wajah amarah, dengan pancaran mata yang mematikan.


" Dimana Catline, Jika dia masih hidup seharusnya dia kembali, dia harus melihat pertumbuhan cucunya." ucap nenek Petra.


haaaaa hhaaa haaa....


Bee tertawa sangat lepas, dia sampai memegang perutnya, menahan tawa .


Ara mulai mendekat, dia sangat mengenal Bee, saat marah besar dan terluka Bee akan tertawa lepas karena dia tidak tau cara menangis jadi menggantinya dengan tertawa.


Setelah tawa Bee berhenti, wajah nenek Petra sudah berubah awalnya dia tegas sekarang menunjukkan kesedihan nya. dia benar-benar menyesal akan kejadian di masa lalu, yang membuatnya memupuk rasa benci, sampai menghancurkan keharmonisan keluarga Chrispeter.


" Kau pasti sangat terluka, hidupmu berat sehingga kau tidak memiliki air mata, kau sangat mirip dengan Haikal" ucap nenek Petra menatap Bee.


" kau bahagian,


kau menjadi nyonya Chrispeter,


kau berhasil menyingkirkan anak-anak kita Petra.


kau jahat, kau mengkhianati kepercayaan ku, Petra."


ucap Bee dengan tatapan serius.


kini air mata nenek Petra telah mengalir, dia tau persis apa yang Bee katakan pesan dari Catline.


" Itu yang Oma katakan terakhir kali" ucap Bee.


" terimakasih karena kau membesarkan cucu-cucu kita" ucap Bee, kini tangisan nenek Petra pecah, dia memegang dadanya.


" Jangan menangis, kedatangan kami bukan ingin melihat air matamu, dengarkan Bee" bentak Ara dengan kasar.


FLASHBACK ON.


Bunga dan Dara pergi kesebuah gedung dengan membawa kunci, dan kertas dari pria didalam hutan.


Dara memutuskan ikut Bunga, dan pergi dari Rian , dengan seizin Rian untuk membebaskan demi menjadi wanita biasa bukan bodyguard.

__ADS_1


Mereka membuka sebuah loker, dan mendapatkan berkas-berkas penting sebuah perusahaan, tenyata itu perusahaan yang terkenal di Indonesia, perusahaan tersebut milik pengusaha asal Meksiko, dan dijalankan pemerintahan atas keinginan penerusnya.


Perusahaan tersebut sengaja diserahkan Catline ke pemerintah yang suatu hari akan dia ambil kembali, karena dia tidak ingin mengurus perusahaan, dia ingin fokus dengan pernikahan nya dengan Chrispeter.


Bunga sibuk mencari seseorang ke beberapa tempat yang memberikan petunjuk, sedangkan Dara mengambil alih perusahaan.


Setelah pencarian selama 6bulan, Bunga berhasil menemukan nenek Catline disebuah panti jompo, dia membawa nenek Catline dan menceritakan kejadian di hutan dan perusahaan.


Dua tahun Oma Catline melatih Bunga dan Dara untuk membangun perusahaan yang diganti nama menjadi KBC. dan sebelum kepergiannya Oma Catline mengatakan bahwa dia memaafkan Nenek Petra. dan dia bersyukur cucunya semua menggunakan marga Chrispeter.


Melihat keadaan Oma yang memburuk Bunga pergi mencari keberadaan Haikal dan lainnya, dan Oma bersama Dara.


Belum sempat Bunga bertemu, dia telah mendapatkan berita penyerangan terhadap Oma, Bunga kembali, saat dia tiba Dara sudah bersimbah Darah, dengan tubuh terangkat karena tercekik.


Bunga melepaskan tembakan pada pundak pria tersebut, dan para pengawal orang tersebut kembali menyerang Bunga dan para pengawal, dan dia berhasil melarikan diri, Dara sudah dilarikan kerumah sakit, sedangkan Oma sudah tiada.


FLASHBACK OFF.


" Kau tau siapa yang membunuh Oma, itu putra mu Rios siaallaann" suara Dara menggelegar.


" aku tidak akan pernah memaafkan mereka, Oma merenggangkan nyawa dihadapan ku." ucap Dara mulai serak.


" Seharusnya bukan Oma yang tewas tapi anda dan putra andaaa" Ara berteriak didepan wajah Nenek Petra dan memegang rahangnya.


tiba-tiba sebuah langkah dan suara yang tidak kalah menggelegar.


" Hentikan Dara, sebuah tangan sudah ada dileher Dara, mencekik nya dengan keras lalu mendorong tubuh Dara menjauh dari Oma.


" Roy"


....


oke author lanjut besok lagi yaa..


bantu like dan vote ya dong...


sekalian coment kasih semangat...


hehehe...


TERIMAKASIH YANG SUDAH BACA YA..


SEKALIAN MAMPIR KE KARYAKU...


SUAMIKU MASIH ABG ( ceritanya lucu, yuu kasih like dan coment)

__ADS_1


__ADS_2