Wanita Cuek Dan Pria Dingin

Wanita Cuek Dan Pria Dingin
PUTRA PUTRI CHRISPETER


__ADS_3

5TAHUN KEMUDIAN....


Gadis kecil berusia 3tahun berlari dengan semangat masuk Mansion Keluarga Chrispeter.


"Kei, pelan-pelan!" teriak Akbar.


Akbar dan Kia melangkah masuk kedalam mengikuti putri mereka yang sudah lebih dulu masuk, Kei sudah didalam pelukan ayah Jose Nenek Petra menagis memeluk Akbar dan Kia bergiliran dan mengambil si kecil Raffi dalam pelukan Kia.


"Mana yang lainnya ayah?" tanya Akbar.


"Belum sampai, mungkin sebentar lagi,"


Tidak lama berlari juga sepasang anak kecil yang sudah berusia 5tahun..


bukkkk.. Riki terlempar karena dorongan Reva yang. marah, Kei yang melihatnya langsung berlari membantu Riki yang hampir menagis.


"Reva! minta maaf dengan kakak sekarang," ucap Roy yang baru masuk.


Reva menatap Roy tajam seperti menantangnya..


"Reva..." teriak Ara lantang membuat Reva langsung menunduk saat melihat Maminya.


Reva membalik badannya dan langsung menangis, Akbar yang melihat si centil menangis langsung mendekat dan mengendong nya.


"Cantik, tidak boleh menangis nantik kecantikan nya luntur," ucap Akbar sambil mengecup pipi Reva.


"Roy! apa kabar," sapa Akbar.


"Baik kak, lama tidak bertemu Kei juga sudah besar dan cantik sepertinya baik dan dewasa."


"ya, dia gadisku yang sangat baik."


"Hai Kia aku merindukan kalian semua," sapa Dara.


"Apalagi aku, mana sekarang aku juga baru punya baby lagi."


"Dia tampan sekali,"


"Tentu siapa dulu ayah ibunya."


"Ya mereka berdua sangat cantik dan tampan seperti kak Akbar" tawa Kia dan Ara bersamaan.


"Putra dan putri mu juga lebih mirip Roy, tidak ingin menambah lagi."


"Dua saja Kia, kamu tidak tahu kalau mereka berdua bertengkar." ucap kesal Dara.


"Haha, Siapa yang menang, pasti Reva."


"Siapa lagi, dia juga berapa kali membuat aku jantungan,"


"Mengapa?"


"Dia bisa menciptakan bom"


Semua orang terkejut mendengar ucapan Ara, gadis kecil usia 5tahun yang sangat berisik heboh bisa menciptakan bom.


"Roy, kamu pasti yang mengajari putrimu, kamu tahu tidak itu sangat berbahaya."Nenek Petra memukuli Roy.


"Bukan aku Nenek, Dianya saja yang otak nya liar, dibalik dia yang ceria tersimpan bakat mengerikan sehingga aku harus meminta bodyguard mengawalnya."


Langkah beberapa orang terdengar mendekat ke pintu, semua memandang kesana.

__ADS_1


Lari seorang anak cowok kejar-kejaran dengan gadis kecil yang sangat cantik masuk kedalam rumah, matanya berwarna biru, berambut ikal.


"Raka! Rindu!" panggil Nenek Petra tersenyum.


"Aku Rinda Chrispeter" jawab gadis bermata biru membuat semua orang menahan tawa melihat gadis kecil itu kesal.


"Mommy, aku Rinda bukan Rindu. Apa Rindu lebih cantik dari aku?" teriak Rinda kearah Riani.


"Kamu juga cantik sayang," ucap Riani.


"Hallo Semuanya, Nenek ayah apa kabarnya?" sapa Riani.


"Baik sayang," Nenek Petra memeluk Riani.


"Mana Rian?" tanya ayah.


"Biasalah ayah, ada drama diluar, Rindu susah diatur."


"Biar ayah yang mengambilnya,"


"Jangan ayah, biarkan Rian yang membujuknya"


Seorang gadis kecil berambut ikal bermata coklat masuk kedalam dengan tatapan penuh amarah, semua orang menatap nya sambil tersenyum karena Rian ada dibelakangnya dengan tatapan tajam kearah Rindu.


"Asli yang ini copy paste Rian, saat kecil Kalau marah Rian seperti itu"


"Nenek,ayah! Rian Rindu" ucap Rian memeluk Nenek Petra dan ayah Jose.


"Jangan sebut namaku,"Teriak Rindu membuat semua orang tertawa.


"Mana Haikal?" tanya Rian.


"Belum datang," jawab Roy.


....


"Nenek, sebentar lagi Haikal pasti datang!"


"Haikal tega, dia tidak datang padahal Nenek Sangat merindukan Bi,"


"Sabar Mommy, kita tunggu saja mereka hanya terlambat." ucap ayah Jose.


Suara mobil terdengar Nenek Petra langsung bangkit dari duduknya dan berlari keluar.


Haikal keluar dari mobilnya tersenyum kearah nenek Petra yang sudah menangis.


Bee keluar juga mengendong bayi kecil berjalan kearah Nenek Petra memberi salam sambil memeluk nya.


"Raffa,dia tertidur cepat bawa ke kamar kalian" ucap Nenek Petra.


"Haikal mana Bi?" tanya Nenek.


"Bianka keluarlah," teriak Haikal.


Bianka keluar dari mobil berjalan masuk kedalam rumah,saat berpapasan dengan Nenek Petra dia hanya menyapa sambil tersenyum tipis dan langsung masuk.


Haikal dan Nenek Petra juga masuk melihat keadaan Bianka yang babak belur, Semua yang dirumah terdiam melihat keadaan Bianka.


Bee juga turun setelah memasukan Raffa adik Bianka ke dalam kamarnya.


Akbar langsung mendekati Bi, melihat keadaan wajahnya..

__ADS_1


"Apa yang terjadi Haikal," tanya Akbar.


"Dia berkelahi dengan gangster, puluhan orang dan dia hanya sendiri, tubuh kecilnya ini yang dia pikir sekuat baja tidak bisa patah mematah, Sampai dia tidak memberi tahu Bunda dan ayahnya langsung maju menyerang sendiri, dia merasa nyawanya banyak dan merasa paling hebat." teriak Bee mengebu-gebu karena emosi.


"Saat sampai disini, kami ke restoran sebentar tapi tiba-tiba Bianka pergi kami mencarinya cukup lama ternyata dia berada di kantor polisi."ucap Bee


"woww... sejarah keturunan Chrispeter masuk penjara saat usia 5tahun," ucap Rian.


"Dia melihat seorang wanita tua dipukuli dan memukul Balik orang itu dan mengejarnya sampai ke tempat rombongan dan berkelahi disana, beberapa orang melihatnya dan menghubungi polisi setempat dan menyelamatkan Bi." jelas Haikal.


"Bianka belum kalah, mereka harus membayar mahal atas pukulan di wajahku." ucap pelan Bi.


"Jangan salahkan mereka, seharusnya kamu menghubungi keamanan bukan menyerahkan nyawamu" ucap Rindu menimpali dengan tatapan tajam.


Bianka menatap balik Rindu dengan sinis.


"Kau ingin bertarung denganku," tanya Bi.


"Boleh, Tapi tidak sekarang saat kita besar nanti mari bertemu dan bertarung." balas Rindu.


"Aku akan menjadi wasitnya," Teriak Rinda menimpali.


"Aku jadi apa?" teriak Reva berlari mendekat.


"Patung" ucap Rinda menjulurkan lidahnya.


"jangan berkelahi hanya untuk beradu hebat, tapi bertarung lah untuk saling melindungi, kita semua keluarga." ucap keisya tersenyum manis.


"Kei, kau terbaik." ucap Reva tersenyum.


"Aku juga baik," timpal Rinda.


"Ya baik, tapi cengeng" ucap Reva.


Rindu dan Bi saling pandang dengan tatapan, Bi mendekati Rindu semua was-was melihat mereka berdua.


"Bersyukurlah karena kamu masih kecil dariku, jika tidak kau sudah aku lempar dari rumah ini," ucap Bi.


"Sebelum kamu melemparkan aku keluar, tubuhmu lebih dulu melemah," balas Rindu.


"Kamu bisa menciptakan bahan berbahaya, dan aku bisa menciptakan penawar nya." ucap Bi sinis.


Semua orang tua saling pandang melihat gadis-gadis kecil ini saling tatap dengan tajam.


Penerus keluar Chrispeter,para wanita tangguh.


....


Bianka Chrispeter dan Raffa Chrispeter putri dan putra dari Haikal Chrispeter.


Keisya Chrispeter dan Raffi Chrispeter putri dan putra dari Akbar Chrispeter.


Riki Chrispeter dan Reva Chrispeter putra dan putri dari Roy Chrispeter. (kembar 2).


Rindu Chrispeter, Rinda Chrispeter dan Raka Chrispeter Putri dan putra dari Rian Chrispeter


(Kembar 3).


....


KASIH SARAN JUDUL DARI PARA READER YA UNTUK SEASON 2.. KISAH DARI PUTRI KELUARGA CHRISPETER...

__ADS_1


...DITUNGGU DI COMENT...


__ADS_2