
Satu bulan sudah persiapan Pernikahan Roy, hari ini pesta akan diadakan di gedung milik Chrispeter, undangan juga bukan dari kalangan biasa, semua tamu mempunyai status serta jabatan di beberapa Negara. Penjagaan sangat ketat karena para tamu undangan orang yang berpengaruh jadi tidak semua awak medis bisa meliput acara pernikahan Roy.
Mereka hanya bisa menyaksikan dari sebuah ruangan yang sangat besar, dari kalangan biasa juga banyak yang hadir tapi berada ditempat yang berbeda, demi keamanan para Petinggi serta Pengantin makanya tidak semua orang bisa bertemu langsung.
Dikamar hotel Bee sedang bersiap-siap, saat keluar kamar mandi dia melihat Haikal sedang berbaring di ranjang memainkan handphone nya.
" Ayy, ayo siap-siap," ucap Haikal.
" males ahh Bun, lagian yang nikahkan Roy." ucap Haikal.
" kamu dari pihak keluarga masa iya tidak kelihatan" ucap Bee.
" nanti saja, pas sesi foto-foto" jawab Haikal.
" gak usah banyak alasan Haikal, ayo cepat" ucap Bee sambil menarik tangan Haikal.
Bukannya Haikal yang berdiri tapi Bee yang terbaring diatas Haikal.
" sebentar saja ya Bun, lagi pengen" ucap Haikal sambil mengecup bibir Bee.
" nanti malam saja," ucap Bee yang bangun dari tubuh Haikal.
" Tidak mau," jawab Haikal dengan menarik selimut lanjut tidur.
" astaga Haikal, setan apa yang merasuki mu, baiklah tapi sebentar saja ya" ucap Bee, mendengar nya Haikal langsung tersenyum dan melihat kearah Bee.
Bee membuka semua bajunya, dan melangkah mendekati Haikal, Haikal menarik tubuh Bee berada di pangkuannya, menciumi Semua tengkuk leher Bee lanjut ke bawah.
Meremas dada Bee, dan memainkan jarinya di bawah, tubuh Bee menggeliat merasakan setiap sentuhan Haikal, suara desahan Semakin terdengar, membuat gerakan Haikal Semakin liar, memasukkan miliknya, memompa dengan cepat, Bee meremas Legan Haikal dengan mulutnya yang terus meracaw, Bee menggakat pinggulnya merasakan rasa hangat di dalam miliknya, Haikal memeluk tubuh Bee sambil duduk mengatur nafas.
" selesai Haikal, ayo cepat" ucap Bee.
bukannya berhenti, Haikal melanjutkan lagi sambil duduk. menggakat pinggul Bee dan menurunkan naikan pinggul Bee.
Mereka masih asik dengan permainan mereka lupa dengan acara pesta Roy.
Dengan Cepat Bee langsung mandi lagi bersama Haikal, langsung cepat-cepat keluar, Bee hanya memoles tipis wajahnya, terlihat sekali kekesalannya ke Haikal. tapi Haikal senyum-senyum seperti sedang menang lotre.
....
Pesta hampir selesai Bee dan Haikal baru kelihatan, Haikal menyapa beberapa rekan bisnisnya, Sedangkan Bee mendekati pengantin ikut berfoto.
" Dari mana saja Bee, acara hampir selesai" tanya Ara.
" tau ahhh si Haikal," ucap Bee kesal sedangkan Roy yang mendengar hanya tertawa.
Haikal datang bergabung berfoto disamping Roy, sambil tersenyum bahagia.
__ADS_1
" Lo gila Kal, acara gue 3jam hampir selesai, Sakin ngebet pengen punya anak, Lo lebih pilih bikin mereka dari pada acara gue" ucap Roy.
" hehehehe, mereka lebih penting, daripada pernikahan paman mereka yang membuat tertundanya kehadiran mereka" jawab Haikal.
....
Pernikahan Selesai....
Pengantin sudah dikamar beristirahat, entah apa yang mereka lakukan langsung tidur atau melakukan ritual pernikahan, kita lewatkan saja.
Akbar melajukan mobilnya mengantar Kiara pulang, Didalam mobil hening, Kia kesal Akbar hanya diam saja tidak mengajaknya bicara.
" Kia aku punya sesuatu buat kamu" ucap Akbar.
" apa kak?" jawab Kia.
Akbar mengeluarkan sesuatu dan meletakan di Dasbor mobil, Kia mengambil sebuah kotak kecil itu dan membukanya, Didalamnya ada kalung bermata berbentuk hati, Kia tersenyum melihat kalung tersebut, sungguh unik dan cantik, mata Kia bersinar memegang kalung cantik yang diberikan Akbar.
" Cantik sekali, Kia menyukainya kak, ini kado terindah" ucap Kia memandang Akbar sambil tersenyum.
cupp Kia mencium pipi Akbar, lalu memalingkan wajahnya karena malu.
Akbar menghentikan mobilnya di pinggir sebuah jembatan.
" Sini kakak pasangkan Kia" ucap Akbar meminta kalung ditangan Kia.
Kia memberikan nya dan menyingkirkan rambutnya dengan kedua tangannya, kini wajah Akbar dan Kia berdekatan, jantung Kia berdetak kencang, diapun menahan nafas.
" tidak kak" jawab Kia, hembusan nafas Kia, menerpa wajah Akbar.
Selesai memasangkan kalung, Akbar masih menahan tekuk leher Kia, didekatinya wajah Kia memberikan Ciuman ke bibir Kia.
" Apa James, melakukan ini" tanya Akbar.
" tidak, kakak satu-satunya yang Kia izinkan" ucap Kia menunduk.
" terimakasih Kia, aku sangat mengkhawatirkan kamu" ucap Akbar.
" hehehehe Kia tau kak, kakak selalu mengawasi Kia, kemanapun Kia pergi, Kakak sudah seperti Haikal, menggunakan bayangan demi Kia." ucap Kia cengengesan.
" tau dari kamu" tanya Akbar.
" Rian yang kasih tau, dia bilang pernikahan ku dan James tidak akan terjadi, makanya Kia santai saja" ucap Kia mencium bibir Akbar.
" Rian memang tidak pernah bisa jaga rahasia" ucap Akbar juga tersenyum.
Akbar mendaratkan lagi ciumannya, ciuman mereka semakin dalam, Kia juga membalas ciuman Akbar.
__ADS_1
" wooyy inget belum nikah" ucap sebuah Suara" membuat Kia dan Akbar kaget dan menghentikan Ciuman mereka.
" Rian, Apa yang kamu lakukan pada mobilku" teriak Akbar.
" maafkan aku kakak, aku melakukan ini karena mengkhawatirkan mu, kemarin ada orang yang mengikuti mu, ehh ternyata pengemar dokter Akbar, mana tau menyaksikan adegan mesum kalian, ya sudah aku pamit ya" ucap Rian.
"Dimana alatnya" Tanya Akbar.
" Dekat kaca," jawab Rian sambil tertawa.
....
Rian tertawa terbahak-bahak baru menyaksikan hubungan Akbar dan Kiara.
Dia sedang bersantai di sebuah taman bersama Riani, yang sedang menikmati es cream.
" kamu jahil Rian," ucap Riani.
" kau sekarang sangat berisik, bicara terus" jawab Rian.
" bukannya kata kamu bagus kalau aku bicara" ucap Riani.
" Riani, kamu mengerti tidak pernikahan, hubungan orang pacaran" tanya Rian.
" mengerti, " ucap Riani.
" apa?" tanya Rian menatap Riani.
" susah dijelaskan, orang menikah untuk mendapatkan keturunan dan menyatukan cinta seperti Haikal Bee, Roy Dara, tapi kalau pacaran, tidak boleh dilarang, kalau dilarang mengapa kak Akbar pacaran ya" ucap Riani balik bertanya.
" ya itu masalah mereka" jawab Roy.
cupp Rian mencium bibir Riani yang ada bekas es cream, Riani langsung bangkit dan melotot kan matanya.
" Rian, tidak boleh seperti itu, nanti aku hamil gimana" Teriak Riani.
" kau lupa kamu juga ada tidur dengan ku, baru di cium sudah protes, lagian ciuman tidak akan membuat mu hamil" teriak Rian kesal.
" aku marah sama kamu Rian," ucap Riani sambil melipat kedua tangannya di dada dan membuang muka dengan cemberut.
" Bodok amat, kalau mau marah, silahkan marah aku tinggalin kamu disini" teriak Rian yang melangkah lari meninggalkan Riani.
Melihat Rian berlari, Riani dengan cepat mengejarnya..
" Riiiaannnnn tunggu......"
....
__ADS_1
TERIMAKASIH YANG SUDAH BACA YA READER..
JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE....