
Di tengah hutan, Ara melihat Bee terkulai di tanah tak berdaya, Kia pun melihatnya menatap wajah Ara.
" jika Bee mati hari ini, aku juga mati" ucap Ara dengan wajah marah dan langsung maju mendekati Bee.
Kia yang menyaksikan dua sahabat ini tersenyum, dia belum pernah memiliki sahabat seperti ini, lebih tepatnya tidak ada yang mau berteman dengannya, karena itu obsesi Kia hanya mengikuti Akbar.
melihat pertarungan Ara dan makhluk tersebut, Kia tau Ara tidak imbang melawan makhluk tersebut, apa dia juga harus ikut dalam pertarungan itu.
" aku belum menikah, masa iya harus mati muda" gumam Kia yang tetap memutuskan menolong Ara.
Pertarungan pun terjadi antara Kiara Dara dan makhluk yang menyeramkan, kemampuan bela diri Ara dan Kia cukup membuat maklum tersebut kewalahan, walaupun masih belum imbang.
Kia terlempar dengan muntah darah, sedangkan Ara di smekdom terasa tulang pinggangnya patah.
maklum tersebut ingin menginjak perut Ara yang sudah tidak berdaya namun sebuah tangan menahannya.
" maafkan kedua teman saya, paman" ucap Bee.
makhluk tersebut mundur, dan makhluk kecil lainnya memeluk yang besar.
Makhluk tersebut melihat kalung dileher Bee, dia teringat sesuatu di kalung tersebut.
Bee mengikuti Arah mata itu dan memegang lehernya sambil tersenyum.
" ini kalung, milik ibu kekasih ku, dia keturunan Chrispeter" jawab Bee.
" Oma Catline pernah berkata, meminta diriku datang kesebuah pulau, tapi yang tau tempat itu hanya Jose putranya, Jose menghilang dan kemungkinan kecil dia menghilang di pulau" jelas Bee.
makhluk tersebut melangkah pergi mengandeng si kecil, Bee melihat kedua temannya yang sudah duduk.
Bee mengikuti langkah mereka, Kia dan Ara yang menahan sakit badan pun ikut dibelakang.
Ada sebuah pohon dan ternyata itu jalan menuju gua, Bee ikut masuk dan sampai lah mereka didalam nya, gua tersebut berbatasan dengan berbagai hewan buas, Kia langsing memeluk Ara, padahal Ara juga ketakutan.
Bee mendekati perbatasan, dan memperlihatkan didalam nya, hewan buas dengan berbagai jenis hewan yang berbeda, hidup di satu tempat, dan tidak saling memakan. sungguh unik.
" paman yang menciptakan mereka, tempat ini tidak mungkin ada jenis mereka, " tanya Bee.
" paman hebat seperti Rian, yang mampu menciptakan obat-obatan gila, yang bisa membunuh dirinya sendiri, dan akhirnya hidup kembali, pertemuan awal yang aku pikir mayat bangkit menjadi hantu" ucap Bee tertawa kecil.
Kia dan Ara saling pandang mereka heran dengan Bee yang tidak ada takutnya, bagaimana bila tebakannya salah, habislah mereka Semua.
" paman tidak ingin tau tentang mereka" tanya Bee yang duduk didepan kedua makhluk tersebut.
__ADS_1
Tidak ada jawaban, makhluk kecil tersebut hanya menatap Bee dengan mata beningnya.
sedangkan makhluk besar tersebut tidak menunjukkan Ekspresi.
....
Ditengah hutan lainnya sudah terjadi pertempuran, ratusan pengawal dan preman berbadan besar mengunci pergerakan keempat pria keturunan Chrispeter.
musuh memegang senjata, sedangkan mereka tangan kosong.
saat semuanya maju, mereka mundur, dan berpencar. senjata tidak bisa menyentuh mereka karena berlindung dibalik tubuh-tubuh besar, yang sedang menyerang.
Haikal mendapatkan belati, dan mengiris setiap urat nadi yang mendekati nya, yang membuat langsung mati seketika.
Rian maju menyerang, mematahkan tulang belulang mereka, bahkan suara patahnya leher terdengar yang mengakibatkan mati ditempat.
Roy sudah memegang sebuah pistol dan melumpuhkan orang-orang yang membawa granat dari jarak dekat dan jauh tanpa memberi ampun.
Sedangkan Akbar berada dihadapan seseorang, mereka bertarung saling memukul, Akbar menemukan kelemahan pria tersebut, yang membuat nya jatuh tersungkur.
dan poooaarr dua kali tembakan membuat lumpuh kedua tangan pria tersebut. Tapi dia tertawa bahagia menatap wajah Akbar.
Roy dan Rian mendekat, dan pria tersebut menatap kedua anak kembar tidak identik tersebut.
Rian mendekat dan menyuntikkan sesuatu, tapi tertahan.
" jika kau bangkit kita semua akan mati disini...
Ada granat yang tertanam didekat kakimu"
tawa Rios menggema.
" paman Rios, kamu jahat..." ucap Akbar.
Haikal yang mendengar langsung mendekat, Melihat keadaan mereka, dan ada peledak di antara Rian dan Rios.
" hai Haikal, mana wanitamu... karena dia aku lemah, sungguh melihat kematian nya akan menjadi hari kebahagiaan ku" hhhaaa tawa Rios semakin menjadi-jadi.
" Kalian bertiga pergilah dari sini, " ucap Rian.
" kau gila, aku tidak akan pernah meninggalkan mu" balas Roy.
" kalian mulailah masa depan kalian dengan baik, temukan wanita kalian, biarkan aku berkorban, berjanjilah kalian akan bahagian" teriak Rian.
__ADS_1
....
Bee berbicara panjang lebar pertemuan awal dengan Haikal, kegilaan Rian, pertemuan dengan pria gila di hutan, Oma Catline, pertengkaran dengan nenek Petra, tragedi cekikan Roy ke Dara, rencana pernikahan Haikal, bahkan perkelahian dengan Kia.
Bee juga menceritakan kehebatan Haikal menaklukkan dunia bisnis, kehebatan Rian dalam penelitian dan kelucuan nya serta pertengkaran dengan Roy, kehebatan Roy di perusahaan bahkan bisa menciptakan teknologi canggih, serta dokter hebat berhati baik seperti Akbar.
makhluk besar tersebut menundukkan kepalanya, ada kesedihan yang tersimpan.
" paman juga harus tau, mungkin sekarang mereka berempat sedang berjuang melawan paman Rios, paman yang membunuh orang tua Haikal, yang membunuh kakek Chrispeter, serta ibu si kembar, bahkan Oma Catline. "
" pasti ini sangat berat untuk mereka, membunuh paman Rios, sama saja menyakiti nenek Petra orang yang menjadi orang tua satu-satunya mereka, tapi jika dibiarkan hidup keluarga Chrispeter tidak akan hidup tenang." jelas Bee seperti sedang mendongeng.
Pria tersebut menatap Bee dengan ekspresi menahan air mata dengan bibir bergetar.
" kau tidak pintar menangis" ucapnya.
" semua yang ada disana melihat kearah pria tersebut" termasuk makhluk kecil disampingnya.
" Bagaimana kau bisa mengenali ku" tanya nya.
Bee langsung menutup mulutnya mendekati pria tersebut memegang tangannya.
" cincin, aku pernah melihatnya difoto, paman masih menggunakan cincin ini, saat berfoto keluarga sambil memeluk salah satu dari si kembar" jawab Bee.
" anak dan istri ku, aku gagal melindungi mereka," pria tersebut memegang kepalanya, meremasnya dengan kuat..
" si kembar masih hidup paman, paman akan segera bertemu mereka, pasti Rian dan Roy akan bahagia sekali" ucap Bee..
" siapa namanya" tanya paman Jose.
" Roy dan Rian, dua manusia yang dari kecil suka bertengkar" senyum Bee.
" ohhhh iya paman, disini juga ada calon mantu paman, " Kia bicara yang langsung dipandang tajam oleh Ara..
....
LANJUTT BESOKK LAGIII ya....
terimakasih yang sudah baca novel ini..
jangan lupa like coment dan vote ya...
buat author semangat up nya...
__ADS_1
SELAMAT MALAM MINGGU PARA READER...