
Poorrr poooaarr poorrr poooaarr... Suara tembakan terdengar sahut-sahutan.
Berdiri empat pria tampan sedang berlatih menembak, semua sasaran tepat berada di tengah papan peluru.
" Kalian ingat tidak saat pertama kita berlatih menembak! Siapa yang menagis" tanya Roy.
Mereka semua berhenti menembak dan saling pandang, lalu tertawa bersama hanya Rian yang diam dengan wajah marah.
" Wajar saja aku menagis, aku saat itu masih kecil" jawab Rian pelan.
" kau lupa Ian, aku yang paling kecil" ucap Haikal sambil minum.
" Hanya beda satu tahun saja" ucap Rian makin pelan.
hahahaha..hahah.. gelak tawa yang lainnya terdengar.
" Ada yang lebih lucu lagi, hahaha" belum bicara Roy sudah tertawa lebih dulu.
" kalian ingat tidak, saat pengawalnya Rian, hahaha" tawa Roy menggelegar.
" Saat pengawal nya tertembak olehnya dia lari ke Nenek sambil kencing di celana" jawab Haikal yang juga tertawa bersambung dengan Akbar.
Sedangkan Roy sudah berlari di kejar Rian...
Akbar dan Haikal duduk melihat si kembar berkelahi..
" Rian Rian... kau memang paling unik, membuat kita semua lupa hal yang menegangkan, jika melihat polah nya pasti membuat langsung tertawa" ucap Akbar.
" aku tidak, bagi aku Rian menyebalkan, selalu membuat masalah, pengacau, rusuh" ucap Haikal.
" tapi kau menyayangi nya, saat Rian memecahkan Gucci antik di pameran, kau pasang badan mengantikan nya" ucap Akbar mengelus kepala Haikal.
" apa yang kau lakukan, aku bukan anak kecil" ucap Haikal kesal.
" kau juga melindungi Roy, dan menyelamatkannya dari kegilaannya karena Ara, kau rela menerima kemarahan Bee" ucap Akbar.
Roy dan Rian tiba dan duduk bersama Akbar dan Haikal sambil meminum air mineral.
" kapan rencana kakak menikah" tanya Rian.
" belum direncanakan aku masih banyak pekerjaan" jawab Rian.
" kakak Bohong" ucap Roy.
" apa yang menggangu pikiran mu" tanya Haikal.
" entahlah, aku juga tidak yakin apa yang aku pikirkan" jawab Akbar.
" ya sudah, kita tetapkan pernikahan dua bulan lagi, setelah itu baru aku" ucap Rian tersenyum.
" jangan membuat rencana sesukamu Rian," ucap Akbar.
" kalau kakak kelamaan, maka Roy dan Haikal sudah lebih dulu memiliki anak, kita kalah saing, karena akan lucu jika kita semua memiliki anak" ucap Rian nyegir.
" aku mau tanya Ian." ucap Roy.
" Apa?" jawab Rian.
" Si Riani memangnya sudah besar, sudah bisa membuat anak" tanya Roy.
" ohhh iya Ian," lanjut Akbar.
" Sudah lama dia dewasa, sejak pertama tidur denganku" jawab Rian Santaii.
__ADS_1
" kau tidak ada malunya ya Ian, bangga sekali seperti nya sudah tidur dengan Riani, tapi belum berhasil menidurkannya" ucap Haikal.
" Kenapa dengan pembicaraan kita ini, biasannya tentang penelitian,atau tentang pertempuran, tapi sekarang mengapa mesum semua?" ucap Akbar.
Mereka Semua hanya tersenyum mendengar ucapan Akbar.
dreettt dreettt.. handphone Akbar berbunyi dan langsung diangkat nya.
" iya Kia" jawab Akbar.
" Apa nenek disana" teriak Akbar, yang handphone langsung diambil Rian dan di loud speaker.
" Nenek disini bersama Bee, Ara dan Riani, mereka melakukan lamaran dan sudah menentukan tanggal pernikahan gedung dan semua keperluan" ucap Kia. Sedangkan Akbar diam termenung.
" wwooww Nenek memang paling pengertian" ucap Rian.
" Apa jawaban orangtuamu Kia" Tanya Haikal.
" Langsung setuju, masih menunggu persetujuan aku" ucap Kia.
" kak Akbar bagaimana menurut kakak? Kia tidak bisa mengambil keputusan ini sendiri, Kia butuh persetujuan kakak" tanya Kia.
" Menurut mu Kia, apa kau ingin mengikuti keinginanku" tanya Akbar.
" ya kak, Kia ikut kakak" jawab Kia.
" aku setuju Kia," ucap Roy.
" benarkah kak, Kia senang mendengarnya, I love you kak" ucap Kia.
" Kia... seharusnya Akbar yang bilang seperti itu" Teriak Rian.
Panggilan selesai, Akbar diam menundukkan kepalanya.
" Aku bangga padamu, ini pertama kalinya mengambil keputusan dengan tegas untuk dirimu sendiri" ucap Haikal.
" Kak Akbar setuju tapi mengapa seperti sedang berpikir" ucap Rian.
" Akbar tidak pernah menyetujui keputusan siapapun jika dia tidak menginginkan nya, termasuk keputusan nenek, tapi kali ini Akbar tanpa berpikir langsung setuju" jelas Haikal.
....
Dikediaman Kiara.
" Bagaimana Kia ?" tanya ayahnya.
" Kia setuju" ucap Kia sambil tersenyum.
" Kau tadi menghubungi Akbar, Apa dia juga langsung setuju?" tanya Nenek Petra.
" iya Nek, kak Akbar langsung setuju" ucap Kia.
" Boleh tidak Kia minta sesuatu" ucap Kia.
" Apapun yang kamu inginkan Kia, yang penting bukan mengakhiri hubungan kalian" jawab Nenek Petra.
" hehehe, bukan nek, Kia tidak mau pesta mewah, yang sederhana saja, pestanya dilakukan di kapal pesiar dengan keluarga inti" ucap Kia menatap ayahnya.
" Kalau itu mau kamu Nenek tidak masalah, padahal rencana Nenek akan mengadakan Pesta terbesar di Negara ini, karena cucu utama menikah" ucap Nenek Petra.
" Berikan itu pada Roy dan Riani saja nek, Kia ingin mengadakan sebuah kesederhanaan, itu impian Kia" ucap Kia.
" aku juga tidak mau pesta seperti Roy," ucap Riani.
__ADS_1
" Mengapa sayang," ucap Nenek Petra.
" Kepala Riani pusing nenek, mereka berisik sekali, aku ingin seperti acara makan kemarin yang penuh canda dan tawa" ucap Riani.
" ya ya ya...apapun ingin kalian Nenek turutin." senyum Nenek Petra.
" Terimakasih Nenek" ucap semua nya.
" Sini, Nenek mau peluk, keempat menantu Nenek." ucap nenek Petra.
" Tapi nek, Riani dan Kia belum menjadi menantu Nenek" ucap Rian.
" iya Ani, tapi tetap saja, kalian akan tetap menjadi cucu menantu Nenek" ucap nenek Petra memeluk Bee Ara Kia dan Ani.
" Nenek bagaimana jika Rian menikah dengan wanita lain" tanya Riani yang membuat semua yang disana memandangi nya.
" Nenek akan mematahkan lehernya" ucap nenek Petra menangkup wajah Riani dan mencium keningnya.
" Nenek seram sekali" balas Riani, membuat semua orang tertawa....
....
Para wanita sedang ada di mall yang sangat besar, Mereka melangkah masuk ke tempat baju dengan harga fantastis, setelah baju yang mereka inginkan sudah ditangan mereka semua memberikan Black card. Kasir binggung melihat empat wanita sultan yang semuanya memiliki kartu tanpa batas.
" Di toko ini biar aku yang bayar" ucap Bee.
" oke," jawab mereka bertiga memasukkan kembali kartunya.
pindah ke toko lainnya sampai belanjaan penuh..
Dan mereka berhenti disebuah restoran ala Korea dan memesan makanan khas Korea dan menikmatinya.
" GAYS, boleh tanya tidak" tanya Bee.
" boleh" jawab mereka semua.
" Kartu kita, apa milik para lelaki" tanya Bee.
Mereka bertiga menggagukan kepala...
" wiisss enak ya, tidak perlu bekerja, sudah kaya" ucap Bee tertawa yang di sambung oleh Bee Kia dan Ani.
" Memang kamu tidak bekerja lagi Bee," tanya Kia.
" masih lah, aku masih mengontrol perusahaan bersama Kia. bahkan melibatkan Riani," jawab Bee.
" widihhh.. kalian para wanita karir, jika kalian capek bekerja datanglah padaku" ucap Kia
" mau apa?" tanya Ara.
" aku akan memberikan racun, ya pastinya memberikan vitamin lah, aku kan seorang dokter yang harus menjamin kesehatan keluarga nya, apa lagi wanita sukses seperti kalian" ucap Kia cengengesan.
" tapi kak Kia hebat, bisa dengan kak Akbar sama-sama dokter jika ada yang sakit, kalian Langsung saling mengobati saja" ucap Riani.
" tidak butuh dokter, cukup servis di ranjang saja" ucap Bee sambil makan.
" Seperti nya kau sangat paham Bee" ucap Kia.
" Mau bagaimana lagi, Haikal ngebet pengen punya anak" jawab Bee...
...
terimakasih yang sudah baca yaaa...
__ADS_1
jangan lupa like coment dan vote...