
Malam semakin larut, kapal sudah berada di tengah lautan...
" kita pindah kapal sekarang Kal," ucap Roy.
" gimana Ian, tugas mu" tanya Haikal
" beres," ucap Haikal.
Ditengah malam Haikal dan yang lainnya pindah kapal, karena kapal yang mereka gunakan terlacak sebagai penyusup yang sedang diincar oleh perbatasan.
" Kenapa harus gue, gak Sudi gue nyentuh dia, pengen gue buang rasanya ke laut" teriak Rian marah-marah dan ngambek seperti anak kecil yang di cuek oleh yang lainnya.
Pas di waktu Pajar mereka sampai di pelabuhan...
" kita langsung menuju ke kediaman Chrispeter.." perintah Haikal
Mereka Semua sudah di jalan menggunakan mobil yang berlogo keluarga Chrispeter dengan keamanan ketat..
Sampai di kediaman.. rumah sepi karena matahari belum terbit, nenek Petra juga belum keluar kamar..
hanya beberapa Maid yang terkejut, tapi mereka wajib menutup mata, telinga, atas apa yang mereka lihat dan dengar.
....
Kia membuka matanya sambil menguap, dia binggung sekarang dia dimana, bukannya di kapal tapi Kenapa sekarang ada disebuah kamar yang sangat besar, kamar sangat bersih dan tertata rapi.
Ceklekk pintu kamar mandi dibuka, Kia yang sudah bangun langsung pura-pura tidur.
Diintip nya pria yang keluar dari kamar mandi..
" kak Akbar," Kia yang bangkit berlari ke arah Akbar dan memeluk nya dengan erat.
" lepaskan Kia, kamu kenapa" tanya Akbar.
" Kia pikir, Kia dijual.. Kia takut hiks hiks hiks" Kia langsung menangis.
" siapa yang berani menjual kamu Kia" ucap Akbar yang melepaskan Kia.
" siapa yang bawa Kia kesini" tanya Kia dengan wajah sedih.
__ADS_1
" Menurut kamu siapa, ini kamar aku tidak ada yang berani masuk, karena kamar tamu belum siap jadi aku bawa kamu kesini" jelas Akbar sambil menyisir rambut di depan kaca.
" kakak benci ya sama aku, maafkan aku ya kak, jika aku menyimpan sebuah rasa, hubungan kita hanya partner kerja sesama dokter, maafkan tindakan ku tadi, aku akan segera menjauh dan memberi jarak." ucap Kia dan bergegas masuk kamar mandi, hatinya sakit melihat respon Akbar baik dari ucapan maupun tubuhnya.
Dikamar lain Ara pun terbangun, dia mencium bau wangi dan Ara membuka matanya dan melihat seorang pria bertubuh kekar berotot sedang memeluknya.
" diamkan kita" tanya Ara.
" Dikamar, kamu berharap nya kita dimana.. mau di hutan atau lautan hmzz" Roy balik bertanya.
" Roy, jangan bercanda" ucap Ara.
" iya sayang, pemarah banget, yang terpenting sekarang kita sudah berada di kediaman Chrispeter" balas Roy sambil memegang tekuk leher Ara dan menciumi bibir Ara Samapi mereka hampir kehabisan nafas.
" aku mencintaimu Dara, sekarang Bagun langsung mandi" Roy mencium kening Dara
Haikal membuka handel pintu dan langsung masuk, dilihatnya seorang wanita cantik sudah selesai mandi, dan menggunakan baju kemeja nya yang hanya menutupi sampai atas dengkul.
Haikal tersenyum melihatnya,
" kenapa kamu tersenyum" Tanya Bee.
" Kenapa aku harus terkejut? aku sedang berurusan dengan Chrispeter, aku langsung tau apa yang terjadi" ucap Bee.
" apa yang kamu tau?" tanya Haikal.
" kamu membius kami semua, memindahkan kami dari dasar laut dengan sebuah kapal yang hanya kamu yang tau teknologi nya, pasti kapal sebelumnya sudah di lacak oleh perbatasan, kamu tidak mau buang-buang waktu berurusan dengan mereka, dan kamu juga tidak mau kami mengetahui tentang kapal rahasia itu" jelas Bee sambil tersenyum.
" kau sangat cerdas, wanitaku.." balas Haikal yang langsung memeluk Bee dari belakang.
Haikal duduk di pinggir tempat tidur dan menarik Bee keatas pangkuannya.. mereka saling tatap.. perlahan Haikal menarik kepala Bee dan mencium seluruh wajah Bee dan lama mereka beradu ciuman dibibir sampai sama-sama hampir kehabisan nafas.
" I love you Adelia Bunga Kanaya" ucap Haikal.
" I love you too M. Haikal Chrispeter" balas Bunga.
" Bulan depan kita menikah" ucap Haikal menatap mata Bee.
" gila, kenapa harus secepat itu" balas Bee dengan tatapan aneh dan binggung.
__ADS_1
" lebih cepat lebih baik Bun.." ucap Haikal mencium pipi Bee.
Dikamar lainnya Riani juga terbangun, mata nya menatap sekeliling ruangan, dia tidak mengenali apapun disana, dia langsung berdiri dan memanjat sebuah lemari, lalu terjun lagi, dihamburkan nya semua barang yang ada disana, tv meja, lemari kaca, semua pecah...sofa disobek begitupun ranjang king size, bantal guling selimut semua berhamburan, ditabrak nya sebuah lemari dan terbuka, dihancurkan semua isi baju, koleksi jam, kacamata,sepatu, bahkan barang antik semua hancur..
Kamar tersebut sudah tidak ada bentuk, Riani menarik-narik pintu dan terbuka, dia langsung berlari keluar...dia melompat dari lantai dua tanpa terluka..
Nenek Petra yang sedang berjalan di tangga langsung terdiam melihat mahkluk aneh mengamuk, pas Bunga di pecah semua Maid dan pengawal cepat masuk coba menangkap nya tapi masih lolos membuat rumah lantai satu kacau balau..
Roy dan Kia yang dikamar mendengar suara kegaduhan langsung bangkit berlari keluar..
Kia yang baru selesai mandi pun mendengarnya langsung lari keluar.
Akbar yang sedang mengobati paman Rios bersama paman Jose juga langsung berlari meninggalkan paman Rios di dalam ruangan perawatan.
Haikal yang ingin mencium Bee pun langsung di dorong Bee karena dia langsung berdiri dari pangkuan Haikal, mereka berdua langsung berlari melangkah keluar..
Kia, Ara, Roy, Bee, dan Haikal melihat amukan Riani dari lantai dua langsung berlari kebawah melewati nenek Petra yang masih bengong di tangga.
Paman Jose yang keluar bersama Akbar pun langsung berlari menahan Riani.
Bee langsung memeluk Riani yang berhasil ditahan pengawal, menepuk-nepuk pundaknya, mengelus-elus kepalanya memberikan ketenangan.
Paman Jose yang baru datang pun kagum melihat Bee yang bisa menenangkan Riani, mereka lupa bahwa Riani akan histeris jika terbangun dengan suasana asing seperti ini.
Seseorang dari arah pintu melangkah masuk dan tersenyum lebar dan langsung melihat Nenek Petra merentangkan tangannya ingin memeluk tapi terhenti saat melihat kekacauan di lantai satu, Dengan memandang ekspresi yang ada disana seperti wajah terkejut dan panik.
" Apa yang terjadi, kenapa seperti kapal pecah" ucap Rian binggung karena dia baru kembali dari perusahaan untuk mengambil sebuah berkas saat kembali rumah hancur..
" hei siluman apa ini perbuatan mu" teriak Rian menatap Riani yang berada di pelukan Bee.
Nenek Petra bukan hanya terkejut melihat makhluk aneh dirumahnya tapi lebih terkejut lagi melihat sosok putranya yang sangat dia rindukan..
....
TERIMAKASIH YANG SUDAH BACA YA..
JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE..
BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT...
__ADS_1