
Keadaan rumah di kediaman Chrispeter sedang kacau..
Rian langsung berlari sambil berteriak nenek dan langsung menangkap nenek Petra yang berada di tangga dengan tatapan mata shock.
Rian mengandeng nenek Petra turun tangga, Jose yang melihat Mommy nya yang sekarang sudah sangat tua seluruh rambutnya sudah putih, tubuhnya pun sudah keriput, sangat berbeda jauh dari yang dulu, wanita kuat,tegas, dan penuh wibawa kini sudah lemah dan tua.
Paman Jose langsung melangkah mendekati Mommy nya bertekuk lutut dan bersujud.
nenek Petra langsung duduk memeluk putranya yang sedang menagis sambil bersujud dilantai menyentuh kakinya.
" Mommy, maafin Jose mi, Jose egois ninggalin mommy sendiri" ucap Jose dengan menagis tersedu-sedu.
Haikal menatap Bee untuk membawa Riani pergi dari sana menuju kamar Haikal melalui lift..
Bee, Ara, Kia dan Riani pergi dari sana..
" benarkah ini kamu Jose, Mommy sedang tidak bermimpi, ini kamu nak, kenapa dengan tubuhmu ini, mana Jose yang dulu, Jose Mommy Sangat merindukan mu nak" tangis nenek Petra pecah di ruangan tersebut.
Haikal, Akbar, Rian dan Roy hanya diam terpaku melihat dua orang yang saling melepas rindu, kini mereka sudah memenuhi janji, untuk mempertemukan nenek Petra dengan putranya, walaupun keinginan mereka hanya paman Rios tapi mereka juga bisa menemukan paman Jose yang dipikir sudah lama meninggal.
....
Di dalam kamar, semua duduk terdiam entah mau mulai dari mana untuk memperbaiki penampilan Riani yang seperti makhluk aneh.
" ayooo kita mandikan" ucap Bee yang langsung berdiri..
Semua ikut berdiri, langsung menarik tangan Riani masuk ke dalam kamar mandi, Menghidupkan shower, Riani yang melihat itu langsung lompat, Bee langsung menahan nya biar tenang, Bee dan Riani beradu tenaga..
" tenanglah, jika kamu terus memberontak, kau tidak akan pernah menjadi manusia, atau kau memilih aku mematahkan tulang mu, ikuti aku selama aku masih lembut" teriak Bee yang menggema di ruangan tersebut.
Riani berhenti memberontak, setelah Bee membalik tubuhnya menghadap nya dan menatap mata Riani.
Kia yang mendengar Bee bicara dan teriak menjatuhkan shower ditangan nya..
Ara yang menyaksikan hanya tersenyum..
mereka melanjutkan, memasukan Riani dan bathtub, mengisinya dengan air, air dalam bathtub berubah menjadi warna hitam.. mereka Menganti ya sampai berkali-kali...
Riani yang di dalamnya. memainkan air dan tersenyum melihat air yang ada busa nya.
mereka menuangkan shampoo ke rambut Riani, sampah sampo habis tapi tidak ada busanya, mereka saling tatap..
Ara langsung berlari keluar kamar masuk ke kamar Roy mengambil shampo disana..
tapi tetap saja tidak ada busanya..
__ADS_1
kini giliran Kia yang masuk kamar Akbar mengambil shampo dan ada melihat gunting langsung membawanya..
" Bee gunting aja dulu rambutnya..." ucap Kia.
" benar, bisa habis shampoo satu rumah ini" ucap Ara.
Bee langsung memotong rambut kusut dan gimbal sebatas pundak, baru shampoo ada busanya..
mereka Menganti air lagi, lalu menyikat kulit kulit Riani, yang tidak memakai benang sehelai pun.
" kira-kira berapa umur gadis ini," tanya Kia
" sekitar 20tahun" jawab Bee.
" lihatlah dadanya sangat kecil, dia juga seperti nya belum haid" ucap Kia.
" dia hidup tanpa tau yang namanya pasangan, dia sangat polos, wajar saja pertumbuhan nya lambat" jawab Ara.
Setiap tubuh Riani mereka periksa, tidak ada rasa geli ataupun jijik, mereka membersihkan tubuh itu..
Setelah selesai Riani langsung berdiri di bathtub sambil tersenyum.. tubuh nya terlihat lebih segar, warna kulitnya tidak hitam lagi..rambut gimbalnya sudah nampak lembut..
" lihatlah ******** nya tidak ada bulu" ucap Kia.
" Kia..." teriak Bee dan Ara bersamaan membuat Riani menatap binggung.
Bee memakaikan baju mandi dan membawa Riani keluar kamar mandi, ada baju yang sudah disiapkan di ruangan tersebut..
" Riani, kalau kamu mandi, gunakan shampoo,sabun dan gosok gigimu ya seperti yang kita lakukan tadi, jika kamu mengerti anggukan kepala" ucap Bee sambil menatap mata Riani
Riani langsung mengaguk yang membuat Bee, Ara dan Kia tersenyum.
mereka mendudukkan Riani di depan meja rias, Ara menyisir rambutnya dan merapikan sedikit guntingan Bee tadi.
Kia mengambil baju yang sudah disiapkan..
" Ani, ini namanya celana dalam.. angkat kaki aku akan memakainya," ucap Kia sambil menatap mata Riani dan langsung dituruti Riani, Bee dan Ara tersenyum.
" dan ini namanya Bra digunakan di dada, seperti ini agar dada kamu yang sudah mulai nampak semakin seksi seperti punya aku" ucap Kia, Riani melihat ke arah dadanya dan menyentuh nya..
" Bee otak nya cepat menangkap.." ucap Ara
" ya, dia paham maksud kita melalui tatapan mata" balas Bee.
Kia memakai kan baju gaun selutut berwarna pink putih, selutut dan menutupi sampai bahu.
__ADS_1
Bee memakai kan body-lotion ditangannya dan kalinya..
" cieee Riani sekarang terlihat segar, dan nampak seperti manusia" ucap Kia.
" kau sangat cantik alami" ucap Ara.
....
Didalam ruangan perawatan, nenek Petra memeluk paman Rios yang juga duduk sambil menangis, dan meminta maaf..
" sudahlah, nenek sekarang jangan menangis lagi.." ucap Akbar.
" paman , bagaimana keadaan paman" tanya Akbar.
" sangat baik Akbar, semua karena. perawatan kamu, kamu memang dokter yang hebat" ucap paman Rios..
" bukan aku yang hebat tapi paman Rios lah yang punya niat untuk cepat sembuh" balas Akbar tersenyum.
aaarrrrrggggg.......
Sebuah teriak menggema membuat semua orang terkejut...
" Rian " ucap Roy yang langsung keluar dari ruang perawatan.
Begitupun yang lainnya, langsung berlari ke atas melihat keadaan Rian yang mengamuk banyak pengawal babak belur keluar dari kamarnya..
Roy, Haikal, Akbar, paman Jose paman Rios dan nenek Petra terkejut melihat keadaan kamar Rian.
Rian duduk dipinggir ranjang dengan wajah merah, mata melotot penuh emosi. menatap kearah orang yang melihatnya dari depan pintu.
" Dimana siluman itu, akan aku buat dia menjadi kuman yang hancur lebur" ucap Rian dengan tatapan tajam.
" kau bisa memperbaiki isi nya, dan membeli barang-barang baru," ucap Roy yang sudah berdiri didepan Rian.
drezz sebuah pisau dilempar didepan Roy, dan berhasil ditangkis Roy dan membuat tangannya berdarah, Melihat kejadian itu, hati Jose teriris, anak-anak hidup dengan Amarah yang tinggi bahkan bisa saling menyakiti...
Bee dan lainnya yang mendengar kegaduhan, langsung masuk ke kamar Rian yang sudah hancur, dan melihat tetesan darah dari tangan Roy, Ara yang melihat itu langsung masuk menggenggam tangan Roy dan membalutnya dengan kain.
Mata Rian Semakin memancarkan amarah saat melihat seseorang mendekati nya langsung mencekik gadis tersebut...
....
Lanjut malam..
TERIMAKASIH YANG SUDAH BACA YA...
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE..