
Rian berlari kencang langsung mendobrak pintu..
braakkkk.....
" Mbokkkkkk..." Teriak Rian.
mbok Las berlari dengan berderai air mata, Apa lagi melihat sosok yang sekarang dihadapan nya sedang kacau, Rian mendekat dengan menahan air mata, dan memegang pundak mbok Las, dengan kencang.
" tuannnn," ucap mbok Las, dengan pipi yang dipenuhi air mata.
" Katakan mbok, Apa benar aku memiliki kembaran." Tanya Rian dengan tatapan memohon penjelasan.
" aku menganggap mbok seperti ibuku, apa mbok juga mengkhianati aku?" tanya Rian mulai memanas.
Mbok Las geleng-geleng kepala, dan kedua tangannya menangkup wajah Rian dengan tatapan sayang.
" Maafkan mbok ya tuan, itu semua berita yang terdengar, karena ayah tuan yang membangun tempat ini, kami selalu menghormati beliau dan kami selalu menanti kabar baik dari tuan Jose, tempat ini pernah merayakan kelahiran putra yang dinyatakan kembar dari tuan Jose sebagai penghormatan kelahiran anaknya, tapi ayahmu tidak pernah datang, sampai tuan lah yang datang." Mbok Las bicara dengan air mata terus mengalir.
" Lalu dimana kembaran ku mbok, siapa sebenarnya pembunuh ayahku." Rian berteriak sangat kencang, sampai terdengar oleh Akbar.
Akbar terpojok disudut sebuah dinding, air matanya mengalir, dan memegang dadanya.
dan dia tersadar saat mendengar suara teriak Rian.
" Ian, kamu Kenapa dek" Gumamnya, Akbar menarik nafas, biar terlihat tenang, lalu melangkah keluar.
....
Haikal dan Roy memutuskan kembali ke rumah, selama dijalan Roy hanya diam dengan tatapan kosong, Haikal menyadari itu, pasti terjadi sesuatu.
Saat mereka tiba, Suara Rian menggema didalam rumah, Mereka masuk bersamaan dengan Akbar yang keluar ruangan.
" Kamu kenapa Ian," Akbar memeluk Rian yang telah mendorong mbok Las.
" Apa yang terjadi" tanya Roy .
Rian menghadap ke arah Haikal, dia memegang kerah baju Haikal yang langsung ditahan Akbar.
" kau mengetahui semua ini kan kal," tanya Rian
" Ya, kamu memiliki kembaran, itu tujuan ku kembali, untuk mencari tahu tentang ayahmu, karena paman Jose Pemilik saham Chrispeter, aku tidak tau ada masalah apa, ibumu membawa mu dan kakakmu ke Indonesia, dan akhirnya ibumu dinyatakan meninggal kecelakaan, dan kalian menghilang, bagaimana detail pencarianmu dan keterlibatannya dengan ku, Berada di panti yang sama, itu mustahil kebetulan semua telah direncanakan." jelas Haikal.
" Lalu dimana kembaran ku," Rian mulai tenang.
" Tidak ada petunjuk" jawab Haikal.
" nenek, kau sudah pastikan dengan nenek," Roy berbicara.
" Mustahil nenek menjawab, baginya keputusan nya mutlak, Nenek akan melakukan apa pun yang menurut nya benar, Jika nenek tau kau mencari tau orang tua mu dipastikan nenek akan memperketat dan mengawasi 24jam, bagi nenek yang mati tetap mati, dan yang hidup harus kuat untuk bertahan" jelas Akbar dengan tatapan serius.
Haikal mengaguk, dan Rian hanya diam terduduk dilantai..
" Kita semua kembali ke Meksiko, Roy kau menjadi asisten pribadi ku, Rian kau kembali memimpin perusahaan di bawahku, dan Akbar kembali kerumah sakit Meksiko, Bantu aku membongkar misteri ini, Setidaknya keputusan ku kembali mendapatkan sedikit petunjuk, dan akan ku mulai dari Meksiko."
Haikal bicara dengan tatapan yang tidak ingin dibantah, yang akhirnya semuanya mengaguk.
__ADS_1
" Hancurkan tempat ini, selamat kan orang-orang yang tidak terlibat." Haikal bicara dengan orang kepercayaan.
Semua tenang dan hening....
" Aku lelah ibuuuu" Batin Haikal...
" eeehhheeemmmm" Rian berdehem, dia sudah mulai tenang dan mampu menerima kenyataan dan memandangi satu-persatu wajah dengan senyum.
" Kenapa kau tersenyum" tanya Roy .
" Roy , kal, seperti nya kalian lupa sesuatu." Rian mulai cengengesan.
Haikal dan Roy saling pandang, dan jidat Haikal berkerut lalu dia bangkit.
" Dara dan Bunga belum ketemu," Roy langsung lari keluar mengejar Haikal yang keluar lebih dulu.
dan disusul Rian dan Akbar.
....
" Kau mengenali LIONTIN ini," tanya Bunga, kepada pria paru baya yang lebih mirip orang gila.
" Milik menantu Chrispeter," jawabnya dengan lompat-lompat mengaruk kepala, lalu duduk tenang lagi.
" Cucu nya menghilang, lalu tewas bersama ibu" pria itu sekarang menangis memegang dadanya.
Dara mendekat coba menenangkan. Bunga hanya diam termenung.
" tuan dibunuh putranya sendiri," lelaki itu ketakutan.
" Melarikan diri, dengan adik tuan muda yang baru lahir,"
" Lalu dimana bayi itu!" tanya Dara.
Pria itu diam menggelengkan kepalanya, dengan tatapan sedih.
" Aku gagal melindungi nya, aku datang kesini untuk meminta bantuan, tapi aku dibilang gila." kini pria tersebut semakin ketakutan.
Dara dan Bunga saling tatap, mendengar kan Semua ucapannya.
terkadang mereka terkejut, lalu bersedih.
Mendengarkan cerita sedih keluarga tersebut, Pembunuh keluarga sendiri, menghilangnya keturunan, dan perjuangan pria tersebut.
" Paman ikut kami, kita keluar dari tempat ini" ucap Bunga.
Pria itu mundur, dan geleng-geleng kepala.
" saya akan mati disini, saya tenang karena ada yang mendengarkan saya, sekarang tidak ada beban lagi, lalu dia pergi, Bunga masih duduk lemas, memegang liontin tersebut. Dara pun hanya diam.
Dan pria tersebut datang lagi, memberikan sebuah kunci, dan sebuah kertas, lalu tersenyum.
" jika ingin mendampingi keluarga Chrispeter, kalian harus menjadi wanita kuat, mereka keluarga terpandang. Dan berbahaya." ucapnya sambil tertawa.
" Pergilah, semua keputusan ada pada kalian." pria tersebut akhirnya pergi.
__ADS_1
Dara dan Bunga menghela nafas, dan diam kembali...
lama mereka hanya diam, tubuh telah lemas menahan lapar dan mendengar kenyataan yang begitu menyakitkan.
....
Haikal, Roy, Rian, dan Akbar telah masuk hutan, mereka melangkah semakin jauh, tanpa ada yang bicara, Roy berhenti melihat daun yang patah, jejak sepatu di pohon tumbang.
" kita lurus kedepan" ucap Roy
" Bukankah sebagai nya kita berpencar" jawab Rian .
Bunga dan Dara mendengar suara mendekat, mereka berdiri lalu bersembunyi.
Saat langkah semakin dekat, Dara mengeluarkan senjatanya.
Haikal melihat pergerakan disekitar, Roy pun telah mengeluarkan senjata, jantung Bunga rasa nya ingin lompat, tapi masih bisa tersenyum walaupun pahit.
" Keluar lah, ini kami," perintah Akbar.
Roy menatap sinis Akbar, dia ingin mengejutkan mereka tapi Akbar malah bersuara, Rian hanya tersenyum.
Dara keluar dan menghembuskan nafas lega.
Dan langsung menunduk kepala memberi hormat.
" Mana Bunga, " tanya Haikal.
Dara Melirik kesamping nya, Bunga sudah duduk ditanah, dengkulnya lemah, dan hanya terdiam bengong.
Roy mendekati Dara, memutar tubuhnya melihat apa ada luka, Dara hanya diam memandang tanpa ada penolakan.
Haikal mendekati Bunga yang masih Bengong, lalu jongkok menatap nya, tapi Bunga masih diam, Haikal langsung menggendong Bunga ala bridal style.
Bunga hanya diam, memandang wajah tampan itu, Haikal pun berhenti.
" Kenapa? apa aku tampan?" tanyanya.
" Aku lapar" jawab Bunga.
Haikal tersenyum mendengar nya.
....
Misteri sedikit dibongkar ya..
sampai bertemu kisah cinta mereka di Meksiko..
Dan inilah beberapa tahun kemudian....
Bagaimana kelanjutan nya ditunggu up nya...
TERIMAKASIH YANG SUDAH BACA YA...
JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE...
__ADS_1