Wanita Cuek Dan Pria Dingin

Wanita Cuek Dan Pria Dingin
KENANGAN TERINDAH


__ADS_3

Satu Minggu setelah pemakaman..


Semua anggota Chrispeter sudah kembali ke aktivitas masing-masing.


Akbar mulai disibukkan dengan beberapa seminar yang harus didatangi.


Roy juga sibuk dengan perusahaan utama Chrispeter.


paman Jose juga sudah kembali ke perusahaan dan memimpin perusahaan yang dipegang Rian, karena Rian sibuk dengan penelitian nya.


....


Haikal memasuki kamarnya, Bee sudah tertidur. 1 Minggu ini mereka belum melakukan apapun karena Bee lagi datang bulanan.


Haikal berbaring memeluk Bee dari belakang, Bee membuka matanya dilihatnya tangan kekar yang melingkar di perutnya. Bee tersenyum dan mengelus tangan itu.


" belum tidur Bun" tanya Haikal yang langsung menggakat kepalanya.


" terbangun karena ada sesuatu yang melingkar" ucap Bee.


Haikal membalik badan Bee menghadap dia. sambil memandang wajah cantik Bee dan mengelus nya.


" kamu mau berbulan madu kemana sayang" tanya Haikal.


" emhhh.. aku tidak ingin kemanapun, cukup disini bersama kamu" jawab Bee mendaratkan ciuman di bibir Haikal.


" kapan kamu selesai, aku lelah menahan diri" tanya Haikal sambil tersenyum.


" sekarang" ucap Bee tersenyum.


Haikal yang mendengar langsung bangkit duduk dengan mata bersinar..


" benarkah sayang, berarti aku sudah boleh melakukan nya" tanya Haikal.


Bee langsung duduk sambil tertawa melihat ekspresi wajah suami tampannya.


" emhhhh boleh gak ya.." ucap Bee coba menimbang sambil mengerakkan jari telunjuk nya di wajahnya seperti sedang berpikir.


Haikal yang melihat nya tidak menunggu jawaban lagi, langsung dibaringkan nya tubuh Bee dan dia berada di atas Bee.


" Haikal aku belum kasih izin" ucap Bee coba menahan tubuh Haikal.


" sekuat apa kamu bisa melawan aku, tahanlah jika mampu" ucap Haikal yang sudah mendaratkan ciuman ke seluruh wajah Bee.


" jadi kamu..auuww" Suara sudah tertahan.


Haikal ******* bibir Bee, tangannya mulai membuka baju Bee, tangan Bunga masih menahan gerakan Haikal, tapi tidak bisa, tenaga Haikal full sedangkan Bunga sudah tidak kuat dengan serangan Haikal yang meraba semua tubuhnya, akhirnya Bee memutuskan menyerah dan menghentikan perlawanan.

__ADS_1


Haikal menghentikan aktivitasnya, dipandang nya Bee yang sudah tidak melawan lagi, mata mereka bertemu.. baju Bunga sudah tidak ditubuhnya lagi.


" serahkan tubuh kamu secara sukarela, aku tidak akan kasar" ucap Haikal sambil tersenyum.


Bunga hanya membalas dengan tersenyum, dia sedang mengumpulkan tenaga dan membiarkan Haikal lengah, setelah waktunya pas, Bunga langsung menahan kedua bahu Haikal dan membalik badan mereka, kini Haikal dibawah dan Bunga diatas. dengan cepat Bunga menarik bajunya disamping Haikal langsung lompat dari tempat tidur. Bunga berlari menjauh ingin membuka pintu, dengan cepat Haikal juga bergerak, ditangkap nya tangan Bunga dan menarik nya bersama tubuhnya duduk di sofa, kini Bunga berada dipangkuan Haikal.


" kau memang licik Bunga" ucap Haikal kesal.


" aku bukan licik.. emhhh" ucapan Bunga terhenti Karena bibir Haikal sudah mengulum bibirnya, gerakan Haikal pelan melumut bibir atas dan bawah Bunga lalu lidahnya masuk ke dalam, darah Bunga rasanya mendidih perlahan Bunga membalas gerakan Haikal.


ciuman Haikal berpindah menelusuri leher Bunga, diciumnya setiap inci meninggalkan beberapa gigitan kecil, membuat lukisan merah sebagai tanda miliknya, Bunga hanya memejamkan mata, memeluk kepala Haikal kadang meremas rambutnya, tangan Haikal bergerak ke dada Bunga yang sudah terbuka, wajahnya pun turun ke bawah, di lumutnya dua bukit kembar Bunga sambil meremas nya, Bunga hanya mendesah merasakan setiap gerakan Haikal. ditinggalkan nya beberapa bekas merah di bukit itu.


Haikal menurunkan Bunga dari pangkuan nya dan di dudukannya di sofa, Haikal berdiri membuka semua bajunya, hanya tersisa celana dalam, Bunga memalingkan wajahnya.


" kenapa tidak mau melihatnya" tanya Haikal yang kembali menciumi tubuh Bunga.


" malu" balas Bunga.


Tangan Haikal bergerak melepaskan celana Bunga tapi ditahan tangan Bunga.


" apa harus sekarang Ayy" tanya Bunga menatap Haikal.


" ya Bun sekarang, aku menginginkan nya sekarang," balas Haikal.


" tidak bisa ditunda" tanya Bunga yang masih was-was.


" No, nanti ataupun sekarang kita akan tetap melakukan nya, jangan tolak aku Bunga" ucap Haikal.


" kita lanjut di ranjang ya" ucap Haikal mencium jidat Bunga.


" Kal, berjanjilah kau tidak akan pernah meninggalkan aku" ucap Bunga yang memeluk leher Haikal yang sedang membopong tubuhnya.


" aku berjanji, itu tidak akan pernah terjadi, kau akan menjadi wanita satu-satunya dan ibu untuk anak-anakku" balas Haikal yang sudah meletakan tubuh Bunga di kasur.


Haikal mulai menciumi tubuh Bunga, tapi kali ini lebih cepat dan Bunga sudah tidak bisa mengendalikan diri lagi, wajah Haikal memandang wajah Bunga, tangan nya sudah ada di ************ Bunga dan menyentuh bagian sensitif Bunga yang membuat tubuh Bunga bergelayut menahan rasa yang baru pertama dia rasakan.


" kenapa wajahmu melihat aku, tapi tangan kamu bermain disana." tanya Bunga


" aku ingin menikmati wajah kamu, ini akan menjadi hari dan wajah yang tidak akan pernah aku lupakan" ucap Haikal mengecup kedua mata Bunga.


" aisshhh terserah kamu, mana kamu suka lakukanlah" balas Bunga.


Haikal melanjutkan aktivitasnya dan berbisik sesuatu di telinga Bunga.. Haikal mulai bergerak masuk, Bunga meringis menahan sakit yang teramat di bagian bawahnya, sampai dia meneriaki nama Haikal.


Haikal masih masuk perlahan, dilihatnya wajah Bunga menahan sakit, mencengkram seprai dan pinggulnya terangkat. Ada rasa tidak tega melihat wanitanya menahan sakit karena nya.


Haikal langsung berhenti setengah jalan, dilihatnya darah keluar, dia langsung mengaruk kepalanya dan mendekati wajah Bunga.

__ADS_1


" Bun, maaf ya" ucap Haikal.


" kenapa berhenti setengah jalan," tanya Bunga.


" gak tega" balas Haikal.


" lanjutkan Ayy, biarkan aku merasakan sakit ini sekali saja, " ucap Bunga yang di anggukan oleh Haikal.


Haikal mulai lagi, tapi kali ini Bunga lebih tenang, setelah masuk semua Haikal memeluk tubuh Bunga setelah itu bergerak memompa tubuh Bunga, Keringat membasahi tubuh mereka, Sampai mereka mendapatkan kepuasan.


malam ini Haikal melakukan hanya satu kali, karena Bunga sudah nampak lelah, dan menahan sakit bagian sensitif nya. mereka tertidur dengan saling berpelukan.


....


" Haikal bangun, Suara apa itu" ucap Bunga membangunkan Haikal.


Haikal bangun mendengar kan keributan di luar kamar.


Haikal dengan cepat memakai bajunya dan berlari keluar kamar, sedangkan Bunga ke kamar mandi membersihkan sisa darah dan milik Haikal baru Menganti bajunya ingin melihat keributan diluar.


" ada apa ayah," tanya Haikal yang Sampai diruang tamu dengan tergesa-gesa dan rambut acak-acakan, dengan baju kaos dan bokser.


Roy dan Rian melihat penampilan Haikal langsung tertawa terbahak-bahak. Rian lupa jika dia sedang di marah ayahnya, bahkan rasa sakit pukulan ayahnya dia lupakan.


" DIAAAMMMM." Teriak ayah Jose.


" ada apa ini ayah," tanya Akbar yang baru pulang melihat kemarahan ayahnya.


" kau ingin tau apa yang Rian lakukan, dia tidur sekamar dengan Riani" jelas ayah Jose.


" bukan tidur sekamar ayah, salahkan Riani datang ke kamarku aku sedang melakukan penelitian di dalam dia tidur di kasur ku, saat selesai aku langsung tidur, tidak terpikirkan jika dia disana aku pikir guling" ucap Rian bohong padahal dia tau jika itu Riani tapi membiarkan nya langsung memeluk nya tidur bersama.


" nikahin dia" ucap ayahnya.


" tidak mau" balas Rian.


" jika kau tidak mau, ayah akan mengirim Riani pergi dari sini" Rian yang mendengarnya langsung bangkit berdiri.


" baiklah, dengan syarat" ucap Rian.


" beraninya kamu mengajukan syarat, apa mau kamu" tanya ayahnya.


" nikahkan dulu kak Roy dan kak Akbar baru giliran aku" ucap Rian santai.


Roy hanya menunjukkan ekspresi biasa saja tapi tidak dengan Akbar disana tampak wajah terkejut.


....

__ADS_1


terimakasih yang sudah baca yaaa..


jangan lupa like coment dan vote..


__ADS_2