Wanita Cuek Dan Pria Dingin

Wanita Cuek Dan Pria Dingin
TAKUT KEHILANGANMU


__ADS_3

Dirumah sakit terjadi perdebatan antara Kiara dan Akbar...


Akbar yang rencananya akan pulang bersama Bee mendadak mendapatkan panggilan dari Kia dengan nada bicara Kia yang marah-marah.


" Ada apa Kia," tanya Akbar.


" ada apa? Mengapa kamu berlagak bodoh,apakah pantas seorang dokter yang sudah beristri berpelukan dengan mesra di tempat umum " ucap Kia dengan nada tinggi.


" pelan Suara kamu, aku tidak suka bicara keras " ucap Akbar.


" apa? emang ada ya, apapun yang aku lakukan kamu sukai" tanya Kia.


" Semua tindakan, sifat, apapun yang ada pada diriku tidak pernah kamu sukai, karena kamu tidak pernah mencintai aku, karena kamu terpaksa dengan pernikahan ini " ucap Kia sambil menagis.


" Tidak ada yang bisa memaksa diriku Kia, jika aku menikahi mu berarti aku memang menginginkannya, berhenti bersifat kekanakan." Jawab Akbar.


" Aku tau kamu memberikan perhatian lebih ke Bee, kamu bukan hanya mengkhianati aku, tapi juga Haikal" ucap Kia dengan penuh penekanan.


" Aku tidak pernah mengkhianati siapapun?" jawab Akbar tegas.


" sudahlah Akbar, akhiri saja pernikahan kita, tidak ada alasan lagi kita bersama " ucap Kia dengan Isak tangisannya.


" Bagus sekali keputusan mu Kia, kamu tidak ada bertanya apa yang terjadi, tapi langsung menuduhku sepihak. Rumah tangga tidak akan bertahan tanpa kepercayaan dan saling terbuka, aku sangat kecewa Kia. ucap Akbar berlalu pergi meninggalkan Kiara yang masih menangis.


Akbar melangkah dengan suasana hati yang tidak baik, bagaimana istrinya bisa punya pemikiran seperti itu?


dreettt dreettt dreettt... handphone Akbar terus berbunyi..


" Ada apa Roy?" tanya Akbar.


" Haikal mengamuk, dan menuduh kakak dan Bee selingkuh, temui Haikal sekarang" ucap Roy.


Akbar langsung mematikan telpon nya masuk mobil dan melajukan mobilnya menuju kediaman Chrispeter.


Sampai disana Roy sudah menunggu..


" mana Haikal " tanya Akbar.


" Dia keluar, Bee juga keluar seperti nya terjadi pertengkaran hebat " jawab Roy gelisah.

__ADS_1


" Sekarang akhirnya Haikal melakukan kesalahan terbesar, dari kecil berpura-pura kuat, sekarang dia menunjukkan kerapuhannya." ucap Akbar.


" kamu cari Bee, aku yang mencari Haikal " ucap Akbar langsung berlari menuju mobilnya.


Sepanjang jalan Akbar melacak keberadaan Haikal, tidak ada tempat favoritnya di negara ini, dimana dia sekarang..


Roy mengirim file, dengan cepat Akbar membukanya... dan mengikuti lokasi yang dikirim Roy.


Benar mobil Haikal berada di parkiran, Haikal berada disebuah BAR. Roy menggunakan identitas nya sebagai keluarga Chrispeter dan pasti dengan cepat dia bisa tahu dimana ruangan Haikal.


Akbar membuka sebuah pintu VIP, dilihatnya puluhan wanita sedang minum-minum dan saling mencumbu. Haikal berada di tengah-tengah mereka tapi tidak ada yang menyentuhnya, dia memegang botol minuman dengan tatapan kosong.


" keluar kalian semua, sungguh menjijikkan " ucap Akbar dengan tatapan penuh amarah.


Semua wanita yang disana takut melihat Akbar yang menatap Haikal dengan tajam, tapi ada satu wanita yang memberanikan diri mendekati Akbar dengan tubuh seksi.


" Tuan mau bermain, karena yang menyewa kami tidak ingin disentuh, saya kasih diskon khusus untuk tuan yang tampan ini " wanita Tersebut menyentuh dada Akbar tapi dengan cepat dia melepaskan nya karena tangan Akbar sudah mencekik lehernya dengan kuat.


" satu-satunya wanita yang ku izinkan menyentuh ku, hanyalah istriku " ucap Akbar kasar dengan mendorong wanita tersebut dan dia langsung lari keluar.


Akbar duduk disamping Haikal, mereka berdua diam. Haikal menyadari keberadaan Akbar tapi bayangan istrinya yang memeluk hangat Akbar benar-benar menghancurkan hatinya.


" Mengapa egois, jika ada masalah tanya baik-baik " ucap Akbar.


" Haikal, aku tahu kamu tidak mabuk, kamu tidak melirik wanita-wanita tadi, pikiran mu tidak ada disini, berpikiran dengan tenang, jangan bodoh. Kau pasti akan hancur jika kamu mengambil keputusan yang salah, dan satu hal lagi aku tidak akan pernah mengkhianati adikku." ucap Akbar.


Haikal tidak menjawab dia hanya diam menunduk kebawah, teringat kembali pertengkarannya dengan Bee yang membuat hatinya benar-benar sakit.


Tanpa basa-basi Haikal melangkah keluar dari ruangan VIP menuju ke mobilnya, Akbar mengikutinya dari belakang.


" Aku membencimu Akbar, kamu boleh mengambil apapun dari diriku, tapi bukan Bee. Tapi kau menghancurkan " ucap Haikal menatap Akbar penuh amarah.


" menghancurkan apa? kamu yang menghancurkan rumah tangga mu, cinta kalian lemah Haikal, kamu tidak memiliki kepercayaan padanya " teriak Akbar.


Haikal mendekati Akbar, memegang kerah bajunya.


" Ambilah, aku tidak menginginkan nya, besarkan lah anak kalian, aku tidak perduli " ucap Haikal di depan wajah Akbar.


" Bodoh itu anakmu, Bee sangat bahagia mendapatkan berita kehamilannya. karena kamu sangat menginginkan anak, Dari jauh dia berlari memanggil nama Haikal dan langsung memeluk diriku dan mengatakan, kamu akan menjadi ayah. ucapan itu untukmu bukan diriku. ucap Akbar terpancing emosi.

__ADS_1


" Setelah pelukan itu, dia juga meminta maaf, karena dia sangat merindukanmu. Sehingga dia berpikir diriku itu dirimu." ucap Akbar melemah.


" Aku menyayangimu Haikal, sangat menyayangimu, karena Bee hartamu yang paling berharga saat kamu pergi dia berubah, setiap hari dia marah ke Roy dan Ara tanpa sebab, dan langsung menangis. aku mengambil kesimpulan bahwa dia hamil dan aku memintanya kerumah sakit untuk periksa. usia kandungannya baru 4 Minggu, tapi sekarang hati seorang ibu sedang hancur, aku tidak tahu apa yang terjadi pada anak dan istrimu. aku berniat menjaga hartamu tapi sepertinya aku menghancurkannya." ucap Akbar yang meneteskan air mata, karena rasa kecewa nya pada Haikal tidak mempercayai kasih sayangnya.


Haikal memegang kepalanya, hatinya mulai gusar ya rasa khawatir kepada Bee sedang membayangi nya, Haikal melangkah pergi dengan sempoyongan sambil memegang dadanya menuju mobil. tapi tanpa di duga Haikal yang sedang tidak konsentrasi tidak menyadari jika ada mobil dengan kecepatan tinggi mengarah kepadanya dengan menekan klakson mobil.


Tubuh Haikal terlempar ke pinggir jalan dengan tersungkur, mobil menabrak seseorang yang sudah terlempar jauh didepan mobil, karena rasa panik dan ketakutan, mobil tersebut langsung melaju pergi meninggalkan seseorang ditengah jalan dengan bermandian darah.


orang-orang yang melihat kecelakaan tersebut dengan cepat berkumpul melihat keadaan pria yang terlempar ditengah jalan.


Haikal berdiri melangkah mendekati seseorang yang di kerumunan banyak orang, matanya sudah berkaca-kaca saat melihat Akbar yang sudah mengenaskan terbaring penuh darah.


" menyingkir " teriak Haikal.


Haikal mendekati tubuh Akbar dengan sesekali airmata nya keluar..


" kak Akbar, bertahanlah." ucap Haikal.


" hhaaiikkaall.. kau tidak terluka " tanya Akbar terbata-bata dengan wajahnya sudah penuh darah.


arrggg teriak Haikal menagis melihat keadaan Akbar ..


" kau harus kuat Haikal, tugasku sebagai kakakmu melindungi dirimuu " ucap Akbar mulai menutup matanya.


terdengar suara Haikal yang terus memanggil kakak...


" aku senang mendengar mu memanggilku kakak, dari kecil hanya Akbar Akbar dan Akbar, disaat aku meregang nyawa kau baru memanggilku kakak, aku sangat menyayangimu Haikal" batin Akbar dalam hati yang akhirnya sudah tidak sadar lagi.


Rian yang memang sedang mencari Haikal melihat kecelakaan yang menimpa Akbar dia mengumpulkan semua bayangan melindungi keluarga Chrispeter sehingga masyarakat umum menjauh Rian mendekati Akbar dan Haikal dan menyuntikkan sesuatu ke Akbar.


Mobil keluarga Chrispeter datang membawa Akbar ke rumah sakit terbesar keluar Chrispeter.


" Ian, mengapa diam saja, lakukan sesuatu " ucap Haikal


" Kal, kamu lebih tahu kondisi Akbar, harapan kita kecil " ucap Rian yang langsung menangis.


Kenyataan yang Rian pikir akan menjadi kebahagiaan Haikal akan segera sirna melihat keadaan Akbar sekarang, semua itu hanya akan membuat Haikal semakin hancur...


....

__ADS_1


terimakasih yang sudah membaca novel ini..


jangan lupa like coment dan vote...


__ADS_2