
Di kamar Bee Ara dan Kia mengamati semua aktivitas Ani....
" gila, kalau dia hidup di kota bisa jadi wanita jenius" ucap Kia
" daya ingat yang kuat, dan pemahaman yang luar biasa" sambung Ara.
" pinjem handphone ucap Bee" Ara langsung memberikan yang diminta Bee.
Bee memutar sebuah video, Ani menatap video tersebut dengan seksama, Bee memberikan handphone tersebut dan dengan cepat dia bisa menggunakan nya dan mulutnya mulai bergerak walaupun belum ada suara..
video tentang mandi, berpakaian, menata riasan, cara makan, cara membaca, menghitung, semuanya ditonton..
tiba-tiba terdengar suara keributan Bee langsung bangkit dan keluar begitu pun Ara dan Kia.
tinggallah Ani sendiri dikamar sambil menonton video.
Tidak berapa lama Ani melangkah keluar, mencari suara keributan.. dia melihat Rian yang melihat kearah nya, Ani melihat mata Rian penuh amarah dan mendekati nya... melihat Ani emosi Rian meningkat.
Rian langsung berlari dan mencekik leher Riani dengan sekuat tenaga.. paman Jose yang melihatnya langsung menahan tangan Rian.
" lepaskan nak, maafkan Riani dia tidak mengerti." ucap paman Jose.
" tidak usah ikut campur, penderitaan diriku berawal darimu.. " ucap Rian menatap paman Jose penuh amarah dan melepaskan leher Riani..
" keluar kalian semua" teriak Rian ..
KELUARRRRRRRRR......
Rian langsung melangkah pergi kesebuah ruangan rahasia nya yang hanya dia yang mempunyai akses ke sana...
" Jose biarkan dia, Rian memang seperti itu kalau sedang marah" ucap nenek Petra.
" tapi Mom Rian benar ini semua kesalahanku" ucap paman Jose sedih.
mereka semua keluar kamar meninggalkan kamar Rian yang berantakan.
Mereka semua menuruni tangga turun ke lantai satu..
" jelaskan pada nenek soal gadis ini, tapi sebelum itu kita makan dulu" ucap nenek Petra.
" nek, Kia seperti nya tidak ikut, Kia harus pulang nek, dan mempersiapkan diri kembali ke rumah sakit" ucap Kia.
" kamu yakin, jika tetap ingin pulang, biar Akbar yang mengantar" ucap nenek Petra.
" tidak perlu nek, Kia bisa sendiri..." balas Kia .
nenek Petra melihat Kia aneh kenapa Kia menolak biasanya dia paling bahagian jika sesuatu yang berurusan dengan Akbar.
" Ani, kakak Kia pulang dulu ya, kamu baik-baik dan belajar yang banyak biar cepat pintar, dan mampu menaklukkan hati kutu kumpret si Rian" ucap Kia tertawa lalu beranjak pergi dari kediaman Chrispeter.
__ADS_1
....
Dimeja makan semua terdiam karena melihat Riani memegang sendok dan bisa mengunakan pisau daging.. menggunakan garpu dan memasukkan kedalam mulutnya dengan gaya anggun..
semua mata terpana, tidak ada yang makan kecuali Riani dan nenek Petra yang tidak tau apa-apa tentang Riani.
Riani memasuki makanan nya perlahan kemulut nya, tanpa berhenti.. Riani mencoba semua masakan memasukkan ke mulut berkali-kali, ini lah nikmat yang baru dia rasakan.
" kau sangat menyukai masakan disini," tanya nenek Petra.
Riani hanya terdiam, terus mengunyah sehingga lauk pauk hampir habis, ya pemandangan yang tak lazim untuk keluarga Chrispeter..
" kenapa kalian semua tidak makan, lihatlah dia hampir menghabiskan nya " ucap nenek Petra menatap yang lainnya.
....
tokkk tokkk.. suara seseorang menuruni tangga, Haikal dan Roy serta Akbar langsung berdiri cepat lari ke pintu..
Rian berjalan keluar rumah membawa sebuah pistol, dan langsung ditahan Haikal.
" kau tidak diizinkan keluar, " ucap Haikal.
tapi Rian tidak memperdulikan nya..
" kau sekarang sudah tidak mendengar aku lagi Ian" teriak Haikal.
Roy langsung menahan Haikal agar tidak terbawa emosi, karena takutnya Rian menembakkan senjata nya..
Lama mereka di dalam ruangan tersebut...
" Bee, sebaiknya aku pergi, ada urusan" ucap Ara yang langsung pamit ke nenek Petra dan menatap Roy lalu melangkah pergi.
Riani sudah dibawa oleh maid ke dalam kamar tamu..
nenek Petra juga sudah beristirahat..
Akbar sudah masuk keruang perawatan mengecek keadaan paman Rios.
Sedangkan Haikal dan Bee sedang berada di taman belakangan rumah..
" Bun, hebat ya si Riani.. awalnya menyeramkan" ucap Haikal.
" siapa dulu gurunya Ayy, Bee gitu loh." ucap Bee.
" kapan kita keindonesiaan mengurus pernikahan kita" tanya Haikal.
" kamu serius Ayy, ingin secepat ini." tanya Bee.
" aku serius Bun, aku akan segera membahasnya dengan nenek, pernikahan mau dimana terserah kamu yang penting aku bisa memiliki kamu" ucap Haikal.
__ADS_1
" sudah pintar merayu" balas Bee tersenyum.
" aku hanya merayu, memeluk, mencium, dan melirik wanita hanya kamu Bun" ucap Haikal sambil memeluk Bee dari belakang.
Riani keluar dari kamarnya dan melangkah masuk ke kamar Rian yang berantakan..
Dipandanginya kamar tersebut..
....
Rian dan paman Jose berada disebuah kamar, masih nampak amarah di wajah Rian.
" ayah tidak tau, bagaimana perjalanan hidupmu, dan bagaimanapun mengendalikan amarahmu, jika kamu menyalahkan ayah, memang ayah salah, dari awal ayah sudah gagal melindungi kalian, gagal membesarkan kalian.. ayah tidak pantas mendapatkan maaf dari kamu dan Roy." jelas paman Jose.
" kamar ini saksi cinta ayah dan ibu, disini kami tertawa, disini ibumu menagis, disini juga kabar bahagia hadirnya kalian, disini juga bayi kembar pertama tidur... kamar ini menjadi kenangan terindah dan banyak ceritanya disini.. mungkin ibumu sudah tiada tapi cinta ayah ke ibumu tidak akan pernah berubah, sampai waktunya ayah kembali." ucap paman Jose mengingat istrinya.
" maafkan Rian ayah" ucap Rian.
" Rian tidak suka ada orang yang menyentuh barang Rian, apa yang hilang tidak akan pernah kembali.. Rian kehilangan keluarga, hidup seperti ini, teman Rian hanya satu saat lelah, menyentuh setiap benda yang masih sama dan tersusun rapi, tapi wanita itu menghancurkan semua.. imajinasi ku pun hancur, Barang-barang rahasia yang aku ciptakan semuanya dia hancurkan." ucap Rian sambil duduk tertunduk.
" maafkan Riani ya nak, dia belum mengerti" ucap paman Jose sambil mengelus kepala Rian dan mencium keningnya, lalu memeluknya,"
" aku paling benci namanya" ucap Rian ketus.
tiba-tiba pintu terbuka masuklah seseorang..
" aku juga ingin dipeluk.." ucap Roy yang baru datang.
" sini nak, ayah merindukan kalian," ucap paman Jose..
air mata paman Jose mengalir keluar dengan memeluk kedua putra kembarnya menciumi wajah mereka, begitupun Rian dan Roy yang untuk pertama kalinya merasakan sebuah pelukan, jadi begini rasanya memiliki seorang ayah, mengapa baru sekarang..
" ayah sangat menyayangi kalian" ucap paman Jose
" aku juga ayah" ucap Roy dan Rian bersamaan..
" bisa tidak ayah ganti nama wanita siluman itu" ucap Rian.
" dia sekarang sudah tidak seperti siluman lagi Ian" balas Roy.
" terserah, yang penting ganti nama itu, aku membencinya" ucap Rian.
" baiklah, namanya kita ganti, jika kamu mau menikah dengannya" ucap paman Jose.
AYYAAAHHHHH......
....
TERIMAKASIH YANG SUDAH BACA YA...
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE YA READER...