Wanita Cuek Dan Pria Dingin

Wanita Cuek Dan Pria Dingin
RENCANA PENYERANGAN


__ADS_3

Akbar, Kia, paman Jose, paman Rios dan nenek Petra tiba di Indonesia dengan menggunakan pesawat jet..


Kedatangan mereka disambut Dara dan Riani, Rian dan Roy tidak terlihat bahkan sejak pertama mereka datang ke Indonesia belum melihat nya muncul.


Dara mengajak keluarga Haikal menuju kediaman Bunga, disana mereka juga melihat Bunga serta keluarga besarnya..


Dari kejauhan paman Rios bisa melihat keamanan ketat serta teknologi di kediaman Bunga yang tidak kalah dengan keamanan Chrispeter..


" pantas saja orang tidak mudah masuk wilayah mu Bunga, kau memang wanita hebat yang bersembunyi di balik keluarga ini" batin paman Rios.


Dua keluarga bertemu, terjadi perbincangan hangat, nenek Petra sangat bahagia menyambut pernikahan cucunya, dan ayah Haikal sekaligus paman yang riang dan ceria semakin membuat dua keluarga nampak bahagia.


Bunga melihat semuanya dari lantai dua rumahnya, entah mengapa perasaan Bunga tidak tenang, ada rasa takut dan khawatir seperti ada yang mengawasi mereka, akan ada tragedi besar tapi apa entah lah, Bunga berharap itu hanyalah perasaannya.


" nona Bunga, sudah saatnya melakukan perawatan wajah," ucap salah satu maid.


di dalam kamar Bunga hanya diam, bahkan kedatangan Kiara yang menyapanya pun tidak dia dengar, sampai Dara dan Riani masuk.


" kenapa Kia?" tanya Ara.


" lihatlah sang pengantin, memasang wajah siap bertempur" balas Kia.


" Bee, kamu kenapa" panggil Ara yang menggoyangkan tubuh Bee yang membuatnya tersadar dari lamunannya.


" perasaan ku tidak enak, akan ada sesuatu yang terjadi, pernikahan ini tidak akan selancar harapan kita" ucap Bee.


" jangan berpikir seperti itu Bee, itu hanya ketakutan mu, aku akan memperketat semuanya, bahkan Haikal sudah mengerahkan seluruh tim nya untuk menjaga keamanan, disini juga ada Roy dan Rian yang turun langsung" jelas Ara.


" Haikal mengerahkan pasukan, berarti Haikal juga tau kemungkinan ada kendala," ucap Bee.


" kak Haikal itu orang yang teliti, jadi pergerakan Haikal untuk keamanan itu hal yang wajar" ucap Kia.


" Kia benar Bee, fokus saja ke pernikahan mu" lanjut Ara.


Riani Duduk dihadapan Bunga, memegang tangan Bunga dan mengelusnya, Bunga paham Riani sedang menenangkan nya, Bee hanya membalas dengan tersenyum.


....

__ADS_1


Di dalam Mansion, Haikal berdiri didepan cyber..


" Tenanglah kal, mana ada calon pengantin seperti dirimu, wajah tegang seakan-akan ingin membunuh" ucap Rian.


Tidak berapa lama Roy masuk..


" kita harus pindah ke hotel sekarang, nenek sudah bertemu keluarga Bunga" jelas Roy.


tanpa bertanya dan menjawab Haikal dan Rian langsung bangkit, melangkah keluar Mansion menuju hotel yang sudah di siapkan khusus untuk keluarga Chrispeter.


Tiba di hotel Haikal sudah disambut oleh Akbar, melihat ketegangan di wajah Haikal Akbar paham jika ada sesuatu yang menggangu pikiran Haikal.


Haikal masuk menemui nenek Petra, langsung duduk disamping neneknya.


" apa yang sedang kamu yang pikirkan kal," tanya ayahnya.


" Tidak ada yang aku pikirkan, mungkin saja aku sedikit tegang karena dalam hitungan jam aku akan menikah, aku akan mengubah status dan menambah tanggung jawab ku." ucap Haikal.


" Nenek percaya kamu bisa mengatasi semuanya kal, selama ini kamu sudah sangat hebat dalam menjaga keluarga kita, kalian berempat selalu kompak, dan saling pasang badan, dan kalian akan selalu seperti itu" ucap nenek Petra.


" iya nenek" jawab Haikal.


....


tapi sampai detik ini belum ada yang bergerak, tidak ada tanda-tanda penyerangan, serangan diam-diam ini membuat Haikal kewalahan, dia harus fokus ke pernikahan tapi juga harus fokus dengan serangan yang akan datang, Haikal tidak ingin ada korban.


tokkk tokkk tokkk.. kamar Haikal diketuk..


Haikal membuka pintu ternyata paman Rios, Haikal langsung mempersilahkan masuk..


" ada apa paman," tanya Haikal.


" kal, pernikahan kamu akan di serang diam-diam, bahkan keamanan mu tidak bisa melawan mereka" ucap paman Rios.


tidak berapa lama Suara ketukan lainnya yang langsung dibuka oleh paman Rios, masuklah Roy, Rian , dan Akbar.


" apa lagi ini" tanya Rian yang langsung melemparkan tubuhnya di kasur.

__ADS_1


" pernikahan Haikal akan diserang" ulang paman Rios.


" tenanglah, aku sudah memperketat keamanan," jawab Roy.


" Roy, keamanan Bee jauh lebih hebat dari yang baru kamu kerahkan, tapi apa mereka perlahan menghilang, " balas paman Rios.


" siapa lagi kali ini musuh kita, yang selalu bikin masalah itu anda" ucap Rian.


" terserah kamu Rian, kamu tidak punya bukti jika kami terlibat" balas paman Rios.


" jadi apa yang harus kita lakukan paman" tanya Akbar.


" aku akan menarik mereka keluar, karena sebelumnya aku pernah melawan mereka tapi kami kalah, dan Bee lah orang yang mampu menyingkirkan mereka dari bisnis gelap, tapi setidaknya aku tau kelemahan nya." jelas paman Rios.


" wwooww.. jadi kami harus percaya, bagaimana jika semua ini rencana anda." tanya Rian.


" Rian, paman tidak punya hutang padamu, tapi pada Haikal, karena keegoisan paman dia kehilangan orang tuanya dan kakaknya. mungkin ini menjadi kesempatan terakhir paman membayarnya." jelas paman Rios.


" Kal, fokuslah ke pernikahan kamu, aku akan mengambil alih semuanya.." balas Roy.


" aku setuju dengan Roy, pernikahan kamu harus sukses, baru kita bisa menganggap menang." lanjut Akbar.


" Paman, apa ini musuh Bee" tanya Haikal.


" iya, tapi bukan hanya Bee, dia musuh keluarga kita, terutama Kakekmu, Bee menghancurkan mereka karena ada bisnis gelap yang menyentuh perusahaan KBC, Bee tidak memberi ampun, mungkin karena mendengar dua musuh besar menikah, terjadilah seperti ini." jelas paman Rios.


" Berarti mereka tidak bekerja sendiri paman," ucap Haikal.


" umumkan pada keluarga inti, ijab kabul dipercepat dan hanya keluar inti yang hadir." ucap Haikal.


" kenapa kal?" tanya Rian.


" penyerangan akan dilakukan sebelum ijab qobul, jika kita ubah jadwal, mereka juga akan akan mengubah pergerakan, disana kalian semua bergerak" jelas Haikal.


Roy tersenyum, dia bisa membaca gerakan tubuh Haikal, sekalipun diruang ini pengkhianat itu berada mereka akan kalah cepat. Haikal tidak mengubah rencana apapun, tapi memasukan langsung para bayangan sebagai tamu, dan memasang para pendeteksi gerakan tubuh yang hanya di mengerti oleh Haikal dan Roy. jadi sebelum mereka menyerang Haikal dan Roy sudah mengetahui nya.


" Kal, gue hanya berdoa, Lo bisa fokus di ijab qobul dan tidak lupa siapa nama pengantin mu" hahahaha tawa Roy terdengar membuat yang lainnya binggung.

__ADS_1


....


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE....


__ADS_2