Wanita Juga Bisa Berkarir!

Wanita Juga Bisa Berkarir!
Boss baruku yang galak.


__ADS_3

 


Sesampainya aku dikantor baruku.


 


"Waaahh," kataku takjub melihat kantor yang megah.


"Gede banget ni kantor dan gue bakal kerja disini aahh kereeen!!" kataku gemes.


Tiba tiba seorang pria keluar dari dalam kantor dan memandang tajam padaku.


Dia berdiri di pintu kantor.


"Maaf pak saya ini naila, e.. saya yang mau urus kontrak pak," kataku gugup sembari menunduk.


"Saya adalah direktur perusahaan ini, ya saya tau kamu naila saya kecewa hari pertama saja kamu sudah terlambat bagaimana kedepannya." katanya sambil berbalik badan.


"Ehm kan tadi sudah saya jelaskan kalau saya dan rekan saya kecelakaan jadi saya tadi itu..~" kata kataku terputus saat dia menjulurkan tangan tanda menyuruhku berhenti berkata.


"Sstt, jangan banyak alasan karna di kantor ini gak ada yang sukses kalau banyak alasan," katanya sok elegan.


"Ihh nyebelin banget ni orang," kataku dalam hati.


"Oh iya nama saya Matthew No. Saya akan sebutkan beberapa hal yang paling saya tidak suka daaan jangan sampai kamu melalukan diantaranya pertama saya paling gak suka di komen saat saya bicara, kedua saya gak suka ada yang pacaran dikantor, ketiga saya gak suka orang yang lelet dalam hal apapun itu, hmm tambahannya akan dijelaskan oleh sekretaris saya," katanya menjelaskan panjang lebar.

__ADS_1


"Iya pak saya akan bekerja sebaik mungkin," jawabku pendek.


"Reina..!" katanya dengan keras.


Dan keluarlah seorang wanita cantik dan modist.


"Iya pak, ada yang bisa saya bantu," katanya dengan sopan sambil menunduk.


"Tolong kamu urus arsitek baru itu dan jelaskan peraturan kantor agar dia tidak membuat saya marah," katanya pada sekretarisnya itu lalu dia pergi dari tempat itu.


"Ya..ya..ya.. dasar boss galak," kata sekretaris itu saat matthew no sudah jauh dari tempat awalnya.


"Ohh ternyata sekretarisnya juga tidak menyukainya," kataku dalam hati.


"Ohh iya mbak saya reina sekretaris pak No.


"Gak usah panggil mbak saya masih mahasiswi kok, e..e ya begitulah mbak agak gak nyaman sih," kataku.


"Oh gitu ya nama kamu siapa?" tanyanya.


"saya naila," jawabku pendek.


"Bentar deh nai bukannya kamu berdua ya bareng temen kamu soalnya tadi pagi saya di telpon dekan untuk masalah kontrak." katanya bingung.


"Nah itu masalahnya makanya saya telat tadi, saya sama teman saya kecelakaan waktu mau berangkat ke sini," kataku menjelaskan.

__ADS_1


"Oh gitu ya kalau gitu yuk saya ajak keliling kantor lalu saya tunjukan ruangan kamu nai, kamu nanti se ruangan sama teman kamu itu, trus juga nanti aku jelasin peraturan kantor ini," katanya sambil mengajakku masuk.


"Ya makasih ya mbak reina atas bantuannya." kataku berterima kasih.


"Mari naila," ajaknya.


Dia mengajakku berkeliling kantor dia juga menjelaskan beberapa peraturan kantor dan hal hal yang tidak disukai pak no.


Setelah selesai kami pergi ke ruanganku.


"Waah kantornya besar sekali ya mbak reina," kataku takjub.


"Ya begitulah kalau begitu saya tinggal dulu ya nai mau urus soal kontrak kamu," katanya sambil membuka pintu.


"Ya saya tunggu disini mbak," kataku duduk di sofa dalam ruangan.


 


Kemudian dia meninggalkan ruangan, setelah itu aku menelpon steven.


 


"Halo stev gimana keadaan lo?" tanyaku.


"Gue udah baik kok eh gimana bos baru kita?" tanyanya balik.

__ADS_1


"Udah nanti aja gue ceritain di rumah sakit. Pokoknya namanya Matthew no truss orang nya gak banget." kataku menjelaskan.


__ADS_2