
"Oh menurut bapak gitu," kataku menanggapi sarannya.
"Ya gitu deh," katanya.
Sepanjang perjalanan aku mempertimbangkan saran boss ku itu.
"Udah sampe nih jangan bengong mulu," katanya sambil menepuk pundak ku.
"Eh eh eh iya pak sorry saya tadi mikirin saran bapak tadi," kataku.
"Ya udah sana turun inget besok jangan telat,"
katanya.
"Siap boss," kataku sembari membuka pintu mobil.
Setelah aku turun dari mobil aku menoleh ke arah kost an sisil kulihat steven berlutut di depan sisil dan ku simpulkan kalau steven nembak sisil. Aku berlari masuk ke dalam kost an ku.
"Sakit banget hati gue liat steven nembak sisil sekarang gue udah ada keputusan gue bakal ambil beasiswa itu," kataku sambil menangis.
Keesokan harinya.
"Uaah," aku menguap tanda masih mengantuk.
"Sekarang gue ke kantor dulu abis tuh nanti malem aku urus beasiswa itu," kataku sambil bersiap berangkat ke kantor.
Setelah selesai bersiap aku keluar dari kost an. Kulihat di kost an sisil ada steven dan mereka sedang ngobrol asik. Saat aku mendekat.
"Hai nai gabung yuk," kata sisil menyapa ku.
"Enggak aku soalnya buru buru, mau survei lokasi," kataku mengelak.
"Oh gitu ya udah hati hati dijalan ya," katanya.
"Iya," jawabku pendek.
"Ngak mau berangkat bareng aja nai," kata steven.
"Ngak kayaknya kalian lagi asik lanjut aja dulu," kataku.
"Ya udah deh," katanya.
Aku melanjutkan perjalanan menuju ke kantor menggunakan taksi.
"Kenapa ya setiap gue liat steven berduaan sama sisil hati gue kayak tersayat sayat perih banget," kataku dalam hati.
Aku termenung sepanjang perjalanan. Tak terasa akupun sampai di kantor.
"Neng udah sampai," kata pak supir padaku.
"Eh iya pak maaf saya melamun," kataku.
"Iya gak papa kok," kata supir itu menanggapi.
Aku keluar dari taksi dan berjalan menuju ke dalam kantor aku melamun tiba tiba dari belakang ku mobil klakson sangat kencang aku terkejut.
__ADS_1
"Aaaaaaaa!!!" jerit ku spontan.
"Minggir saya mau lewat," kata seorang pria dari dalam mobil.
"Iya iya," kataku sembari menyingkir.
Mobil itu berlalu di depanku.
"Mobil siapa sih nyebelin banget gak tau apa orang lagi bete," kataku sambil menendang batu.
Tak kusangka batu yang ku tendang mengenai seseorang.
"Aduh.." jerit orang itu.
"Mati gue siapa tuh yang kena," kataku dengan raut wajah panik.
Aku mendekat ke arah sumber suara.
"So..so..sorry saya gak sengaja," kataku sambil merunduk.
"Kamu sembarangan aja nimpuk saya kamu saya apaan," kata orang itu mengomel.
"Kok gue kayak kenal ya sama suaranya," kataku sambil mengangkat kepalaku perlahan. Ternyata yang ku timpuk adalah pak No.
"Tuh kan bener habis deh gue," kataku sambil merunduk lagi.
"Kamu saya hukum ambil bahan survei di lantai 9 tanpa lift, SEKARANG!!!" katanya seraya membentak.
"Tapi pak.." kataku terpotong.
"Ngak ada tapi tapi an udah sana jangan pake lama nanti kita telat lagi," katanya dengan nada tinggi.
"iya pak," jawabku pendek.
Aku berjalan menuju ke dalam dan menaiki tangga saat sampai di lantai 2.
"Ihh nyebelin banget sih itu si boss kan capek ke lantai 9 gak pakai lift udah gak bener itu otaknya gak punya hati nurani banget gak tau ini gue capek banget," kataku mengomel di anak tangga.
"Aduh yang ada gue pingsan nih sampai bawah dia gak kapok apa udah pernah bikin gue pingsan waktu itu," kataku mengomel.
"Duh kok ini mata gue samar ya ngeliat semuanya," kataku saat berada di depan ruanganku.
Tubuhku mulai goyang sampai akhirnya aku terjatuh dan tak sadarkan diri. Saat aku membuka mata aku melihat sekelilingku ternyata aku sudah berada di ruanganku. Dan steven sedang mondar mandir di depanku.
"E..stev," kataku masih lemas.
Dia spontan mendekat dan memegang tanganku juga mengelus rambutku.
"Nai lo udah sadar," katanya.
Aku hanya tersenyum kecil.
"Syukurlah gue panik banget tadi waktu gue mau keluar ruangan lo tiba tiba jatuh ya langsung gue tangkaplah," katanya.
"Ngak gue gak apa apa kok, oh iya lo ada liat berkas yang gue pegang gak," kataku sembari duduk.
"Iya tuh ada di meja lo. Emang berkas apaan sih kayaknya penting amat," katanya.
"Itu berkas buat survei proyek baru kita itu," kataku memberitahu.
"Oh lo survei bareng gue kan," katanya.
"Enggak gue bareng pak Matthew lo bareng mbak reina aja," kataku.
"Tumben lo panggil pak Matthew biasanya juga pak No atau boss rese," katanya dengan raut wajah sedih.
Aku berusaha tak perduli.
__ADS_1
"Ya gak apa apa kan emang ada masalah," kataku menyela.
"Emang gak masalah sih tapi tumben aja dan sekarang kelihatannya lo makin deket aja sama dia," katanya.
"Ya gak apa apa lah," kataku.
"Tapi lo makin cuek sama gue," katanya.
"Ngak ah perasaan lo aja lagian lo sekarang baperan amat sih," kataku sambil mengambil berkas itu lalu keluar dari ruangan.
Setelah itu aku berjalan menuju ke ruangan pak No.
"Pak," kataku sembari membuka pintu perlahan.
"Iya masuk aja," katanya.
"Ini pak saya sudah bawa berkasnya kita bisa berangkat sekarang," kataku menjelaskan.
"Ya sudah kamu tunggu di loby nanti saya menyusul.
"Baik pak," kataku.
Aku berjalan menuju loby tiba tiba mbak reina memanggil ku.
"Nai!" jeritnya.
Aku berbalik ke belakang.
"Iya mbak ada apa," kataku menyaut panggilannya.
"Kamu ke lokasi survei bareng siapa," katanya.
"Saya bareng pak No mbak," jawabku singkat.
"Kalau gitu saya bareng siapa dong," katanya kebingungan.
"Bareng steven aja mbak dia kan juga mau survei," kataku menyarankan.
"Ohh kalau gitu aku ke ruangannya dulu ya," katanya.
"Oke mbak," jawabku.
Setelah dia meninggalkan ku aku kembali berjalan menuju loby. Saat sampai di loby aku duduk di sofa sambil membaca majalah.
Dan ku baca ada 5 cara untuk move on.
1.menjauh dari orang itu
2.mencari kekasih lain
3.mencari kesibukan
4.Curhat dengan teman atau sahabat
5.Berbagi waktu dengan keluarga.
"Tuh kan bener gue harus menjauh dari steven dan mencari cinta yang memang seharusnya menjadi milik gue," kataku sembari menutup majalah itu.
Setelah tak berapa lama menunggu pak No datang.
"Yuk kita berangkat nanti biar steven dan reina menyusul nanti keburu ditungguin client," katanya sambil melirik jam tangannya.
"Ya ayo pak saya sudah siap," kataku sambil berdiri dari sofa.
Kamipun berjalan menuju parkiran. Saat sampai di parkiran kami langsung masuk ke dalam mobil dan berangkat menuju ke lokasi survei.
__ADS_1