Wanita Juga Bisa Berkarir!

Wanita Juga Bisa Berkarir!
Ternyata gini rasanya cemburu.


__ADS_3

Tak lama kemudian, mbak reina kembali ke ruanganku aku langsung menutup telpon tanpa berkutik.


"Huh semoga aja dia gak denger," kataku dalam hati.


"Yuk nai kita ke ruangan pak No untuk tanda tangan kontrak," katanya.


"Ya mbak," kataku sambil keluar ruangan.


Setelah aku berada di dalam ruangan pak No aku merasa aneh dengan selera desainnya warna wallpaper dindingnya hitam pokoknya hitam seluruh ruangan. Hanya warna lampu berwarna putih terang.


"Idih seleranya gak keren amat baru kali ini gue lihat ruangan kantor temanya hitam putih, kayak hotel bulan madu aja," kataku dalam hati.


"Pak ini naila mau tanda tangan kontrak," kata mbak reina lembut.


Dia memutar kursi kerjanya dan melempar berkas ke meja.


"Itu kontrak baca dan tanda tangan dan kalau sampai melanggar kontrak kamu harus bayar pinalti sebesar 2 miliyar. Paham!!" katanya.


"Iya pak," jawabku pendek.


 


Lalu aku dan mbak reina duduk. Akupun membaca kontrak itu lalu menanda tanganinya.


"Sudah pak," kataku.


"Ya sudah besok kembali ke sini jam sembilan pagi dan kalau sampai telat saya sendiri yang akan urus pembatalan kontrak dengan kamu juga teman kamu." katanya.


"Ya kalau begitu saya pulang dulu pak mbak reina. Selamat siang," kataku sembari berdiri lalu keluar dari ruangan itu.


"Ihh nyebelin banget sih itu si pak No pantes aja tu nama nya ada no nya sifatnya nooo banget," omelku setelah berada di luar kantor.


Akupun pergi menaiki angkot menuju ke rumah sakit untuk menjenguk steven.


Sesampainya di rumah sakit. Aku langsung masuk ke ruangan steven.


"Hai stev," kataku sambil meletakkan tas.


"Hai nai ceritain dong boss baru kita," katanya sambil mendudukan diri.


"Mending gak usah ceritain dia deh orangnya itu nyebelin banget sok cool padahal mah enggak sama sekali." kataku sebel.


Steven tertawa terbahak.


"Masa sih orangnya gitu pastinya nyebelin banget sih," katanya meledekku.


"Iya dia nyebelin banget ehh jadi gimana kapan lo boleh pulang?" kataku sembari bertanya.


"Gue udah boleh pulang hari ini lo bantu gue beres beres baju ya," katanya.

__ADS_1


"Yeay berarti besok gue gak bakal nemuin boss rese itu sendirian," kataku sambil memasukkan beberapa baju ke dalam tas.


"ya..ya..ya," katanya.


Setelah itu dia mengurus administrasi dan aku memesan taksi online.


Tak berapa lama taksi pun datang aku memasukkan tas steven yang berisi baju ke dalam bagasi.


"Akhirnya pulang juga culun banget gue di rumah sakit," katanya sambil merapikan rambutnya dengan gayanya.


"Yap lu culun banget waktu lu dirumah sakit males gue liatnya." kataku meledeknya.


Aku dan steven bercanda tawa di dalam taksi.Tak terasa akhirnya kami sampai di kost an. Aku mengambil tas dari bagasi dan membawanya masuk ke dalam kost an steven.


"Ya udah stev gue pulang dulu ya ingat nanti malam kita ada kelas daan seterusnya kita ngampus malam karna besok kita udah mulai kerja," kataku setelah merapikan barang barangnya ke lemari.


"Nai makasih ya lo selalu ada buat gue," katanya sambil memelukku dari belakang.


Baru kali ini aku mendengar steven berbicara begitu dalam sampai aku terbawa perasaan.


"Ya sama sama. Satu hal yang perlu lo tau kalau gue akan selalu ada buat lo kapan pun itu." kataku membalas perkataannya lalu pergi tanpa berbalik.


Sesampainya di kost an aku menangis.


"Andai saat itu kita gak punya komitmen pasti aku dan lo stev kita udah..~" kata kataku terputus karna telponku berdering.


"Halo. ini siapa ya?" sapaku sembari bertanya.


"Ayah..! Ibu..!" jawabku kaget.


"Iya nak gimana kabar kamu disana ibu kangen banget sama kamu," kata ibu.


"aku baik kok bu, ohh iya besok aku mau transfer uang 10 juta ke rekening ibu dan ayah," kataku menjelaskan.


"Hah..! 10 juta banyak banget nai emang kamu kerja apa disana," kata ayah sontak terkejut.


"Ayah tenang aja ya nai disini kerja halal kok," kataku dengan mata berkaca kaca.


"Ya udah jaga diri kamu baik baik ya nai," kata ibu dengan lembut.


"Ya bu yah pokoknya ibu dan ayah gak usah khawatir aku pasti baik baik aja, kalau gitu aku tutup dulu ya soalnya ada urusan penting," kataku berusaha menenangkan hati mereka.


"Ya daaah nai sayang," kata ibu lembut.


"daah ibu daah ayah," kataku. Setelah itu aku bersiap siap, aku mandi dan lain lain. Setelah selesai bersiap aku pergi ke kost an steven.


Aku melihat taksi di depan kost an nya sisil karna penasaran aku mendekat dan bertanya pada supirnya.


"Malam pak, bapak tadi habis antar siapa?" tanyaku.

__ADS_1


"Saya tadi antar mbak yang habis keluar rumah sakit katanya sih dia ngekost disini," katanya menjelaskan.


"Ohh makasih ya pak," kataku.


"Iya sama sama mbak kalau gitu saya pergi dulu ya. Permisi," katanya sambil membuka pintu mobil lalu masuk dan berlalu.


"Berarti sisil udah pulang dong," kataku dalam hati.


"Siiiil!!!" jeritku dari luar.


Lalu aku masuk ke dalam.


"Iya ada apa kok teriak segala," katanya lemas.


"Enggak gue seneng banget lo udah pulang," kataku.


"Iya tadi dokter bilang aku udah bisa pulang jadi aku males nunggu sampai besok makanya aku pulang sekarang," katanya sambil merapikan beberapa barang.


"Sini gue bantu," kataku sembari memasukkan bajunya ke dalam lemari.


"Makasih," jawabnya pendek.


"Oh iya kok lo gak bilang lo mau pulang kan bisa dijemput sama gue," kataku sembari duduk setelah selesai merapikan baju sisil.


"Aku tau kamu hari ini sempet kecelakaan sama steven lagian kan kamu tanda tangan kontrak hari ini jadi aku gak mau ngerepotin ya jadinya aku pulang sendiri," katanya sembari merapikan tempat tidur.


"Kok sisil tau semuanya ya dia tau dari mana," kataku dalam hati.


"Hmm.. lo tau dari mana sil?" tanyaku melepas rasa bingung.


"Darii.. darii.. steven," katanya gugup.


"Hah dari steven," kataku kaget.


"Eee.. iya emang kenapa?" tanyanya bingung.


"Enggak gak papa kok," kataku ngeles.


"Ini jam tujuh biasanya kamu di rumah aja ini kok kamu rapi banget," tanyanya dengan raut wajah bingung.


"Ohh aku mau ngampus kan mulai besok aku kerja tuh jadi aku kuliah malem bareng steven." jelas ku.


"Ohh gitu ya udah berangkat gih nanti telat lagi," katanya.


"Ya udah deh kalau gitu gue cabut dulu ya kita lanjut nanti aja," kataku sembari berdiri berdiri.


"Bye," katanya.


"Byee," balas ku.

__ADS_1


Di perjalanan menuju rumah steven.


"Kayaknya steven udah mulai deket sama sisil sampai semuanya aja pake diceritain ke sisil, ternyata gini ya rasanya cemburu bener bener sakit," kataku dalam hati.


__ADS_2