
Sesampainya di rumah steven aku mengetuk pintu. Dan tak lama setelah itu dia keluar dari dalam rumah.
"Hai bubu," kataku.
"Lho kok kamu kesini pagi pagi," katanya.
"Tau gak aku itu mau cari tempat yang kecil aja sih buat kantor baru aku," kataku.
"Ohh ya udah aku temenin ya," katanya.
"Ya udah buruan mandi," kataku sambil mendorongnya masuk ke dalam.
Saat aku masuk rumah steven sepi dan berantakan.
"Stev mama kamu kemana papa kamu juga," kataku.
"Mama papa lagi pergi," katanya cukup keras.
"Trus bibi mana rumah kamu kok berantakan banget," kataku.
"Bibi lagi cuti ayahnya sakit," katanya.
"Ya ampun steven kasihan banget pantesan rumahnya berantakan dia kan anak manja mana mungkin dia bisa bersihin rumah mending gue aja deh," kataku pada diri sendiri.
Kemudian aku mulai merapikan rumah steven. Saat tengah merapikan rumah tiba tiba mama dan papa steven pulang.
"Eh ada naila," kata mamanya steven.
"Eh om tante selamat pagi om tente," kataku gugup sambil menyalami keduanya.
"Iya kamu kenapa bersih bersih disini," kata tante.
"Maaf ya tan kalau naila lancang naila kesini mau ajak steven bantu cari tempat buat naila bikin kantor, trus waktu masuk ke dalam rumahnya berantakan banget jadi naila inisiatif buat bantu bersih bersih," kataku semakin gugup.
"Ya ampum gak apa apa kali nai malah seneng deh steven bisa kenal perempuan kayak kamu udah cantik pinter rajin lagi tante suka banget perempuan kayak gitu," kata tante.
"Gak ah tante biasa aja naila kan cuman bantu bersih bersih," kataku.
"Ya udah tante sama om ke atas dulu ya soalnya mau istirahaat," kata tante.
"Oh iya naila kamu udah pacaran ya sama steven," kata om.
Aku hanya tersenyum malu.
"Ihh papa jangan ditanya kayak gitu nailanya jadi malu," kata tente pada om.
"Iya iya ya udah yuk naik ke atas," kata om.
Kemudian setelah tante dan om pergi ke kamarnya aku melanjutkan bersih bersih.
Tak lama kemudian steven selesai mandi kamipun berangkat ke kota.
"Stev kita cari kemana ya dari tadi kita udah cari cari gak ada yang sesuai," kataku.
__ADS_1
"Kamu jangan nyerah gitu dong kita pasti bisa nemuin tempatnya," katanya.
"Eh eh bu tunggu deh liat deh ruko yang itu kayaknya cocok deh buat kantor properti aku suka," kataku.
"Ya udah kita kesana ya lihat nomor telpon yang punya trus kita telpon deh orangnya," kata steven.
Kemudian kami berjalan mendekati ruko itu dan menelpon pemilik ruko.
"Halo selamat siang," kataku.
"Iya selamat siang," kata seorang perempuan.
"Ini bener pemilik ruko di jalan utama no 7," kataku.
"Iya saya sendiri ada apa mau beli ruko saya," katanya.
"Begini bu gimana kalau enaknya kita ketemu aja ya di restoran yang gak jauh dari ruko ibu," kataku.
"Oke saya kesana sekarang," katanya.
Saat di perjalanan kami bertemu emely yang sedang kesulitan karna mobilnya mogok. Steven berhenti dan menolong emely.
"Hai stev kalian mau kemana?" tanyanya basa basi.
"Kita mau ketemu sama pemilik ruko itu," kataku jutek sambil menunjuk ke arah ruko itu.
"Eh ngomong ngomong mobil lo kenapa kok berhenti di pinggir jalan sih," kata steven dengan lembut.
"Ini stev kayaknya mobil gue mogok deh buktinya aja dari tadi gue coba coba gak bisa," katanya.
"Ya udah gue bantu chek ya," kata steven.
"Tapi stev kita kan mau ketemu sama pemilik ruko itu," kataku protes.
"Terserah kamu deh," kataku kesal
Setelah kurang lebih satu jam memperbaiki mobil emely akhirnya mobilnya kembali bagus.
"Coba lo tes lagi deh udah gue perbaiki," kata steven.
Saat itu tiba tiba telpon ku berdering.
"Ya halo," kataku.
"Halo saya udah nunggu disini hampir se jam tapi kamu gak datang juga ya udah gak jadi saya jual ke kamu saya pulang aja," katanya marah marah.
"Tapi buk bisa tunggu sebentar lagi gak soalnya saya di jalan nih," kataku.
Lalu tiba tiba dia mematikan telponnya.
"Tuh kan belum apa apa juga steven udah bikin aku kecewa," kataku sambil menangis.
"Mending aku pulang aja deh," kataku sambil berjalan menjauh dari mereka.
Kemudian aku naik taksi dan pulang. Sesampainya di rumah aku langsung masuk ke kamar dan membanting pintu.
"Ihh sebel banget sama bubu dia bikin aku kecewa cuman demi perempuan itu," kataku sambil memukul mukul tempat tidur.
Tiba tiba ibu mengetuk pintu.
__ADS_1
"Nai nai kamu kenapa jangan macem macem ya," kata ibu sambil mengetuk pintu.
"Iya bu naila gak bakal macem macem kok," kataku.
"Kamu ngapain di dalam," kata ibu.
"Nai cuman lagi pengen sendiri," kataku.
Kemudian ibu berhenti memanggil ku.
"Ihh aku jadi batal buat dapat ruko yang aku mau," kataku kesal.
Hari mulai sore akupun mandi setelah selesai mandi aku duduk di tempat tidur sambil memikirkan steven.
"Ihh kok bubu gak nyusul aku sih minta maaf gitu," kataku kembali mengomel.
Tak lama setelah itu steven datang ke rumahku.
"Nai ini ada bubu kamu," kata ibu seraya meledek.
"Ihh ibu..., bilangin sama dia aku lagi gak mau ketemu dia," kataku.
"Yakin kasihan lo bubu nya," kata ibu kembali meledek.
"Ihh ibu jangan meledek aku deh sebel ah," kataku pada ibu.
Steven mendekati pintu kamarku dan berbicara disitu.
"Ci pliss jelasin ke aku kamu kenapa tadi kok pulang sendiri trus kamu kok ngambek gini," katanya.
"Tanya aja sama diri kamu sendiri aku kok sebel sama kamu," kataku.
"Iya kamu jelasin aja cici," katanya.
"Ya udah deh aku pulang duluan," katanya.
"Ya udah pulang aja sana aku gak perduli," kataku.
"Yakin...inget gak dulu aku kecelakaan karna bawa motor habis berantem sama kamu, jadi kalau nanti kita gak ketemu lagi aku harap kamu bahagia tanpa aku," katanya berusaha memancing ku.
Karna aku trauma dengan kecelakaan steven malam itu aku langsung keluar dari kamar.
"Bu steven udah pulang ya," kataku pada ibu dengan nada panik.
Tak ku sadari ternyata steven sedang bersembunyi.
"Belum kok," kata steven.
"Ya udah pulang aja sana," kataku berpura pura tak perduli.
"Yakin gak takut kehilangan aku," katanya.
Aku langsung berbalik dan memeluknya erat.
"Ihh bubu jangan bahas soal kecelakaan kamu itu aku takut tau itu kejadian lagi," kataku.
"Ya udah kalau takut kamu jangan ngambek lagi sama aku kalau ada masalah ceritain ke aku nanti kita selesaikan bareng bareng," katanya.
Lalu kami berjalan menuju rumah pohon dan bercerita disana supaya ayah dan ibu tidak tau.
__ADS_1