
"Memangnya kenapa kamu gak kerja?" tanyanya.
"Jadi gini bu, saya mau ikutan kontes di kampus jadi saya mau mempersiapkannya hari ini soalnya kontesnya besok." kataku menjelaskan.
"Ohh ya udah gak apa-apa, tapi biaya udah ada?" katanya sembari bertanya.
"Udah kok bu, ya udah kalau gitu saya pamit ya bu." kataku sambil memcium tangannya.
"Iyaa, hati hati ya dijalan jangan kebut kebutan," katanya.
Setelah itu kami kembali menaiki sepeda motor. Di perjalanan steven mengendarai sepeda motor sangat ngebut. Jantung ku berdegup sangat cepat.
"Tuhan lindungilah aku," kataku dalam hati.
Aku berpengangan pada besi bagian belakang, karena tak berani memeluk steven.
"Woy, steven pelan pelan dong nyetirnya gue gak mau mati sekarang," jeritku sambil menutup mataku.
"Makanya pengangan ni dipinggang gue," katanya sambil menepuk pinggangnya.
"Ah, apaan jangan modus lu jangan mentang mentang gue takut gue mau gitu meluk lo," omelku dengan suara keras.
"Ya udah terserah lo aja," katanya sambil menambah kecepatan motor.
Karena merasa deg degan akhirnya aku spontan memeluk steven.
"Waaaahh," jeritku sambil memeluk steven.
"Nah akhirnya lo peluk juga kan," ledeknya.
"Yaa..terpaksa," kataku kesal.
Akhirnya kami sampai di kost kostan.
"Huuh akhirnya sampai juga, haduh sport jantung gue," kataku lemas sambil turun dari motor.
__ADS_1
"Alah, lebay amat sih lu baru gitu aja dibilang sport jantung." katanya meledek.
"Ya iyalah gimana kalau tadi kita jatoh bisa mati gue," kataku kesal.
"Apaan sih lebay deh, eh eh eh tapiii lo seneng kan." katanya sambil tersenyum geli.
"Apanya yang seneng aneh lo," kataku semakin kesal.
"Ya lo pasti seneng secara lo tadi meluk gue. orang paling ganteng sejagat raya." katanya dengan sombongnya.
"Apaan sih pd banget lo, udah gue mau masuk truss siapin presentasi besok," kataku sambil membuka pintu.
"ya udah bye.." katanya sambil menyalakansepeda motornya lalu pergi.
Aku pun masuk dan mempersiapkan bahan untuk presentasi besok.
"Aku harus menang supaya aku bisa buktiin ke orang banyak kalau wanita juga bisa berkarir," kataku sambil mulai mempersiapkan desainnya.
Keesokan harinya ketika aku akan berangkat aku melihat sisil keluar kost\-an dengan wajah pucat dan dia berjalan tidak beraturan.
"Lo kanapa sil kok lemes gitu?" tanyaku bingung.
"E..e..enggak aku gak papa kok cuma kecapean aja mungkin," katanya dengan nafas tersenggal senggal.
"Kalau gitu gue anterin ke rumah sakit aja ya sil," kataku menyarankan.
"Eits tapikan gue mau presentasi desain gue," kataku dalam hati.
"Gak usah nanti kita telat ngampus," katanya.
"Daripada lo nanti pingsan di kampus, yuk buruan nanti malah jadi telat," kataku lagi.
Lalu aku memanggil taksi dan pergi ke rumah sakit, setelah sampai di rumah sakit aku membayar taksi dengan uang terakhirku.
__ADS_1
Lalu masuk ke dalam rumah sakit.
"Sus, tolongin temen saya," kataku pada salah satu suster.
"Iya iya," katanya sambil mengambil kursi roda.
Setelah itu sisil ditangani oleh dokter. Aku binggung karna waktunya sangat sedikit untuk balik ke kampus. Tetapi, aku tidak mungkin meninggalkan sisil sandiri disini.
"Duh, gimana kalau aku gak jadi presentasi," kataku panik.
Tak lama kemudian dokter keluar.
"Gimana dok temen saya dia baik baik aja kan?" tanyaku panik.
"Teman anda harus dirawat inap, karena kondisinya sangat drop," sarannya.
"Ohh, gitu ya dok. Ya sudah kalau saya tinggal dulu gak apa apa kan dok," kataku binggung.
"Tapii anda harus membayar biaya administrasi dulu." katanya.
"E..e..e gini dok nanti pulang dari kampus baru saya bayar," kataku semakin binggung.
"Ohh ya sudah lah, gak apa apa nanti temen kamu suster yang jagain." katanya.
"Ya udah makasih ya dok kalau gitu saya pamit," kataku sambil berlari keluar rumah sakit.
Sesampainya diluar rumah sakit.
"Ohh iya kan duit gue udah habis gimana baliknya," kataku semakin binggung.
Dan akhirnya aku memutuskan untuk berlari ke kampus.
"Udah deh gak usah manja naila lo mending lari aja," kataku pada diri sendiri.
Aku pun berlari menuju ke kampus, keringat bercucuran tak hiraukan. Saat sedang berlari aku tak melihat jalan, ternyata ada lubang dan akhirnya aku terjatuh.Dan bahan presentasi terjatuh ke dalam genangan air yang akhirnya basah.
"Yah gimana nih basah lagi masa gue presen tasi gak pake bahan," kataku panik bukan. kepalang.
__ADS_1