Wanita Juga Bisa Berkarir!

Wanita Juga Bisa Berkarir!
Steven marah padaku.


__ADS_3

 


Setelah berada di dalam aku serasa ingin menangis, tapi aku sedang berusaha untuk mengubur perasaanku pada steven.


"Sorry stev gue gak bermaksud buat kecewain


lo tapi gue bener bener harus kubur dalam dalam perasaan gue ke lo untuk itu gue harus jaga jarak sama lo." kataku dengan suara berbisik.


Lalu setelah itu aku bersiap untuk pergi ke kampus. Setelah selesai aku mengambil tas lalu keluar kost dan pergi ke kampus.


Saat di ujung jalan aku teringat kalau aku tak punya uang untuk naik taksi.


"Oh iya gue kan gak punya uang, trus gue ke kampusnya naik apa dong, ada sih kalau ongkos angkot tapi kan angkot jam segini udah gak lewat sini," kataku sembari berfikir apa yang harus ku lakukan.


Dan akhirnya aku memutuskan untuk berjalan kaki.


"Udah deh dari pada kelamaan mikir mending gue jalan kaki aja," kataku sambil mulai berjalan menuju kampus.


Di perjalanan aku bertemu steven namun dia berjalan seperti tak mengenal ku.


"Hai stev," kataku saat dia menoleh.


Namun dia tak membalas sapaan ku.


Aku melanjutkan berjalan hingga tak terasa akhirnya aku sampai di kampus.


"Huh, sampai juga," kataku saat berada di depan kampus.


Aku pun masuk ke dalam kelas.

__ADS_1


Aku duduk di bangku biasa tapi steven pindah dari sebelah ku.


"Lho kok lo pindah stev," kata salah satu teman sekelas kami.


"Ngak apa apa gue mau duduk disini aja," katanya.


"Eh nai kalian berantem lagi ya," tanyanya kepada ku.


"Ngak cuma masalah sedikit kok," jawabku.


Tak lama kemudian dosen pun datang dan kami pun memulai pelajaran.


"Oke semua kita akan bahas materi sebelumnya untuk ujian besok," katanya.


"oke pak." jawab kami.


Tak terasa kelas pun usai para mahasiswa mahasiswi keluar dari kelas kecuali aku dan steven.


"Ngak perasaan lo aja kali," katanya jutek.


"Masa sih perasaan gue," kataku.


"Ya gitu perasaan lo aja," katanya.


"Ya udah kalau gitu gue pulang duluan ya," kataku.


" Ya trus lo mau naik apa?" tanyanya berpura pura jutek.


"Ya jalan kaki lah," jawabku.

__ADS_1


"Kenapa gak sama gue aja kan searah," katanya menawarkan.


"Ya udah yuk buruan gue mau belajar soalnya kan besok kita ujian," kataku tak jual mahal.


"Ya udah yuk," katanya sambil mengambil tas lalu pergi menuju ke parkiran.


Setelah sampai di parkiran dia langsung naik ke atas sepeda motor lalu menyalakan sepeda motornya aku pun naik.


"Pelan pelan bawanya nanti kita jatuh lagi," kataku saat dia sudah motornya mulai berjalan.


"Iya tenang aja lo," katanya.


Di perjalanan kami tidak saling bicara bahkan sampai suara jangkrik terdengar jelas.


Tak terasa kami pun sampai di kost an ku.


"Makasih stev," kataku.


"Ya sama sama," jawabnya ketus lalu pergi begitu saja.


"Ketus amat sih," kataku sambil membuka pintu.


Tiba tiba sisil memanggilku.


"Nai, naila," katanya padaku.


"Iya ada apa sil," kataku setelah menoleh ke arahnya.


"Tau gak mulai besok aku kuliah malam," kata nya sangat senang.

__ADS_1


"Oh ya berarti kita bisa kuliah bareng dong," kataku ragu karna berarti sisil akan semakin dekat.


"iya dong asik kan," katanya memegang pundakku.


__ADS_2