
Keesokan harinya.
"Bu, nai nonton tv dulu ya," kataku pada ibu yang sedang memasak.
"Iya gak apa apa ini masakannya gampang kok," kata ibu.
Kemudian aku berjalan ke ruang keluarga dan menyalakan tv lalu duduk.
"Nonton apa ya enaknya," kataku.
"Hmm...oh iya mending aku nonton berita hari ini," kataku.
Saat sedang menonton beberapa berita ternyata berita selanjutnya adalah....
"Pemirsa hari ini telah terjadi kecelakaan pesawat jurusan Amerika ke Indonesia yang dikabarkan terjadi akibat kerusakan di bagian mesin pesawat para penumpang masih belum ditemukan namun sekarang timsar sedang melakukan pencarian," katanya.
"Pliss itu pesawat yang dinaiki matthew Tuhan jaga matthew dia orang yang sangat baik," katanya.
"Sementara para penumpang yang sudah di temukan sebagian besar tewas dan beberapa luka parah yang sedang di rawat di rumah sakit permata di jakarta," katanya lagi.
"Gue harus gue harus buktikan kalau matthew gak ada di pesawat itu, okey gue telpon dia," kataku.
Kemudian aku menelpon matthew namun tak diangkat sampai puluhan kali.
"Pliss matthew buktikan ke gue kalau lo gak ada di pesawat itu," kataku dengan air mata berderai deras.
Ibu datang menemuiku.
"Nai kamu kenapa kok nangis," kata ibu heran.
"Pesawat jurusan Amerika ke Indonesia yang berangkat tadi malam kecelakaan bu dan aku gak tau semalam sore matthew dia akan berangkat, aku takut itu pesawatnya matthew bu aku takut dia kenapa napa dia gak bisa ditelpon sama sekali," kataku semakin panik.
Kemudian aku berlari ke kamar dan mengambil tas. Saat aku berjalan keluar aku bertemu steven.
"Lo mau kemana nai?" tanyanya.
Namun aku tak menjawab.
"Nai kamu mau kemana ini masih pagi banget kamu aja belum permisi sama ayah," kata ibu.
"Pliss ini bukan waktunya buat nunggu ayah gimana kalau itu bener bener pesawat matthew aku harus gimana dia itu orang yang penting buat aku ibu pliss ngerti aku harus kesana," kataku.
"Jadi lo udah nonton berita itu dan matthew naik pesawat itu," kata steven.
"Iya gue takut kehilangan dia stev dia berarti buat gue," kataku.
"Oke sekarang gue anter lo kesana," katanya.
Lalu kami naik sepeda motor dan berangkat ke Jakarta.
Beberapa jam kemudian aku sampai di rumah sakit. Aku berlari ke ruang administrasi.
__ADS_1
"Sus e..e..," kataku panik.
"Udah nai gue aja yang tanya," katanya.
"Sus pasien kecelakaan pesawat pagi ini jurusan Amerika Indonesia atas nama matthew No," katanya.
"Cepet sus ngecheck nya buruan," kataku.
Kemudian dia memeriksa daftar nama pasien. Tak lama kemudian dia menemukan pasien atas nama matthew no.
"Ini mbak pasiennya sudah di ruang rawat namun dalam keadaan kritis," katanya.
"Kamarnya mana sus," kataku.
"Mbak lurus aja dari sini kamar nomor 4 itu kamarnya mbak," kataku.
Kemudian aku dan steven berlari kesana saat sampai di kamarnya aku memperlambat langkah ku. Dia terbaring tak berdaya alat bantu hidup dimana mana.
"Matthew ini aku pacar kamu naila kenapa kamu harus kayak gini sih," kataku.
"Kamu laki laki yang kuat aku yakin kamu bisa bertahan aku sayang sama kamu kamu berharga buat aku, aku belum siap kehilangan kamu," kataku sambil menangis.
Beberapa saat kemudian jari matthew seperti bergerak.
"Stev matthew sadar, matthew sayang kamu baik baik aja," kataku sambil memegang erat tangannya.
"Gak enggak kamu gak akan kemana mana kamu akan tetap disini bareng aku," kataku sambil menangis.
Dia memegang wajahku dan menghapus air mataku.
"Cinta kamu bukan aku cinta kamu cuman steven," katanya.
"Enggak aku cinta kok sama kamu aku sayang sama kamu buktinya aku bisa bahagia sama kamu," kataku.
"Kebahagiaan kamu karna kamu anggap kalau cinta itu karna waktu tapi enggak nai cinta yang sejati adalah cinta yang gak akan pernah berubah cinta yang hanya akan hanya tetap dihati orang itu," katanya sambil mulai menangis.
"Kamu orang yang baik aku gak mau gak mau kehilangan kamu," kataku.
"Tuhan ciptakan sebuah pertemuan yang akhirnya pasti di sertai perpisahan jadi kalau Tuhan mempertemukan kita karna pasti suatu saat Tuhan akan pisahkan kita, nai jangan pernah anggap hubungan kita menyiksa aku karna aku bahagia pernah kenal sama kamu jangan pernah nangis karna dibalik perpisahan kita Tuhan akan kasih yang lebih baik buat kamu dan aku yakin orang itu adalah steven," katanya.
Saat selesai berbicara dia menarik tangan steven.
"Stev lo jaga naila gue tau dia wanita yang kuat tapi bisa nangis di balik senyumnya itu dia tetap wanita lemah yang butuh seseorang untuk menopang dia, pliss jaga dia buat dia bahagia lebih dari apa yang gue buat untuk dia," katanya lalu menghembuskan nafas terakhirnya.
"Sayang.. matthew kamu bangun bangun matthew," kataku panik.
"Dokter....dok...!!" teriak steven memanggil dokter.
__ADS_1
"Tuhan jangan ambil matthew Tuhan tolong jangan ambil matthew," kataku lalu steven merangkul ku dan membawaku keluar ruangan.
Sesampainya di luar.
"Tuhan akan ambil matthew ya stev tapi kenapa?" kataku sambil menangis.
"Apapun yang akan terjadi itu adalah yang terbaik karna Tuhan tau yang terbaik untuk hambanya.
Kemudian aku duduk.
"Jangan nangis nai matthew gak pengen lihat lo nangis gue tau lo perempuan yang kuat matthew orang yang baik sebesar apapun lo sayang sama dia Tuhan jauh lebih sayang sama dia jadi kalau Tuhan ambil dia itu karna Tuhan sayang sama dia," kata steven.
Tak beberapa lama kemudian dokter keluar dari ruangan dengan raut wajah kecewa.
"Gimana dok matthew bisa selamat kan dia baik baik aja kan dok," kataku.
"Maaf saya dan tim sudah berusaha sebaik mungkin namun Tuhan berkata lain pak matthew sudah meninggal," katanya lalu pergi.
Aku masuk perlahan ke dalam.
"MATTHEW.....!!." jeritku.
"Tuhan!! kenapa kau ambil matthew begitu cepat Tuhan...pliss kembalikan matthew," kataku berteriak.
Kemudian steven mendekatiku.
"Nai matthew udah tenang dia udah bahagia dia udah gak merasakan rasa sakitnya lo harus ikhlas dia itu milik Tuhan dan akan kembali kepada Tuhan," kata steven.
Aku mendekati matthew kemudian memeluknya.
"Matthew selamat jalan aku akan selalu ingat kamu Tuhan jauh lebih sayang sama kamu jadi dia ambil kamu dari aku. Aku bakal kangen banget sama kamu laki laki pertama yang berhasil jadi pacarku. Mungkin kebersamaan kita hanya sampai disini, Selamat jalan matthew," kataku persis di telinganya.
Tak lama setelah itu seorang wanita datang dan menangis di sebelah matthew.
"Maaf apakah ibu adalah mamanya matthew," kataku.
"Iya saya ibu angkatnya," katanya sambil menangis.
"Saya teman dekatnya matthew bu dia pernah janji bakal kenalin saya sama ibu wanita yang menjadi inspirasi saya," kataku.
"Saya naila salah satu orang yang sayang sama matthew dia orang yang baik," kataku.
"Nak bisa bicara sebentar empat mata," katanya kemudian mengajakku ke taman rumah sakit. Sementara steven mengurus pemakaman matthew.
"Ada apa bu," kataku.
"Matthew sering cerita tentang kamu dan itu baru pertama kalinya matthew cerita tentang perempuan dia bilang kamu perempuan yang baik pintar dan gigih," katanya.
"Dia berlebihan bu dia yang terlalu baik," kataku.
Ibu itu tertawa kecil.
__ADS_1
"Dari kecil matthew orang yang keras tertutup tapi semenjak ada kamu dihidupnya dia jadi orang yang periang dan ceria, kamu adalah orang yang berarti bagi dia," kata ibu.
Setelah melalui beberapa perbincangan akhirnya matthew dikuburkan.