Wanita Juga Bisa Berkarir!

Wanita Juga Bisa Berkarir!
Aku mulai mencintai steven


__ADS_3

"Wow aku gak nyangka steven bisa sekeren itu," kataku dalam hati.


"Ya, bisalah." sautnya.


"Apa!! dia bisa denger aku ngomong dalam hati," kataku binggung.


"Maksud lo apa stev?" kataku mengutarakan binggung ku.


"Ya maksud gue, gue bisa diandelin jadi sahabat yang baik." jawabnya.


"Ohh," sautku.


"Berarti cuma kebetulan dia ngomong gitu." tambahku dalam hati.


Tak berapa lama dosen pun masuk.


"Pagi semua!" sapanya membuka percakapan.


"Pagi pak!" saut kami.


"Oke saya mau beri pengumuman kalau hari ini adalah hari terakhir pendaftaran kontes desain bangunan terbaik" katanya dengan semangat.


"Eh, nai lo jadi ikutan kontesnya." kata steven berbisik.


"Jadilah ini kesempatan bagus buat gue tunjukin bakat gue," bisikku.


"Emang lo udah ada duitnya," bisiknya lagi.


"Udah kok tenang aja lo,"bisikku kembali.


"Ohh oke lah kalau gitu," katanya menutup perbincangan.


"Oke semua kita mulai membahas materi minggu lalu yang saya sudah berikan." katanya memulai pembicaraan.


 


Aku menyimak setiap materi yang dijelaskan. Tak terasa waktu berlalu cukup cepat kelas pun usai.

__ADS_1


 


"Oke kelas sudah usai semoga kontes besok dapat berjalan lancar. Dan menghasilkan pemenang terbaik," katanya semangat.


"Amiiin!!" saut kami bersamaan.


Setelah itu aku keluar kelas dan menuju ke ruang administrasi kampus. Tak jauh dari kelas tiba tiba steven memanggilku.


"Nai, naila tunggu," panggilnya sambil melambai.


Aku pun berbalik dan menghentikan langkahku.


Setelah sampai di dekatku dia bertanya.


"Lo mau kemana?" tanyanya dengan nafas tersengal sengal.


"Ke ruang administrasi mau daftar kontes," jawab ku.


"Ohh kalau gitu bareng aja gue juga mau daftar," katanya.


"Ohh ya udah yuk bareng," jawabku.


Ketika dia memegang tangan ku jantung ku berdetak tak beraturan.


"Duh kenapa nih jantung gue apa gue bener bener jatuh cinta sama steven. Truss gimana kalau steven dengar bisa geer dia," kataku dalam hati.


"Udah lepasin tangan gue malu diliatin orang," kataku sambil melepaskan tangan ku dari gengamannya.


Dan akhirnya kami sampai di ruang administrasi.


"Siang bu," sapaku.


"Siang, ada yang bisa saya bantu?" tanyanya.


"Kita berdua mau daftar kontes bu," kataku menjelaskan.


"Ohh, namanya siapa?" tanyanya.

__ADS_1


"Saya Naila Ayuna ini temen saya namanya Steven." kataku menjelaskan.


"Oke sudah saya daftarkan silahkan bayar uang daftarnya sama ibu yang itu," katanya sambil menunjuk ke arah ruangan sebelah.


"Iya bu," kataku sambil mengambil kertas daftarnya.


Aku dan steven menuju ke ruang sebelah.


"Permisi bu saya mau bayar uang pendaftaran." kataku.


"Ya silahkan," katanya kembali.


"Ini bu," kataku sambil mengulurkan tangan yang berisi uang.


"Saya juga bu," kata steven menyela sambil memberikan uangnya.


"Iya iya sabar gantian ya," katanya.


"Tau tuh sabar dong gantian," kataku meledek.


Dan akhirnya kami selesai mendaftar.


"Truss sekarang lo mau kemana?" tanyanya.


"Gue sih mau ke tempat kerja gue truss izin gak kerja sehari soalnya gue mau buat desain untuk kontes," kataku menjelaskan.


"Ohh, kalau gue temenin gak apa apa kan?" usulnya.


"Boleh sih, tapi...~" kata kataku terputus.


"Yeay kalau gitu ayo," katanya sambil menarik tangan ku dan berlari.


 


Kami pergi ke rumah makan bu ningsih dengan sepeda motor milik stev.


 

__ADS_1


Sesampainya di rumah makan bu ningsih.


"Bu, saya mau izin hari ini tidak kerja," kataku.


__ADS_2