Wanita Juga Bisa Berkarir!

Wanita Juga Bisa Berkarir!
Salah tingkah


__ADS_3

"Hah?! naik tangga pak gak salah tuh!" kataku seolah membentak.


"Ya emang kenapa, mau komen kamu!" bentaknya.


"Enggak gak apa apa pak," kataku spontan.


"Ya udah buruan tunggu apa lagi," katanya.


 


Akupun berjalan menuju tangga, pada saat sampai di lantai 9 kepalaku mulai pusing. Tapi aku tetap melanjutkan menaiki tangga berikutnya. Saat sampai di lantai 12 penglihatan ku mulai samar dan akhirnya aku pingsan.


 


Saat aku mulai sadar aku melihat wajah seorang pria dan ternyata dia adalah.... Pak Boss rempong. Aku terkejut dan spontan berteriak karna wajahnya begitu dekat dengan wajahku.


"Aaaaa......" jeritku spontan sambil bangkit berdiri dari sofa.


"Hei kamu kenapa teriak teriak," katanya kaget.


"Bapak mau ngapain tadi, pasti bapak mau ngapa ngapain saya ya," kataku panik.


"Enak aja kamu saya juga kalau mau macem macem milih milih masa cewek bar bar kayak kamu mau saya macem macemin," katanya menyela.


"Trus tadi bapak ngapain deket banget sama saya," kataku.


"Saya mau periksa kamu masih hidup atau gak," katanya.


"Ihh bapak nyebelin banget sih," kataku lalu pergi meninggalkan ruangan itu lalu balik ke ruangan ku.


 


Sesampainya di ruangan kerjaku.

__ADS_1


"Ihh nyebelin banget sih tu orang, dasar gak punya hati," kataku marah marah sendiri.


"Lo ngomongin siapa sih sampai marah marah sendiri gitu," kata steven.


"Itu tuh si boss rempong tau gak dia suruh ke lantai 12 buat ambil file gitu tapi naik tangga," kataku dengan marah.


"trus?" tanya steven.


"Ya sampai di lantai 12 gue pingsan lah," kataku semakin kesal.


"Ya udah sih udah kejadian juga ngapain masih dipikirin." katanya sambil memainkan pulpen.


"Okey gak gue pikirin deh tu orang," kataku sambil duduk di kursi kerjaku.


 


Setelah itu aku mulai membuat beberapa desain baruku.


 


"Yang bener emang proyek apaan," kataku.


"Itu proyek hotel yang dibangun di jalan Besar," katanya menjelaskan.


"Ohh trus siapa yang handle?" tanyaku berharap aku yang handle.


"Ya kita berdua ini kan proyek pertama kita," katanya.


"Ohh gitu ya," kataku ragu ragu.


"ya gitu," katanya.


"Yang ada gue malah baper baperan disana," kataku dalam hati.

__ADS_1


 


Tak lama kemudian jam kerjaku selesai. Aku dan steven pulang bersama.


 


"Stev pulang yuk," kataku.


"Yuk gue juga udah selesai nih nyiapin konsepnya," balasnya.


 


Kamipun berjalan keluar kantor dan pulang menggunakan sepeda motor steven.


 


Di sepanjang perjalanan aku hanya terdiam tak berkutik. Dan akhirnya kami sampai di kost an ku.


"Makasih ya stev," kataku sembari turun dari motor.


"Ya, eh nanti malem kita ngampus kan gue jemput lo ya nai," katanya.


"Gak usah gue berangkat sendiri aja," kataku.


"Lo kenapa sih kok berubah gitu dulu lo dan gue deket banget, sekarang kok lo menjauh gitu dari gue," katanya dengan raut wajah kesal.


"E..e..enggak kok perasaan lo aja kali gue mah biasa aja," kataku gugup.


"Udah ah gue males ngomong sama lo," katanya sambil berlalu.


"Sorry stev," kataku pelan.


Tiba tiba dari belakang ku ada yang ngomong.

__ADS_1


"Hai naila, kamu berantem ya sama steven. Emang ada masalah apa?" tanyanya.


"Enggak kok gak ada apa apa, aku masuk dulu ya," kataku sembari membuka pintu.


__ADS_2