Wanita Juga Bisa Berkarir!

Wanita Juga Bisa Berkarir!
Steven bikin kesel


__ADS_3

"Ihh, lo gimana sih udah di temenin bukannya makasih gitu malah diledekin dasar lo yah," katanya kesal padaku.


"Ya iya sorry eh inikan udah sore ya lo gak pulang aja biar mandi truss istirahat," kataku.


"Trus lo gimana?" katanya balik.


"Ya kan disini ada suster atau dokter nanti gue bisa minta tolong sama mereka," jawabku.


"Oke gue pulang dulu ya, nanti malem kan gue ngampus soalnya udah ketinggalan dua hari," katanya.


"Iya hati hati, oh ya sisil bilang dia sekarang ngampus malem jangan lupa jemput dia ya kasihan kalau dia berangkat sendiri," kataku agak lemes.


"Ya ya udah lo tidur aja nanti kecapean lagi." katanya.


 


Setelah itu, dia keluar dari ruanganku dari belakang ku seperti ada ya berjalan. Saat aku menoleh ternyata pak No.


 


"Eh bapak, sore pak," kataku gugup.


"Gimana keadaan lo udah baikan," katanya.


"Udah kok pak," jawabku pendek.


"Ohh baguslah kapan lo boleh pulang," katanya ketus.


"Belom tau sih pak tapi kalau bisa secepatnya," jawabku.


"Ohh kalau gitu saya balik dulu ya saya ke sini cuman mau lihat keadaan kamu aja," katanya.


"Ohh, ya pak makasih udah jenguk saya. Hati hati dijalan ya pak," kataku.


"Iya saya pulang dulu," katanya.


 


Saat dia sudah pulang aku memanggil dokter untuk bertanya soal keadaanku.


"Dok kapan saya boleh pulang," tanyaku. "Hmm, sebenarnya kalau melihat keadaan kamu besok juga udah boleh pulang," jelasnya.


"Oh, gitu ya dok berarti besok saya udah boleh pulang," kataku cukup senang.


"Ya begitu lah," katanya sambil memeriksa ku.


"Makasih ya dok," kataku.


"Ya sama sama," kata dokter itu.


Lalu dokter itupun keluar dari ruangan ku. Dan aku langsung tidur agar besok bisa langsung pulang.


Keesokan harinya.


"Uaaah," aku menguap tanda masih mengantuk.


"Yes udah pagi aku mau langsung pulang ah," kataku.


Tak lama kemudian ada suster yang mau mengontrol keadaan ku.


"Pagi sus," jawabku dengan wajah ceria.


"Pagi mbak naila. Kelihatannya mbak naila lagi seneng ya," katanya membalas sapaanku.


"Ya sus soalnya saya udah boleh pulang hari ini," kataku.


"Wah pasti mbak seneng banget kan," katanya ikut senang.


"Iya lah sus pasti. Oh iya saya boleh minta tolong gak," kataku.


"Boleh mbak mau minta tolong apa ya," katanya.

__ADS_1


"Bantuin saya beresin barang saya ya sus saya mau telpon teman saya dulu mau minta jemput," kataku.


"Iya saya bantu ya mbak," katanya lembut.


Lalu akupun menelpon steven.


Tak lama kemudian dia mengangkat telpon ku.


"Hallo stev," kataku membuka percakapan.


"Ya nai ada apa?" tanyanya.


"Gue udah boleh pulang ni lo bisa jemput gue," kataku.


"Gimana ya nai sorry ini gue lagi nemenin sisil chek up soalnya dia semalem waktu di kampus hampir pingsan," katanya menjelaskan.


"Oh gitu ya ya udah deh gak apa apa gue bisa pulang sendiri kok," kataku sedih.


"Sekali lagi sorry ya nai," katanya.


"Iya gak apa apa," kataku lalu aku menutup telponnya.


"Mbak nai ini barang barang nya udah beres," kata suster.


"Iya makasih ya sus," balasku.


"Iya sama sama mbak kalau gitu saya tinggal dulu ya," kata suster.


"Ya sus," kataku.


Lalu aku turun dari tempat tidur dan mengambil tasku kemudian berjalan keluar kamar menuju ke ruang administrasi.


"Pagi sus," kataku


"Pagi ada yang bisa saya bantu," jawabnya lembut.


"Saya mau bayar biaya perawatan saya," kataku.


"Atas nama naila," jawabku.


"Oh atas nama naila sudah dibayar oleh pak Matthew No," kataku.


"Ohh gitu ya mbak makasih ya," kataku.


"Ya sama sama," kata suster itu balik.


Kemudian aku berjalan menuju keluar rumah sakit dan mencari taksi ya lewat. Tiba tiba mobil hitam berhenti di depanku.


"Ihh mobilnya nyebelin banget sih jadi gak bisa liat taksi lewat kan," kataku kesal.


Dan seorang pria turun ternyata itu adalah mobil Pak No.


"Naila lo udah boleh pulang," katanya.


"Udah pak," jawabku ketus dengan senyum terpaksa sambil mengedar pandangan.


"Kalau gitu saya antar aja," katanya.


"Gak usah saya pulang sendiri aja bapak nanti telat ke kantornya," kataku.


"Gak apa apa lagian lo kan karyawan gue nanti kalau lo kenapa napa lagi kan gue juga yang repot," katanya.


"Ya udah deh pak saya ikut aja," kataku pasrah.


Aku duduk di depan di sebelah Pak No karna merasa segan aku terus menoleh ke arah jendela mobil tanpa melirik ke arah boss ku itu.


"Kenapa steven gak jemput lo," katanya mencairkan suasana.


"Dia lagi sibuk sekali pak," jawabku ketus.


"Trus lo tadi mau naik apa," katanya lagi.

__ADS_1


"Mau naik taksi," jawabku semakin ketus.


"Rumah kamu dimana emangnya," tanyanya lagi.


"Udah bapak jalan aja nanti saya tunjukin arahnya," kataku ketus.


Dia terdiam tak berkutik setelah ucapan ku yang terakhir. Dan tak lama setelah itu akhirnya kami sampai di kost an ku.


"Kamu tinggal disini," katanya dengan wajah aneh


"Iya emang kenapa pak," kataku heran.


"Iya gak salah arsitek tinggal di kost an kecil dan sempit kayak gini," katanya.


"Udah gak usah ngomongin kost an saya mending sekarang bapak ke kantor nanti telat lagi," kataku sambil membuka pintu.


"Ya udah kalau gitu saya pergi dulu,"


"Terima kasih ya pak udah anter saya," kataku.


"Ya sama sama,"katanya dari dalam mobil.


 


Akupun masuk ke dalam kamar saat sudah berada di dalam aku mendengar suara motor aku mendengar suara motor.


 


Saat kulihat ternyata steven mengantar sisil.


Lalu pergi tanpa mampir ke kost an ku.


"Tuh masa dia gak mampir ke kost an gue nge chek gitu gue udah pulang atau belum," kataku meluap kekesalan.


"Dia malah pergi gitu aja ihh nyebelin," tambah ku lagi.


Akupun menutup kembali gorden jendela dan duduk di tempat tidur. Karena bosen aku menyusun baju dari tas lalu keluar dari kost an.


"Hai nai," kata sisil yang sedang duduk di teras kost an.


"Hai," jawabku ketus


"Kamu mau kemana?" tanyanya dengan lembut.


"Mau beli pulsa," kataku semakin ketus.


"Ohh boleh ikut," katanya lagi.


"Gak usah deh sil gue lagi pengen sendiri," kataku sambil berjalan menjauh.


Aku berjalan tak tentu arah sampai akhirnya aku sampai di sebuah taman yang tak jauh dari kost an ku. Tiba tiba telpon ku berbunyi.


Kring!!!!


Akupun langsung mengangkat.


"Hallo nai," kata ibu lembut.


"Iya buk," jawabku menutup kesedihan.


"Ibu denger dari steven kamu kecelakaan," kata ibu.


"Iya tapi naila udah ngak apa apa kok," kataku menenangkan ibu.


"Baguslah kalau gitu ibu panik banget waktu denger kamu kecelakaan," kata ibu.


"Ya udah bu naila lagi ada urusan nanti naila telpon lagi ibu sama bapak sehat sehat ya disana kalau uang 10 juta yang nai kirim habis langsung kasih tau ke nai ya bu," kataku menjelaskan.


"Iya kamu juga sehat sehat soal uang10 juta itu kalau di kampung mah lama habisnya disinikan serba murah meriah kamu tenang aja," kata ibu.


"Ya udah daa ibu," kataku.

__ADS_1


"Daaah nai sayang," balas ibu.


__ADS_2