Wanita Juga Bisa Berkarir!

Wanita Juga Bisa Berkarir!
Teror...


__ADS_3

Sesampainya di kantor.


Aku masuk ke dalam dan ternyata Tania sudah ada disana.


"Permisi bu," katanya sopan saat masuk ke ruangan ku.


"Ya silahkan duduk tan. Ada apa?" kataku sembari bertanya.


"Eh..bu saya udah dapat HRD sesuai kriteria ibu," katanya menjelaskan.


"Wah kamu kerja sangat cepat ya kalau gitu panggil dia ke ruangan saya," kataku.


"Iya baik bu," katanya lalu keluar.


Tak berapa lama setelah dia keluar seorang wanita masuk.


"Pagi bu," sapanya dengan sopan.


"Ya pagi silahkan duduk," kataku.


"Saya Tia bu yang ingin melamar pekerjaan menjadi HRD di kantor ibu," katanya.


"Oke kamu sudah wawancara dengan Tania kan," kataku.


"Iya bu sudah," katanya.


"Kalau gitu mulai hari ini kamu boleh kerja disini dan satu lagi kamu tolong recruit karyawan sesuai yang dibutuhkan ya," kataku.


"Ya baik bu," katanya.


"Kalau gitu ruangan kamu tinggal kamu tanyakan sama tania," kataku. Lalu dia keluar.


 


Setelah dia keluar tiba tiba telpon ku berdering. Dan penelponnya nomor tak dikenal lalu aku mengangkat telponnya.


 


"Ya halo dengan siapa ya?" tanyaku ragu ragu.


"Kalau gue gak bisa miliki steven lo juga gak bisa gue gak akan biarin lo bahagia sama dia," kata si penelpon.


Dan tiba tiba dia mematikan telponnya.


"Ini siapa ya," kataku tak menyadari telponnya sudah dimatikan.


"Hah?! siapa tadi ya kok tiba tiba ngomongnya ngelantur gitu," kataku bingung.


Tak berapa lama kemudian steven menelpon ku.


"Halo ci," katanya.


"Iya halo," kataku gugup.


"Kamu kok gugup gitu sih kayak shok gitu," katanya.


"Kamu tau gak tadi ada yang nelpon aku trus bilang kalau dia gak bisa dapetin kamu aku juga gak bisa," kataku.


"Ya udah lah kayak gitu gak usah dipikirin yang penting kamu satu satu di hati aku," katanya.


"Ihh kamu mah oh iya kamu nelpon aku mau apa," kataku.


"Oh iya itu nanti malam ada party bareng temen temen aku kamu mau ikutan gak nemenin aku," katanya.


"Iya nanti malam kamu jemput aku aja," kataku.


"Iya pasti aku jemput jam delapan ya jangan telat," katanya lalu menutup telpon.

__ADS_1


 


Tak terasa hari mulai sore akupun pulang.


 


sesampainya di rumah aku langsung masuk ke kamar dan duduk di tempat tidur.


"Duh capek banget deh padahal baru satu client," kataku mengeluh.


Tiba tiba ada yang melempar kaca jendela ku dengan batu yang di selimuti kertas.


Brakkkk.....!!


Kemudian aku membuka kertasnya perlahan.


Dan tulisannya: Kalau gue gak bisa miliki steven lo juga gak bisa miliki dia.


Aku menjatuhkan kertas itu.


"Kok kata katanya sama ya kayak di telpon tadi siang," kataku lalu berlari ke kamar mandi.


Di kamar mandi aku mencuci wajah ku.


"Enggak gak enggak gue gak boleh buat ayah dan ibu panik gue harus bisa sembunyikan soal ini semua," kataku.


Tiba tiba ayah dan ibu masuk ke kamarku.


"Nai ada apa ini kok ada suara pecahan kaca," kata ayah.


"Tau tuh yah kayak ada anak anak lagi main ya udah lah besok nai benerin," kataku bersandiwara.


"Ya udah ibu keluar dulu ya," kata ibu lalu ibu dan ayah keluar dari kamarku.


"Huh...untung ayah gak curiga sama alasan ku," kataku lega.


 


 


"Eh nai kamu mau kemana?" tanya ayah.


"Itu nai di ajak party sama steven," kataku.


"Udah lah yah itu bubunya udah nunggu di depan," kata ibu meledek ku.


"Ihh ibu meledek mulu nai kan jadi malu," kataku pada ibu.


"Bubu itu siapa?" tanya ayah.


"Kata naila sih, bubu itu panggilan sayang buat steven," kata ibu.


"Udah deh bu naila mau berangkat," kataku lalu menyalami ayah dan ibu lalu keluar.


Ternyata steven alias bubu sudah menunggu di teras.


"Hai bubu," kataku.


"Waahh...kamu cantik banget ci bahkan dunia gak akan mengelak kalau aku bilang kamu cantik sekali," katanya memuji ku.


"Ihh apa sih lebay deh oh iya yuk kita berangkat," kataku.


"Ya udah yuk kita berangkat nanti telat lagi," katanya.


Kemudian kami berangkat setelah sampai disana ternyata di party itu ada emely dan saat bertemu steven dia hampir memeluknya juga seperti awal bertemu.


 

__ADS_1


"Sorry gue gak bisa peluk lo," kata steven.


Kemudian dia berbalik dan meninggalkan kami.


"Bu aku ke toilet dulu ya sebentar," kataku lalu berjalan ke kamar mandi.


 


Setelah selesai di kamar mandi aku langsung keluar untuk menemui steven. Saat aku sudah keluar aku melihat steven sedang bicara dengan emely. Namun keadaan emely sudah mabuk atau tak sadarkan diri.


 


"Steven aku cinta sama kamu," katanya.


Steven nampak merangkulnya agar tidak terjatuh.


"Gue gak akan biarkan siapa pun merebut lo dari gue," katanya sambil memeluk steven.


"Lo gila ya li gue itu udah punya naila dan dia satu satunya cinta gue," kata steven menegaskan.


"Lo jahat sama gue stev lo jahat gue itu sayang sama lo naila itu benalu di hubungan kita," katanya sambil memukul mukul steven.


Setelah itu dia pingsan dan jatuh ke pelukan steven.


Aku mendekat perlahan.


"Nai ini gak seperti apa yang kamu liat tadi emely kebanyakan minum jadi dia gak tau apa yang dia bilang," kata steven panik.


"Kamu tenang aja aku tau kok kalau kamu setia dan kamu gak bakal khianatin aku," kataku kemudian steven menjatuhkan emely ke sofa.


"Kamu jangan gitu dong kasihan dia kamu jatuhkan gitu," kataku.


"Habisnya sih dia nyebelin banget," kata steven kesal.


"Ya udah deh kita antar dia pulang aja ya lagian kan kasihan kita party party dia pingsan gini," kataku.


Steven terdiam sejenak.


"Trus kita gak jadi party," kata steven dengan raut wajah kecewa.


"Ya udah lah lain kali aja kita party nya kita antar aja dulu emely pulang," kataku.


Kemudian steven menggendongnya dan memasukkannya ke dalam mobil.


"Untung kita bawa mobil coba motor tadi udah aku tinggal dia," kata steven semakin kesal.


"Kamu jangan marah marah gitu ah mending kita langsung antar dia pulang aku juga lagi capek," kataku.


 


Kemudian aku dan steven masuk ke dalam mobil dan mulai berjalan. Tak berapa lama kemudian kami sampai di rumah emely. Setelah itu steven mengendongnya dan mengantar dia ke dalam rumah setelah itu dia keluar dan masuk ke dalam mobil.


 


Di perjalanan.


"Bu aku boleh tanya gak?" kataku sembari bertanya.


"Ada apa emang kamu mau tanya apa," kata steven.


"Kamu emang dulu ada hubungan apa sih sama dia," kataku.


"Emely?" katanya.


"Ya iyalah siapa lagi," kataku kesal.


"Dia itu dulu sahabat aku waktu aku belum kenal kamu," kata steven menjelaskan.

__ADS_1


Kemudian kami melanjutkan perjalanan pulang.


__ADS_2