Wanita Juga Bisa Berkarir!

Wanita Juga Bisa Berkarir!
sahabat baruku, caline.


__ADS_3

"Okay, nice to meet you here," kataku sambil bersalaman.


"Nice to meet you too. Looks like you are a very friendly person," katanya dengan senyum yang manis


"Wow, thank you," kataku.


"Yes, you are welcome. Let me take you to your room," katanya.


Setelah itu kami berjalan dan kemudian menaiki tangga ke lantai 3 hingga akhirnya sampai di apartemen ku yang disediakan kampus.


 


"Please enter, this is your room. You also get several other facilities," katanya.


"Can explain what facilities I get?" tanyaku.


"Of course. The facilities that you get are housing, vehicles, and also necessities such as food. And than additional needs you fulfill yourself. That is all," jelasnya.


"Yes that's more than enough. That really helped me," jawabku.


"Than I'll stay first, if necessary, find me. My room is to the right of you room," katanya.


"Yes, please. Once again thank you," balasku.


Setelah itu dia keluar dari apartemen ku. Saat aku ingin masuk ke dalam kamar ada yang mengetuk pintu.


 


"Lho? kok si caline balik lagi sih," kataku bingung.


Lalu aku berjalan kembali ke pintu. Lalu membuka dan ternyata yang mengetuk pintu bukan caline dia adalah....


"Elo badak rese ngapain lo kesini," kataku jutek.


"Gue kesini tuh pengen ngasih lo ini," katanya setelah masuk ke dalam dan menyodorkan kantong belanjaan.


"Apaan ni?" tanyaku sambil mengambil kantong itu.


"Handphone dan nomor baru yang ini kan udah di Amerika lo gak bisa pake nomor lo yang lama tapi lo tenang aja gue udah masukin nomor ayah lo," katanya.


"Owh, thank you banget ya badak rese gue seneng deh lo ada disini," kataku.


"Iya sama sama gue juga seneng bisa bantu lo," katanya.


 


Tak berapa lama kemudian ada lagi yang mengetuk pintu.


 


Tok..tok..tok.. suara ketukan pintu.


"Bentar ya dak gue ke depan dulu bukain pintu," kataku.


"Eh, gue ikut dong," katanya.


"Ya udah," jawabku pendek.


Setelah itu kami berjalan keluar dan membuka pintu.


"What's up, caline?" tanyaku heran.


"Oh yes, introduce him to my best friend, he is the owner of a large property company," tambahku.

__ADS_1


"Yes, I am caline. Naila companion while in here. Nice to meet you," kata caline.


"I'm Matthew, I'm best friend naila. Nice to meet you too," kata steven.


"So what are you doing here?" tanyaku pada caline.


"Oh yeah, tonight you will have to meet with the head of campus to sign some papers," katanya menjelaskan padaku.


"Yes, tonight you can pick me up. Because I don't know where the campus is yet," kataku.


"Yes, for sure, we will leave at 8 pm," katanya lalu pergi kembali ke kamarnya.


 


Tak lama setelah caline keluar si badak rese juga pulang sementara aku bersiap untuk malam ini bertemu dengan kepala kampus. 


Tak terasa tepat jam 8 malam kami berangkat ke kampus dan ternyata kampusnya tidak jauh dari apartemen ku.


Sesampainya di kampus.


"Wow, the campus is very big," kataku takjub sambil mengedarkan pandangan.


"Yes, that's why people who can get scholarships here are among the lucky ones," katanya.


"Yes, I am indeed a very lucky person and I am grateful to be able to get all this," kataku.


"So you should not waste everything because once you make a void mistake on this campus you will regret it," katanya.


Lalu kami berjalan masuk ke dalam kampus dan menuju ruangan kepala kampus.


 


Sesampainya disana kami mengetuk pintu


Tok..tok..tok.. suara ketukan pintu.


"Tonaight ma'am, this is naila. New student who got a masters degree in architecture," kata caline menjelaskan.


"Ohh, you are so beautiful how you like the campus. You are indeed very smart I am sure you will definitely not make me disappointed," katanya dengan penuh senyuman.


"I am happy, apparently you are a very good person. And I will always try my best," kataku membalas dengan senyum.


"Then you fill out this form and tomorrow you can start studying on this campus. And after class I will bring you together with a woman who owns the company where you work later," katanya menjelaskan.


"Okay, thank you, ma'am, then I will leave tomorrow, I will gift the form," kataku.


"Yes, be careful on the road, nice to meet you," katanya.


"Nice to meet you too. Good night. See you later," kataku lalu keluar ruangan.


Setelah itu kami kembali ke apartemen dan beristirahat.


Keesokan paginya.


"Jam berapa ya?" kataku sambil mengusap wajah.


Saat kulihat jam telah menunjukan pukul 06:00.


"Ohh udah jam enam. Oh iya aku lupa kabarin ayah dan ibu kalau aku udah sampai telpon dulu ah," kataku sambil berjalan menuju kamar mandi.


Tak lama kemudian ayah mengangkat telpon ku.


"Hallo ini siapa?" tanya ayah.

__ADS_1


"Ini naila. Kemarin naila dibeliin handphone baru lagian kan disini gak bisa pakai nomor Indonesia," kataku menjelaskan pada ayah.


"Ohh kamu nai ayah pikir siapa, Oh iya kamu udah sampai di Amerika," kata ayah bertanya.


"Udah yah nai udah sampai nai bisa ngobrol sama ibu," kataku.


"Aduh sayang banget ibu lagi arisan paling nanti pulang jam enam," kataku.


"Oh iya disana udah sore ya," kataku.


"Emang disana jam berapa?" tanya ayah bingung.


"Jam enam pagi yah," jawabku.


"Berarti kamu baru bangun tidur dong," kata ayah.


"Iya nih nai baru bangun," kataku.


Saat sedang asik ngobrol dengan ayah tiba tiba ada yang mengetuk pintu.


"Ya udah yah nanti lagi ya nai mau siap siap ke kampus," kataku.


"Ya belajar yang serius ya," kata ayah menasihati.


"Iya. Daa... ayah," kataku lalu menutup telpon.


Tok..tok..tok.. suara ketukan pintu.


"Yes wait a minute," kataku.


Lalu aku membuka pintu dan ternyata ada caline.


"Ohh, you caline. Whats'up is still morning come here," tanyaku heran.


"I am bothering you. I'm bored alone in the apartment," katanya.


"No, is't not troublesome at all. I am happy that you play here. Hmm....what time do we go to the campus?" kataku.


"Thanks for wanting to be my friend. We go to the campus at nine in the morning. Oh yeah, you don't want to be my friend to confide in" katanya.


"I want it. You are a very kind person. Who's the one who doesn't want to be your best friend," kataku.


"Thank you may I hug you," katanya.


Kemudian caline memeluk ku. Setelah selesai aku bertanya tentang masalahnya.


"It seems that your life is a lot of burden. Now, I am your best friend. You can tell me everything. And I will help you as much as possible," kataku.


"Actually, I am not my biological child. Because, my father had an affair with a bad girl. And I am that girl. And because of that woman's mistake, I was hated by my mother," katanya bercerita tentang kehidupannya.


"But, that woman is still your mother. You can't hate her," kataku menasihatinya.


"But that woman has taken away my bright future. But I am still lucky my dad still want to look after me. And finance my life," katanya meluap amarah.


"Yes maybe you do need time to forgive her. How evil she is, she's still your mother. Remember that," kataku mengingatkannya.


"Yes, thanks for listening to my story. Now, we better get ready to go to campus," katanya lalu pergi dari apartemenku.


 


Setelah dia pergi aku mengisi formulir yang diberikan oleh kepala kampus. Setelah selesai aku bersiap untuk berangkat ke kampus.


 

__ADS_1


__ADS_2