
"Ya pastinya dong asik, ya udah gue masuk dulu ya sil," kataku.
"Iya, sampai ketemu besok," katanya.
Saat sudah berada di dalam kost an tanpa berfikir panjang aku langsung membuka buku.
"mending sekarang gue baca buku dari pada mikirin mereka," kataku sambil membuka beberapa buku.
Saat sudah membaca beberapa buku tiba tiba aku tertidur di bangku belajar ku.
Keesokan harinya.
"Uaaah.." aku menguap tanda masih mengantuk.
"Lho gue kok tidur disini," kataku sambil mengusap usap mataku.
Aku langsung berdiri dan berjalan ke kamar mandi lalu mandi dan bersiap pergi ke kantor.
Setelah selesai aku keluar dari kost an.
"Gue berangkat naik angkot aja deh," kataku sembari mengunci pintu.
Saat aku menoleh ke samping aku melihat steven sedang berada di kost an sisil.
"Hai nai," sapa sisil.
"Hai," jawabku ketus.
"Yuk gabung," katanya lembut.
"Gak usah sil gue mau ke kantor nanti telat soalnya hari ini ada meeting sama client jadi gak bisa gabung deh," kataku menjelaskan.
"Ohh gitu ya udah hati hati ya," katanya.
"iya sil ya udah gue berangkat dulu ya. Bye." kataku sambil berlalu.
"Bye," balasnya.
"Kayaknya steven masih marah deh sama gue, buktinya dia cuekin gue, gak ngajak berangkat bareng," kataku dalam hati sembari berjalan.
Saat sampai di kantor mbak reina sudah berada di koridor dengan raut wajah panik.
__ADS_1
"Akhirnya lo datang juga," katanya sambil menepuk pundak ku.
"Sorry ya mbak tadi saya nunggu angkot jadi lama," kataku gugup.
"Ya udah nanti aja di bahas client nya udah nunggu di ruang rapat, oh iya steven mana," katanya terburu buru.
"Saya gak tau mbak steven dimana," jawabku ketus.
"Tapi kamu yang pegang desainnya kan," katanya memastikan.
"Iya sama saya udah yuk kita masuk mbak, nanti makin lama lagi," kataku sambil menariknya.
Saat sudah berada di dalam aku melirik ke arah pak No dia menatapku dengan tajam.
"Selamat pagi bapak ibu, hmm sebelumnya saya minta maaf karena telah menunggu kalau gitu tanpa mengundurkan waktu kita mulai saja meeting nya." kataku dengan sopan.
"Ya udah sekarang tolong jelaskan model desain yang kamu buat," kata salah satu client.
Meeting berjalan dengan baik tanpa steven aku mempresentasikan desainnya dengan sebaik mungkin.Tak terasa meeting selesai juga, aku mengantar client keluar dari ruang rapat. Setelah client pulang aku mengambil tas lalu pergi ke ruanganku ternyata steven sudah berada disana.
"Ohh lo udah disini," kataku lembut.
"Iya gimana meeting nya lancar," tanyanya.
"Lancar kok besok aku survei ke lokasi," jawabku.
"Sama pak No, walaupun sebenernya gue males survei sama dia," kataku.
"Ohh, trus kenapa gak lo tolak aja," katanya.
"Ya gue takut lah nanti dia marah lagi sama gue," jawabku.
Steven terdiam tak melanjutkan percakapan kami, aku pun akhirnya juga terdiam.
Tak berapa lama kemudian jam kerjaku usai.
"Hmm, gue pulang duluan ya stev," kataku gugup.
"Ya udah sorry gue gak bisa anter lo soalnya gue ada janji sama sisil," jawabnya jutek.
"Ohh gitu, gak apa apa gue bisa pulang sendiri kok," kataku.
Aku lansung keluar dari ruangan dan berlari menuju keluar kantor.
Saat berada di luar kantor.
__ADS_1
"Tuh kan belum apa apa aja dia lebih milih sisil, kayaknya mereka pacaran deh," kataku sambil menangis.
Aku berlari sambil menangis tak ku sadari saat aku menyeberang ada mobil yang melaju sangat cepat, aku panik tak tau mau berbuat apa sampai akhirnya aku tertabrak.
"Aaaaaaa......!!!" jerit ku panik.
Setelah itu aku terlempar ke pinggir jalan lalu tak sadarkan diri.
Tiga hari kemudian, aku sadar dan saat pertama kali membuka mata aku melihat disebelah ku ada steven sedang tidur dan memegang tanganku.
"Hah?! steven," kataku dalam hati.
"Stev, steven, bangun stev," kataku membangunkannya.
Dia mulai bangun dan membuka mata.
"Lo udah sadar nai," katanya setelah itu dia spontan memeluk ku.
"Ya iya tapi gak usah dipeluk juga kali, masih sakit ni badan gue," kataku berusaha melepas pelukannya.
"Kenapa sih kan gue kangen sama lo tau gak lo berapa hari gak sadar," katanya.
"Emang berapa hari?" tanyaku kepo.
"3 hari," katanya dengan mata melotot.
"Hah?! seriusan lo," kataku tak percaya.
"Ya iyalah masa gue bohong," katanya.
"Waktu gue kecelakaan yang nganter gue ke rumah sakit siapa?" tanyaku penasaran.
"Sebenarnya sih bukan gue yang anter lo ke sini," katanya.
"Trus siapa dong," kataku.
"Tu si pak No," katanya.
"Eh ngomong ngomong lo udah berapa lama di sini," kataku.
"Hmm, dua hari," katanya.
"Trus lo gak pulang," tanyaku.
"Ya gitu gue gak mau aja ninggalin lo sendirian," katanya polos.
__ADS_1
"Pantes aja lo bau banget," kataku sampai tertawa terbahak bahak.