
Sesampainya di rumah pohon.
"Kamu tadi kenapa pulang duluan," kataku.
"Tau gak waktu kamu benerin mobilnya si emely itu yang punya rukonya udah nunggu satu jam sampai dia marah marah sama aku dan batalkan jual rukonya ke kita," kataku kesal.
"Yaahh...sorry ya ci aku gak tau besok kita cari lagi yang lain ya," katanya.
"Sebenernya kalau ikutin emosi aku sih aku cuman pengen ruko itu tapi karna ayah dan ibu ku jadi aku bakal cari ruko yang lain," kataku.
"Aku bener bener minta maaf ci aku bener bener gak tau," katanya.
"Ya udah lah besok aku cari sendiri aja kamu kan udah mulai kerja," kataku lalu pergi meninggalkan dia.
Sesampainya aku di rumah aku langsung masuk ke kamar. Saat aku menyalakan lampu banyak kertas yang di tempel di dinding.
"Cici maafkan aku," Isi kertas itu.
"Aku cinta kamu," isi kertas berikutnya.
Begitu seterusnya.
"Ihh bubu bisa aja deh bikin aku meleleh kapan juga dia bikin ini semua biar sederhana tapi bermakna," kataku bahagia.
Kemudian aku tidur dan menanti hari esok.
Keesokan harinya aku bangun pagi pagi sekali dan pergi ke kota untuk mencari ruko yang akan ku beli. Setelah tak beberapa lama berkeliling aku menemukan ruko yang cukup dekat dengan kampung dan tidak terlalu besar. Kemudian aku menemui orangnya di salah satu restoran.
"Pagi saya naila yang berniat untuk membeli ruko ibu," kataku.
"Ohh baiklah kebetulan saya butuh uang cepat jadi saya akan jual murah," katanya.
"Oke berapa nominalnya bu?" tanyaku.
"800.000.000 juta rupiah," katanya.
Kemudian aku menuliskannya di kertas cek.
"Oke ibu harga yang sangat memuaskan ini ceknya ibu bisa sekalian urus surat suratnya," kataku.
"Oke baiklah," katanya setelah itu hampir pergi.
"Tunggu bu," kataku menghentikannya.
"Ada apa lagi," katanya.
"Biar kita sama sama jelas tolong tanda tangani surat ini hitam diatas putih," kataku.
"Iya udah baik," katanya lalu menanda tangani kertas itu.
Setelah itu dia pergi begitupun aku.
Sesampainya dirumah aku langsung menelpon beberapa perusahaan besar yang ingin menjadi investor di perusahaan baruku.
"Halo pak masih ingat saya naila," kataku.
"Ohh naila arsitek berbakat lulusan S2 amerika kan," katanya.
"Ah bapak bisa aja," kataku.
"Oh iya nai ada apa kamu telpon saya ada yang bisa saya bantu," katanya.
"Begini pak saya berniat membuat sebuah perusahaan dan saya butuh investor apakah bapak bersedia menjadi investor saya," kataku.
__ADS_1
"Wah..saya bersedia saya yakin dana yang saya invest kan ke perusahaan baru kamu akan menjadi hal yang baik," katanya.
"Terima kasih banyak pak sudah percaya kepada saya, saya akan berusaha sebaik mungkin," kataku bersemangat.
"Oke kalau begitu besok kita bertemu di perusahaan saya," katanya.
"Iya baik pak bapak tinggal E-mail kepada saya alamat dan waktunya," kataku.
Lalu diapun mematikan telponnya.
"Okey setelah itu gue bakal recruit beberapa karyawan," kataku.
Beberapa saat kemudian telpon ku berdering.
"Ya hallo," kataku.
"Ya apakah benar ini naila," katanya.
"Benar ada apa ya bu," kataku.
"Begini saya ingin membangun sebuah rumah yang cukup besar dan saya berniat meminta kamu untuk membuatkan desain terbaik untuk rumah saya itu," katanya.
"Ibu ingin menjadi client pertama saya," kataku.
"Iya untuk lebih jelasnya nanti saya e-mail kamu alamat dan waktunya," kataku.
"Iya terima kasih bu," kataku lalu dia menutup telponnya.
Keesokan harinya tepat jam 08:00 wib aku berangkat ke kantor investor.
Sesampainya disana aku langsung menemui beliau lalu menandatangani beberapa berkas berkas. Setelah selesai aku menemui client yang semalam meminta ku bertemu.
Sesampainya di tempat itu.
"Siang bu," sapaku.
"Kamu naila ya arsitek itu," katanya.
"Oh iya silahkan duduk biar saya jelaskan," katanya.
"Jadi ibu mau bangun rumah," kataku.
"Iya jadi rumah ini bakal jadi hadiah pernikahan anak saya dan anak saya itu suka banget rumah yang elegan gak terlalu heboh dan juga gak norak kurang lebih gitu deh," katanya menjelaskan.
"Oh iya saya mengerti dan saya tau desain terbaik untuk rumah itu," kataku.
"Ohh saya tau kamu adalah arsitek yang sangat berbakat," katanya.
"Kalau begitu ibu tinggal e-mail alamat dan waktu untuk survei ke lokasi rumahnya akan dibangun," kataku.
"Iya nanti saya hubungi kamu," katanya.
Lalu aku pulang ke rumah dan menelpon steven.
"Halo bu bisa ketemu gak," kataku.
"Sorry ci aku lagi sibuk," kata steven menolak.
"Sebentar aja kok," jawabku.
"Sorry ci lain kali aja ya kita ketemunya," katanya kembali menolak.
"Ya udah deh gak apa apa," kataku kesal.
Kemudian aku membanting hp ke tempat tidur ku.
"Ihh bubu nyebelin banget sih di ajakin ketemuan malah gak mau sok sibuk amat," kataku marah marah sendiri.
"Giliran dulu aja sebelum pacaran sok perhatian banget sama gue gimana nanti udah nikah makin sibuk dong dia," kataku sambil berjalan keluar kamar.
__ADS_1
Aku berjalan menemui ibu.
"Sebel sebel sebel.." kataku marah marah.
"Kamu sebel kenapa sih nai," kata ibu.
"Itu bu si steven di ajak ketemuan malah sok sibuk gimana aku gak sebel," kataku.
"Mungkin steven lagi banyak urusan," kata ibu berusaha menenangkan aku.
"Ihh ibu tau gak kalau cowok udah kelihatan sibuk dia pasti punya yang lain," kataku.
"Kamu mah jangan langsung negative thinking mungkin dia emang lagi sibuk aja," kata ibu.
"Ya udah deh nai mandi dulu," kataku.
Kemudian aku berjalan masuk ke kamar dan mandi. Setelah selesai mandi aku memasang iklan di internet untuk merekrut karyawan baru.
Keesokan harinya.
"Gue chek dulu deh siapa tau udah ada yang mau jadi karyawan gue," kataku.
Saat kulihat ternyata banyak sekali yang mendaftar, kemudian aku memberi informasi untuk datang ke kantor.
"Untung aja kemarin gue udah suruh orang buat susun dan dekor barang di kantor jadi hari ini bisa wawancara karyawan," kataku.
Setelah itu aku mandi dan bersiap menuju ke kantor sebelum berangkat aku sempatkan untuk sarapan dan berbincang dengan ayah dan ibu.
"Pagi ayah, ibu mana?" kataku sembari bertanya.
"Pagi nai ibu kamu masih di belakang tuh lagi ambil air putih," kata ayah.
"Ohh," jawabku pendek.
"Oh iya nai gimana perusahaan kamu udah berjalan," kata ayah.
"Mulai hari ini sih ya jadi dua hari yang lalu aku ketemu pemilik ruko dan dia janji hari ini buat nganter surat suratnya," kataku menjelaskan.
"Trus," kata ayah.
"Ya habis itu aku cari investor dan ternyata berhasil habis itu gak berapa lama ada ibu yang kayak nya orang kaya dia itu mau jadi client pertama aku jadi aku seneng banget," kataku.
Tak berapa lama ibu keluar dari dapur.
"Iya tapi inget jangan terlalu sibuk sama kerjaan," kata ibu.
"Iya bu nai janji kok," kataku.
"Oh iya yah nai pengen renovasi rumah kita lebih keren deh tapi kalau nai udah ada dananya," kataku pada ayah.
"Iya terserah kamu aja," kata ayah.
"Ya udah pada makan jangan ngobrol terus nanti telat ke kantornya," kata ibu sambil menyiapkan sarapan.
Kemudian aku ayah dan ibu makan. Setelah selesai makan aku langsung berangkat ke kantor. Sebelum berangkat aku bertemu steven di depan rumah.
"Ngapain kamu kesini katanya lagi sibuk," kataku masih kesal.
"Ya sorry soalnya aku beneran sibuk tau," katanya.
"Ya udah aku mau ke kantor," kataku.
__ADS_1
"Ya udah aku anterin ya biar gak telat," katanya.
"Gak usah aku udah pesen ojek online," kataku lalu meninggalkan dia dan berangkat ke kantor menggunakan ojek online.