
"Karna kalian sudah ketahuan saya pisahkan ruangan kalian," kata pak No.
"Ya gak bisalah pak kami kan harus bahas bareng desain yang akan kami buat," kata steven menolak.
"Iya saya tau itu kan kalian bisa kayak contohnya steven ke ruangan naila atau sebaliknya," katanya mengusulkan.
"Tetep pak itukan susah jadi buang buang waktu," kata steven tetep menolak.
"Udah saya gak mau tau kamu pindah ke ruangan sebelah," katanya.
"Udah lah stev mending lo ikutin aja apa kata pak No dia kan yang punya perusahaan," kataku kesal.
"Oke fine gue pindah," kataku.
Tak lama kemudian akhirnya steven selesai memindahkan barang barangnya.
Aku pergi ke taman dan duduk di salah satu bangku taman.
"Ihh ngeselin banget sih itu pak No," kataku.
Tiba tiba pak No datang dari belakang.
"Gue boleh duduk disini," kata pak No.
"Ya duduk aja ini kan bukan punya saya," jawabku jutek.
"Lo jangan marah gitu dong," katanya.
"Saya gak marah pak saya kesel aja kan steven partner kerja saya malah di pindahin ruangannya kan saya jadi ribet," kataku.
"Gimana sih katanya mau move on tapi baru dikasih jarak dikit aja langsung ngambek gimana nanti lo pergi ke Amerika," kata pak No.
"Oh iya pak saya ngerti, makasih ya pak," kataku spontan memeluk pak No.
"Iya sama sama," katanya tampak tak protes saat ku peluk.
Akhirnya aku sadar sedang memeluk pak No.
"Eh..eh..sorry pak saya spontan saya gak bermaksud macem macem lo pak," kataku gugup.
"Iya iya gak apa apa," kata pak No.
"Ternyata bapak bisa perduli juga ya," kataku.
"Ya iya lah," jawabnya.
"Ya udah saya mau pulang duluan ya," kataku.
"Ya udah bareng aja gimana gue juga mau pulang," katanya.
"Ya udah ayo pak," kataku.
"Buru buru banget," kata pak No.
"Iya pak soalnya satu jam lagi saya pergi ke kampus," kataku menjelaskan.
"Oke oke kita pulang," katanya.
Kami berjalan ke parkiran dan ternyata steven sudah disana. Tiba tiba pak no menggandeng tanganku. Aku merasa tak nyaman namun aku mengerti apa maksudnya. Setelah itu, kami masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
"Ihh, bapak nyebelin deh main pegang pegang tangan saya aja," kataku kesal.
"Ehh, gue itu cuma pegang tangan lo lagian itu kan karna ada steven aja," katanya.
"Tetap aja itu kan menjijikan," kataku.
"Udah deh gak usah dibahas," katanya kesal.
"Oke oke bapak saya maafkan," kataku.
"Terserah lo deh," katanya pasrah.
Tak berapa lama kemudian aku sampai di kost kost an. Aku langsung turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam kost kost an.
"Makasih pak," kataku sebelum masuk.
"Ya," jawabnya lalu pergi.
Aku masuk ke dalam kost an dan bersiap menuju ke kampus. Setelah selesai aku pergi ke kampus dan sesampainya di kampus aku melihat steven dikeroyok dengan beberapa orang dan sisil berteriak histeris dari belakangnya.
"Hei!!!" jeritku mengalihkan perhatian mereka.
Mereka menoleh sebentar lalu melanjutkan memukuli steven.
"Oh iya dulu kan gue sempet ikut latihan bela diri, mending gue tes gue bisa gak hajar mereka," kataku pada diri sendiri.
Mereka mendekat lalu melawan ku steven tampak sudah pingsan tak berdaya.
"Lo berani hajar sahabat gue," kataku.
Aku hampir kewalahan namun keberuntungan berpihak pada ku. Dan akhirnya aku berhasil mengalahkan mereka. Saat aku ingin berbalik menolong steven aku melihat kepala steven berada di pangkuan sisil. Aku berhenti mendekat.
"Stev pliss sadar aku takut," kata sisil sambil menangis.
"Lo tenang aja steven pasti gak apa apa kok dia pingsan mungkin karna pukulan yang cukup keras," kataku menenangkan sisil.
Tak berapa lama kemudian steven sadar.
"Gue gak apa apa kok lo gak usah khawatir," kata steven pada sisil sambil berdiri.
"Ya udah steven udah gak apa apa kan gue ke kelas duluan ya," kataku.
"Makasih yang pahlawan gue," kata steven sembari memeluk ku dari belakang.
"Iya sama sama," kataku sambil melepas pelukannya kemudian berjalan masuk ke dalam kampus.
Sesampainya di dalam kelas aku duduk di bangku dan membuka buku.
"Kok gue jadi gini sih, gue jadi cengeng cuma karna liat sisil sama steven bareng," kataku dalam hati.
"Hai nai," kata steven tiba tiba dari belakang ku.
"Hai," jawabku.
"Lo pasti keren banget tadi ya sayang gue gak liat," katanya.
__ADS_1
"Lo sih lemah banget," kataku mengejeknya.
"Iya iya deh yang jagoan," katanya sambil duduk di kursi sebelah ku.
"Emang gimana sih ceritanya sampai lo dipukulin sama orang orang tadi," kataku penasaran.
"Jadi gini tadi itu gue liat ada yang ikutin sisil dari belakang, ya trus gue merasa aneh aja sampai akhirnya mereka memegang kedua tangan sisil lalu sisil di tarik tarik gitu," katanya menjelaskan.
"Trus kenapa lo dipukulin," kataku.
"Ya gue berusaha bantu sisil jadi mereka malah serang gue," kataku.
"Makanya jangan sok keren lain kali mending lo minta tolong aja, coba tadi kalau gue gak dateng mungkin lo udah babak belur," kataku marah marah.
"Ya emang gue udah babak belur kan," katanya.
"Ya kalau masih dihajar lagi mungkin lo bisa aja mati," kataku kesal.
"Iya deh terserah lo aja," katanya.
Akhirnya dosen masuk ke dalam kelas dan memulai pembelajaran. Tak terasa akhirnya kelas pun usai kami semua pun keluar dari kelas.
"Nai tunggu," kataku.
"Iya ada apa stev lo manggil gue," kataku setelah berbalik badan.
"Sebagai tanda terima kasih gue mau anter lo pulang ya," katanya.
"Sisil gimana?" tanyaku.
"Ya dia udah gue pesankan taksi online kok jadi dijamin aman," katanya.
"Owh oke gue pulang sama lo," kataku.
Kamipun berjalan menuju parkiran. Setelah sampai di parkiran steven memakaikan helm ke kepalaku. Kemudian kami mulai berjalan. Di perjalanan aku memeluk steven dari belakang.
"Selama ini hubungan gue dan steven udah renggang banget semoga dengan pelukan gue dia tau kalau gue sayang banget sama dia," kataku dalam hati.
"Nai lo tau gak udah lama banget kita gak jalan berdua, udah lama banget gue gak merasakan pelukan hangat lo, dan udah lama banget lo gak happy happy bareng gue," katanya.
"Sorry stev kalau dulu kita masih anak anak jadi masih banyak waktu buat bareng tapi kan sekarang beda gue ngampus gue kerja gue belajar jadi waktu gue lebih sedikit buat main bareng lo," kataku menjelaskan.
"Tapi gue liat liat lo makin deket sama pak No boss yang selama ini lo bilang rese lo bilang menyebalkan tapi nyatanya lo lebih perduli sama dia," katanya.
"Oke gue minta maaf kalau selama ini gue kurang berbagi waktu bareng lo tapi yang harus lo tau gue sayang sama lo stev," kataku.
"Ya gue tau gue juga sayang sama lo," katanya.
Tak terasa akhirnya kami sampai di kost an ku. Aku turun dari motor.
"Thank you stev," kataku.
"Ya sama sama nai selamat malam nice dream," kata steven.
__ADS_1
Akupun masuk ke dalam kost an dan bersiap untuk tidur. Aku naik ke tempat tidur berdoa lalu tidur. Dan menantikan hari esok yang harus ku lalui.