Wanita Juga Bisa Berkarir!

Wanita Juga Bisa Berkarir!
Berangkat ke Amerika.


__ADS_3

1 Minggu Kemudian.


"Bu nai berangkat dulu ya nai janji setelah nai sukses nanti nai bakal pulang nai bakal jemput ayah dan ibu buat ikut nai kesana," kataku sambil mulai menangis.


"Iya nak hati hati ya dijalan jangan lupa doa, ibu yakin nai pasti sukses," kata ibu.


 


Setelah berpamitan dengan ayah dan ibu aku berjalan keluar rumah dan masuk ke dalam mobil travel yang telah disiapkan oleh kampus. 


"Pak kita gak usah terlalu terburu buru saya berangkatnya besok pagi kok," kataku.


"iya bu," jawab supir itu.


 


Sepanjang perjalanan aku hanya termenung. Saat tiba tiba telpon ku berdering dan aku mengangkatnya.


 


"Ya hallo bu dekan ada apa ya bu?" tanyaku.


"Begini naila kamu nanti menginap di hotel yang sudah saya siapkan," katanya dari dalam telpon.


"Oh iya terima kasih ya bu," kataku.


"Iya kalau begitu saya tutup telponnya dulu ya," katanya.


"Iya bu," kataku setelah itu telponnya ditutup.


 


Setelah beberapa jam aku akhirnya sampai di hotel yang telah di persiapkan oleh kampus.


 


"Oke makasih ya pak," kataku.


"Iya bu besok saya jemput jam 8 pagi ya," katanya.


"Oke pak," kataku lalu turun dari mobil.


 


Setelah turun dari mobil akupun masuk ke dalam hotel.


 


"Mbak naila ya," kata seorang pegawai hotel.


"Iya saya naila," kataku.


"Ohh kalau begitu mari saya antar ke kamar mbak yang sudah disiapkan," katanya lagi.


"Ohh oke ayo saya kebetulan udah capek," kataku sambil tertawa kecil.


Setelah berjalan menaiki beberapa anak tangga akhirnya aku sampai di kamarku.


"Ini kamarnya mbak dan ini kuncinya," katanya sambil memberikan sebuah kunci.


"Oke terima kasih," kataku.


"Sama sama mbak kalau begitu saya tinggal dulu ya nanti kalau perlu apa apa panggil saya saja ya," kata si pelayan itu.


 


Setelah itu dia pergi sementara aku masuk ke dalam kamar. Setelah berada di dalam aku meletakkan koper ku dan duduk di tempat tidur. Tak berapa lama kemudian telpon ku berdering.

__ADS_1


"Hallo cewek baja apa kabar lo," kata pak No menelpon.


"Iya ada apa badak rese gue baik baik aja kok lo kangen ya sama gue," kataku.


"Ihh pede banget lo oh iya lo udah di mana sekarang," katanya.


"Gue udah di Jakarta ni dak sekarang lagi di hotel soalnya besok gue berangkat ke Amerika," kataku.


"Ohh semoga perjalanan lo besok lancar ya semoga selalu dalam penyertaan Tuhan," kata si badak rese.


"Amin kalau gitu gue tutup dulu ya mau mandi gerah banget," kataku.


"Oke Da.... cewek baja," katanya.


"Da..... badak rese," kataku lalu menutup telpon.


 


Setelah itu aku berjalan ke kamar mandi dan kemudian mandi. Setelah selesai mandi aku langsung turun ke bawah untuk makan siang. Setelah selesai aku kembali ke kamar.


Tak terasa hari semakin malam hingga akhirnya aku tertidur.


Keesokan paginya.


Uah, aku menguap tanda masih mengantuk.


"Jam berapa ya," kataku sambil mengusap wajah.


"Hah?! jam 7 aduh se jam lagi gue dijemput travel gue harus cepet cepet nih gak boleh sampai ketinggalan pesawat kayak gue ketinggalan bus ya kali si badak rese mau nganterin gue ke Amrik," kataku lalu aku berlari ke kamar mandi.


 


Dan mandi setelah selesai mandi aku mengambil koper dan berlari ke bawah untuk menunggu mobil travel. Tak berapa lama menunggu akhirnya mobil travel datang.


 


"Huh, akhirnya bapak datang juga saya pikir saya akan ketinggalan pesawat," kataku lega.


"Iya pak jangan sampai telat ya," kataku.


Akhirnya aku sampai di bandara. Aku langsung berlari masuk ke dalam. Tak berapa lama aku menyelesaikan semua prosedur seperti chek in dan lain lain akhirnya aku berada di dalam pesawat.


 


"Duh ribet juga ya naik pesawat mending gue naik angkot," kataku mengeluh sambil mengambil buku dari tas.


"Mbak baru pertama kali ya naik pesawat," kata seorang pria di dekat ku.


"Kok dia bisa tau malu banget gue," kataku dalam hati.


"I..i..iya pak kok bapak bisa tau," kataku malu malu.


"Kelihatan mbak grogi sekali," katanya.


"Iya pak," kataku sambil tertawa kecil.


"Mbak mau kemana?" tanyanya.


"Mau ke Amerika pak saya mau kuliah," kataku.


"Wah mbak keren banget," katanya dengan suara yang berubah.


 


Awalnya suara pria di sebelah ku terdengar sangat bulat dan berwibawa. Namun tak lama berbincang bincang suara berubah. Suaranya terdengar familiar seperti suara......


"Hah?! badak rese," kataku pelan.

__ADS_1


"Ada apa mbak kok wajahnya kaget mendengar suara saya," katanya.


"Kok suara bapak mirip dengan suara temen saya ya pak," kataku ragu.


Kemudian dia membuka topi nya dan ternyata kumis dan jenggotnya juga palsu.


"Masa sih?!" katanya sambil mengangkat ke kepalanya.


"Badak rese!" kataku kaget.


"Iya ini gue kenapa kaget ya," katanya.


"Apaan sih eh ngomong ngomong kok lo bisa disini sih," kataku heran.


"Ya bisalah Matthew No gitu apa coba yang gue gak bisa," katanya dengan sombongnya.


"Ihh gaya banget lo lagian gak ada efeknya lo disini," kataku jutek.


"Yakin? gue sangat berguna tau," katanya.


Aku hanya diam berusaha tak menghiraukan.


"Gue itu kesini cuman biar lo bisa kuat pisah sama sahabat lo itu si steven," katanya.


"Tuh kan lo malah ingatkan gue sama dia gimana sih," kataku.


"Iya iya sorry gue keceplosan," katanya.


 


Cukup lama waktu yang ku tempuh sampai keesokan harinya aku sampai di Amerika tepat jam 04:00 dini hari. Aku turun dari pesawat membawa koper ku dan berjalan ke luar bandara.


 


"Lo mau tinggal dimana sekarang?" tanya si badak rese.


"Ya di hotel yang disiapkan kampus lah mau dimana lagi," kataku.


"Okey gue ikut lo," katanya.


"Apaan sih terserah lo deh gue mau cari orang yang jemput gue," kataku kesal karna kelelahan.


Tak lama kemudian ada seorang pria yang mendekatiku dan bertanya.


"Are you miss naila?" tanyanya.


"Yes, I am naila," kataku.


"I am a driver sent by campus," jelasnya.


"Oh, okay," jawabku.


 


Lalu aku berjalan ke mobil lalu masuk ke dalam. Sementara si badak rese mengikuti dari belakang.


 


"I will take you to the apartment," katanya.


"Oh, thanks," jawabku pendek.


"Yes, you are welcome," jawabku.


 


Tak berapa lama di perjalanan akhirnya aku sampai di apartemen. Lalu si supir pergi sementara aku berjalan masuk. Saat di depan pintu masuk ada seorang wanita.

__ADS_1


 


"Morning sis, I'm caline your companion while in America, I will help you with your every need," katanya menjelaskan.


__ADS_2