
kini jam sudah menunjukkan pukul 5 sore, semua orang yang ada dirumah itu khawatir dengan keadaan ibu arumi yang sedang diperiksa oleh dokter.
5 menit kemudian seorang dokter keluar dari kamar ibu arumi
"bagaimana keadaan ibu saya dok? ibu saya baik baik saja kan dok!. ucap. arsyila dengan wajah khawatir
" maaf mbak, kondisi kesehatan ibu anda semakin menurun!.. ucap. dokter Linda dengan lirih
setelah mendengar pernyataan dari dokter, arsyila pun tertunduk sedih, dia tidak bisa membendung air mata nya lagi, kini air mata nya mengucur deras hingga membasahi pipinya.
dokter Linda melihat bagaimana arsyila menangis tanpa mengeluarkan suara sedikit pun. dia tahu bahwa gadis itu sangat sedih.
"maaf mbak, ibu arumi tadi menyuruh arsyila untuk menemuinya" ucap. dokter Linda dengan lirih
"iya Terima kasih dokter!. ucap. arsyila sambil tersenyum
" iya sama-sama "ucap.dokter Linda
arsyila berjalan menuju kamar ibunya
ibuu.... arsyila tidak bisa lagi menahan tangisannya, kini akhirnya tangisannya pecah di pelukan ibunya.
__ADS_1
" ibu jangan tinggalkan syila"ucap.arsyila sambil menangis tersedu sedu
"jangan menangis syila, ingat pesan ibu kemarin ya! nanti kalau ibu tidak ada lagi syila harus bisa jadi anak yang kuat!. ucap. ibu arumi sambil menangis.
" iya ibu arsyila akan jadi anak yang kuat, bagaimanapun Allah lebih sayang kepada ibu daripada kami" ucap. arsyila mencoba untuk menguatkan hatinya.
semua orang yang ada dirumah itu langsung masuk kedalam kamar ibu arumi
"dik kamu kenapa, apakah ada yang sakit? tanya pak Adam sambil memegang tangan adiknya
" iya kak, apakah ada yang sakit dengan tubuh kakak!. ucap. ibu lia sambil menangis
kini semua orang yang ada di kamar itu langsung menoleh kearah ibu arumi dan menangis.
"jangan berkata seperti itu kak" ucap. ibu lia sambil menangis
"rum kenapa kamu berbicara seperti itu, arsyila sangat membutuhkan kasih sayang mu.kami juga sangat menyayangi mu!.. ucap. ibu ani sambil menangis.
" sabar ya syil" ucap. salsa dan memeluk sahabat nya dengan erat
"iya Terima kasih sa" ucap. arsyila sambil tersenyum
__ADS_1
arsyila mendekati ibunya dengan perlahan, mencium kening ibunya, pipinya dan telapak tangan nya dengan lembut.
"seperti yang ibu katakan, arsyila akan menjadi anak yang kuat bu. kini surgaku akan pergi" maafkan arsyila bu karena belum bisa jadi anak yang baik buat ayah dan ibu!.. ucap. arsyila sambil menangis.
" ibu sangat bangga memilikimu nak, justru ibu sangat bersalah karena belum bisa jadi ibu yang baik buat mu nak!.. ucap. ibu arumi sambil menangis.
"jangan menangis ibu" ucap. arsyila sambil menyeka air mata ibunya dan memeluk nya dengan erat
arumi mencium kening anaknya dengan lembut sebagai tanda perpisahan mereka.
"tolong jaga anakku dengan baik ya!. ucap.ibu arumi dengan terbata bata.
" iya kak, kami akan menjaganya dengan baik"ucap.ibu lia sambil menangis
Adam membantu arumi membaca kalimat kalimat Allah dan sholawat kepada nabi Muhammad saw. wajah arumi mulai pucat pasi dia pun menghembuskan nafas terakhir nya.
adam memeriksa denyut nadi adiknya sudah tidak ada lagi
"innalillahi wainnailaihi rojiun" ucap. Adam sambil menangis
semua orang yang ada diruangan itu menangis histeris karena harus kehilangan orang yang mereka cintai.
__ADS_1