
Cerita di masa lalu ibu membuat ibu menentang hubungan putranya dengan Arum meskipun Arum bukan anak kandung mantan kekasih nya yang tega meninggalkan nya begitu saja.
" sudah udah bilang jangan dekat dekat dengan Arum kenapa kamu masih mendekatinya Dimas "
" Bu, Dimas gak bisa jauh dari Arum "
" ayolah Dimas jangan sampai kamu jatuh cinta sama dia nak "
" maafin Dimas Bu sepertinya memang Dimas jatuh cinta sama Arum "
" ibu kecewa sama kamu Dimas "
Dengan kemarahan ibu pergi meninggalkan Dimas, tidak menengur putranya untuk beberapa hari kedepan sampai Arum datang untuk pamit pulang ke kota lagi.
" Assalamualaikum "
" eh Arum " Dimas menghampiri Arum yang berdiri di depan rumahnya
" silahkan masuk"
" ada ibu "
" ibu lagi di lagi di belakang arum, ada apa ?"
" aku mau pamitan Dimas "
" jadi pulang hari ini ?"
" iya jadi "
Dimas menundukkan kepalanya ia harus kehilangan Arum kedua kalinya.
" Ibu ada aku mau pamitan sama ibu ?"
"(tertekun) sebentar aku panggil ibu kedalam"(masuk kedalam rumah ).
__ADS_1
Tak berapa lama terdengar suara ibu dan Dimas sedang beradu mulut ibu menolak untuk bertemu dengan Arum.
" Ayolah Bu Arum mau ketemu sama ibu dia mau pamitan sama ibu apasalahnya ibu temui dia "
" gak!! ibu gak mau , biar saja dia pulang ke kota justru dia pulang ke kota lebih baik biar kamu gak kejar kejar dia lagi "
" Dimas ibu sudah katakan sejak awal ibu tidak suka melihat dia kenapa kamu masih terus memaksa ibu untuk baik dengan dia "
Arum yang mendengar keributan ibu dan anak ini pergi begitu saja meninggalkan rumah Dimas ia benar benar sedih mendengar perkataan ibu Dimas yang begitu membenci dirinya .
" pantes saja ibu Dimas melihat ku seperti itu ternyata beliau tidak suka padaku "
Malam pun tiba ...
semua koper sudah tertata rapi di dalam mobil yang mereka pakai saat pertama kali datang ke desa ini, saatnya berpamitan dan berangkat .
Setelah selesai pamitan ke nenek dan yang lain satu persatu mereka masuk kedalam mobil, hanya tersisa Arum yang masih menunggu ke datangan Dimas untuk mengantarkannya pulang .
" biasanya dulu dia datang kalau aku mau pulang ke kota , berarti benar Dimas gak mau temui aku lagi (*ucapnya di dalam hati )"
" maaf, iya aku bentar lagi masuk "
Nenek melihat kegelisahan dan wajah yang menunggu dalam diri cucunya nenek menghampiri nya dan berkata
" lagi nungguin siapa ?"
"(*terkejut) nenek, Arum gak nunggu siapa siapa nek "
" nak Dimas ya ?"
" (menunduk ) gak kok nek "
Tiba tiba saja Dimas memanggil nama Arum dari kejauhan , benar saja Arum yang awalnya cemberut dengan wajahnya yang sedih berubah bahagia begitu melihat kedatangan Dimas .
" Dimas ya ampun dia datang juga "
__ADS_1
Arum seketika berlari menghampiri Dimas mereka saling bertatapan
" Aku minta maaf hampir aja aku terlambat datang nya "
" iya gak papa, aku pikir kamu gak akan datang "
" pasti aku datang "
" kalau begitu aku pamit ya "
" tunggu " (*merogoh kantong celananya )
Mengeluarkan Angsa pemberian Arum waktu itu.
" aku masih simpan dia , bagaimana dengan mu ?"
Arum tersenyum malu ia mengeluarkan kembali angsa yang sama dari dalam kantongnya
" aku juga masih simpan"
" Aku harap ini bukan pertemuan kita yang terakhir tapi ini bisa menjadi awal pertemuan kita "
" aku juga demikian "
" Arum aku cinta sama kamu "
Wajah Arum berubah memerah begitu mendengar kata cinta dari Dimas ia benar benar kaget dan tidak menyangka perasaan mereka sama .
Malu malu Arum hanya membalas dengan senyuman lalu pergi masuk ke dalam mobil dan melambai kan tangannya ke Dimas sesekali .
" kamu di tembak sama cogan kok malah lari sih Arum Kok gak aku aja yang ditembak sama cogan ya " * Tessa merengek
" (* menutup mulut Tessa) udah deh Tessa gak usah lebay , apaan sih kamu itu cuma ganggu suasana tau gak Arum lagi bahagia itu jangan di ganggu pliess "
" sialan, aku kalah lagi, Dimas udah berani ungkapin perasaan nya ke Arum sementara aku masih diam membisu begini "
__ADS_1
(* ucap boy di dalam hati )