
1 Minggu kemudian
Arum tidak sengaja bertemu dengan Dimas di perempatan lampu merah pusat kota .
" Dimas "
Ucap Arum menghampiri Dimas yang sedang menikmati makanan di tangannya
" eh Arum "
" ya ampun kamu udah sampe sini ?"
" udah Arum , apa kabar mu Dimas ?"
" Alhamdulillah baik Arum "
" kok gak kasih kabar aku sih kalau kamu udah di sini, kalau aku tau kan aku bisa ajak kamu jalan jalan "
" trimakasih loh Arum tapi aku lagi gak pengen jalan jalan "
" ya udah deh nanti kalau kamu pengen jalan jalan kabari aku ya "
" siap bos "
Mendengar kabar kalau Dimas sudah berada di kota yang sama dengan nya, boy semakin khawatir dengan cintanya ia takut Arum akan berpaling dan mencintai Dimas.
" Dimas ada di sini, aku gak bisa biarin Dimas geser posisi aku di hati Arum " ucap boy yang ingin merencanakan sesuatu .
Boy menemui ibunya meminta ibunya untuk menemui ibu Sinta selaku ibu angkat Arum
" kenapa anak mama murung ?"
" boy pusing ma, cowok yang boy cerita waktu itu, dia datang dari kampung dia trus coba dekatin Arum Bu "
" sudah ikhlaskan saja perempuan itu untuk dia "
__ADS_1
" gak bisa gitu ma, kalau boy lepas Arum sama saja boy gak bener sama dia , sekarang gini aja mama pergi kerumah Tante Sinta temui Tante Sinta minta Tante itu buat dekatin boy sama Arum , boy mohon ma pliess bantu boy kali ini "
" yaaa.. Ya.. Nanti Mama coba ke rumah Tante Sinta buat ngomongin ini "
" makasih ya ma "
malam harinya ibu boy pun datang kekediaman Bu Sinta sekalian mau bertemu dengan Arum
Setibanya di depan rumah Bu Sinta , Bu Sinta menoleh ke belakang melihat temannya datang Bu Sinta menghampiri nya dan berkata
" selamat datang jeng, ada apa malam malam ke rumah jeng, kok gak kabari aku dulu "
" gak ada apa apa kok jeng cuma pengen ngobrol sebentar "
" ya ampun jeng biasanya kan wa kalau ada apa apa , ya udah kita masuk aja yuk "
" gak usah jeng, kita ngobrol di depan aja "
" ya udah gimana enaknya aja jeng "
" Silahkan di minum jeng"
" trimakasih jeng , sudah menganggu malam nya"
" iya gak papa jeng emang nya ada apa sih jeng ? Apa nomor saya keluar jeng ?"
" gak jeng kita kan baru Minggu depan kocok arisan "
" trus ada apa jeng "
" begini, anak saya kan satu kampus sama anaknya jeng, jeng anak saya suka sama nak Arum sudah lama apalah salahnya kita adakan perjodohan gitu "
" hmm...."
" gimana menurut jeng , jeng kan tau sendiri boy anak saya anak satu satunya pasti anak jeng bahagia di samping anak saya "
__ADS_1
" maaf jeng, bukannya saya menolak atau apa , cuma soal itu saya blm kepikiran, saya serahin ke Arum aja sepenuhnya apapun pilihan dia lagipula kan mereka masih proses persidangan mau selesaikan kuliahnya , saya gak mau ganggu jeng "
" maaf jeng, saya juga gak mau ganggu , cuma saya takut anak saya kecewa kalau Arum berpaling dari dia "
Bu Sinta menggigit bibirnya , sambil tersenyum
" maaf jeng kalau soal kecewa dan di kecewakan itu sih hal yang wajar ya namanya juga dunia percintaan , apapun keputusan anak anak kita , kita dukung saja ya jeng "
" ya sudahlah jeng saya pulang aja lagian udah malam "
" iya jeng hati hati ya "
merasa tak puas dengan jawaban ibu Sinta , ibunda boy pergi begitu saja dengan wajah masam tanpa berpamitan langsung masuk mobil.
Pak agung yang mendengar obrolan istri dan teman istrinya keluar rumah
" ada apa sih ma? Kok teman mama buru buru pulangnya mukanya cemberut gitu "
Mama tertawa kecil " anu pa, biasa anak jeng itu satu kampus anak kita Arum, dia berencana mau jodohin anak dia sama anak kita"
" ya ampun trus mama jawab apa ?"
" ya... Mama bilang itu terserah anak kita jeng eh dia pulang gitu aja pa kayaknya dia sebel sama jawaban mama , menurut papa apa jawaban mama salah ?"
" gak salah kok, bener jawaban mama , papa kasih nilai 80 "
" kok cuma 80 sih pa "
" yaa... Kalau 100 sekalian ya pasti mama akan merasa puas dan gak mau berusaha lagi kan "
" iya deehhh... Iya , ya udah yok masuk yok , anak kita udah bobo kan pa ?"
" kayak nya sih blm ma "
"mama cek ke atas dulu deh ya pa "
__ADS_1
" iya sayang "