Wanita mandiri

Wanita mandiri
episode 34


__ADS_3

Pagi yang dingin membuat setiap manusia ingin melanjutkan tidur nya, tapi tidak dengan arsyila dia sudah mandi dan bersiap untuk sholat subuh.


Setelah sholat arsyila membuat sarapan untuk dirinya sendiri. memasak sudah menjadi rutinitas setiap hari bagrya. dulu ketika orang tuanya masih hidup dia selalu memasak hidangan yang lezat untuk orang tuanya, dia selalu memasak makanan favorit untuk orang tuanya tapi sekarang dia hanya memasak sarapan untuk dirinya sendiri.mengingat itu arsyila merasa sedih tapi dia tidak mau berlarut dalam kesedihan! dia ingin menjadi anak yang sholehah dan membanggakan orang tuanya.


Setelah lama berkutat didalam dapur, arsyila bersiap untuk berangkat kerja


tapi deringan henphone nya membuat mood nya terbagi.


dia pun mengambil henphone nya diatas nakas dan menggeser icon berwarna hijau.


" Halo assalamualaikum nia! ada apa pagi pagi udah nelpon? kangen ya, " ucap arsyila tertawa kecil


" Waalaikumsalam, ih kau ini! aku lagi serius kau malah bercanda, " sahut nia kesal karena arsyila malah menggoda nya


Nia adalah salah satu rekan kerja arsyila dirumah sakit.


" Emang ada apa ni? tumben? ceritain dong samaku?" ucap arsyila dengan santai


" Segera kerumah sakit sekarang kalau kamu tidak mau dipecat! " ucap nia dengan tegas


" Emang kenapa ni! siapa yang sa belum sempat arsyila meneruskan ucapan nya, nia bersuara


" Ada rombongan kecelakaan sedang menuju kesini, kita harus stand by disana, " ucap nia lirih


" Astagfirullah ya Allah, teriak arsyila dengan keras sehingga membuat nia menjauhkan henpon dari telinganya


" Ya Allah arsyila! kamu tu ya, bicara gk bisa pelan apa' lihat ni kuping ku sakit tau! " ucap nia dengan kesal


arsyila tidak menjawab pertanyaan nia dia segera mengakhiri panggilan nya setelah itu langsung stand by kerumah sakit


Sedangkan nia yang berada dijalan hanya bisa menggerutu dirinya


" Dasar tu anak ya, bikin aku tungkik aja! udah gitu pake matiin segala henpon nya, " ucap nia berbicara sendiri


Diruang operasi arsyila bersama rekan kerjanya terus berusaha untuk melakukan yang terbaik untuk pasien nya, ada 5 orang yang mengalami luka yg sangat parah sehingga semua menguras energi mereka. sudah 3 jam mereka bergelut dengan peralatan medis nya sampai akhirnya jam menunjukkan pukul 1 siang baru lah mereka menyelesaikan pekerjaan nya.


Diruang tunggu keluarga pasien sangat berterima kasih atas semua hasil kerja dokter yang memuaskan


" Terimakasih dokter, sudah melakukan yang terbaik untuk keluarga kami! " ucap salah satu keluarga pasien


" Sama-sama bu! sudah kewajiban kami melakukan yang terbaik untuk pasien kami, " sahut arsyila tersenyum ramah


" Iya bu! sudah kewajiban kami memberi penanganan terbaik untuk pasien kami, " ucap nia menambahi


" Terimakasih dokter, atas semua nya! ucap Ibu tersebut dan menyalami arsyila, nia dan rekan kerja yang lainnya


" Sama-sama bu, kalau begitu kami permisi dulu! ucap arsyila dengan lembut


" Silahkan nak, sahut ibu tersebut


Di musholla arsyila baru saja melaksanakan sholat zuhur. setelah sholat dia menghampiri temannya yang sudah menunggunya dikantin.


" Assalamu'alaikum, maaf ya beb, lama nunggu nya! " ucap arsyila yang baru saja datang dan duduk dikursi dengan santai

__ADS_1


" Waalaikumsalam, ucap nia dengan ketus


" Ngambek ni ya, emang ada apa? apa aku mempunyai kesalahan? tanya arsyila penuh selidik


" Emang nya kamu gk tau ya, kesalahan kamu apa! atau jangan jangan kamu amnesia? tanya nia meledek arsyila


" Enak saja, bilang aku amnesia! ucap arsyila kesal


" Siapa suruh kamu teriak teriak, lihat tuh kuping aku jadi pekak, " ucap nia


" Kamu harus tanggung jawab! kesalahan kamu sangat fatal, " ucap nia lagi


" oke, aku setuju! minta apa aja yg kamu mau! " ucap arsyila sehingga membuat nia melongo


" Beneran ni ya, kamu gk bohong kan? tanya nia


" Iya niaku sayang, sahut arsyila tersenyum manis


" Alhamdulillah dapat gratisan! aku mau kamu traktir aku beli tas impian ku? " ucap nia sehingga membuat arsyila melongo, yang dia tahu tas yang selalu dipakai nia semua harganya mahal


" Tapi jangan mahal mahal ya, kamu kan tau sebentar lagi aku menikah! " ucap arsyila memohon


" Ya elahh itu aja dipikirin! calon suami kamu kan Sultan, " ucap nia dengan santai


" Itu kan beda nia, dan ucapan arsyila terputus melihat salsa berjalan kearah mereka


" Yaallah salsa, kamu darimana aja sih, kenapa lama banget! kami nungguin kamu lo dari tadi," ucap arsyila kemudian mempersilakan sahabat nya duduk


" Iya ni Salsa, ucap nia


" Iya deh, kalau gitu! " sahut arsyila tersenyum


Tak lama kemudian tiba lah pesanan mereka setelah itu menyantapnya


Salsa adalah sahabat arsyila pada saat kuliah. Salsa berprofesi sebagai dokter kandungan, jadi maklum, kalau dia selalu lama.


Diperusahaan pratama grup, andi dan angga dibuat kalang kabut atas kerugian yang dialami perusahaan mereka hingga jam sudah menunjukkan pukul 2 siang barulah mereka menyelesaikan tugas mereka.


Huftfff...............


Andi dan angga menghembuskan nafas mereka dengan kasar setelah itu membaringkan tubuh mereka disofa


Tak lama kemudian masuklah reza sambil membawa makan siang untuk tuannya


tok... tok.....


" Bos boleh saya masuk, ucap reza dari balik pintu


" Masuk, ucap angga dari dalam


klek!


Pintu dibuka oleh reza, dia masuk secara perlahan dan meletakkan makanan yang dibawanya diatas nakas setelah itu mendekati bos sekaligus sahabat nya

__ADS_1


Reza memang sekretaris sekaligus sahabat dari Andi dan angga, mereka seperti pasangan sejoli yang sangat akrab sehingga orang orang mengatakan kalau mereka kakak beradik.


" Ada apa bos, banyak pikiran ya? tanya reza dengan santai dan menghempas kan tubuhnya diatas sofa


" Pakai nanyak lagi, udah tau orang pusing! ucap angga dengan kesal setelah itu dia mengambil makanan di atas nakas


Sedangkan andi dia sudah tertidur diatas sofa, akibat kelelahan dia sangat pulas tertidur.


Reza hanya geleng-geleng ketika melihat kelakuan sahabat nya itu


Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore, nia yang berada di diparkiran tak sengaja bertemu dengan angga calon suami arsyila


" Assalamu'alaikum, ucap angga dengan datar abersamaan dengan reza dibelakang nya


" Waalaikumsalam, eh pak angga! mau nyari arsyila ya pak? tanya nia dengan gugup, pasalnya dia sangat takut bila berhadapan dengan seorang angga


" Iya, tolong panggil kan dia" ucap angga dengan datar dan dingin


" Baik pak, ucap nia langsung berjalan, tapi langkah nya terhenti ketika melihat salsa dan arsyila berjalan kearah nya


angga yang melihat itu langsung berlari kearah arsyila


" Arsyila! dari mana saja? kakak khawatir lo sama kamu? ucap angga dengan nada khawatir


" l 'm okay! ucap arsyila tersenyum ramah


" Ya ellah kak, gitu aja khawatir! kayak mau keluar kota aja, " ucap salsa santai


" Iya ni bos, posesif banget sih! " ucap reza menambahi


Angga tidak memperdulikan perkataan sahabat nya dia dia mendekati arsyila dan berdiri dihadapan nya


" Ada apa kak? tanya arsyila dengan gugup


" Dari tadi kakak hubungi, kenapa gk diangkat syil? segitu sibukkah sehingga tak memperdulikan kakak? " ucap angga dengan wajah kesal


arsyila hanya mengerutkan dahinya, setelah itu mengambil Henphone nya di tas dan benar saja banyak panggilan tak terjawab dari angga


" eh iya, maaf ya kak! banyak pasien tadinya, " ucap arsyila sambil tertawa kecil


" Kakak ngapain disini! kangen ya sama syila? kami permisi dulu ya kak, ada hal penting!


assalamu'alaikum kak! " ucap arsyila melambaikan tangan nya dan menarik kedua temannya kedalam mobil


setelah kepergian arsyila dan teman teman nya


angga dan reza kembali ke rumah nya


" buset deh! parah banget tu, calon bini lo ga? seorang angga diabaikan, " ucap reza tertawa kecil


" Biasa aja kali, ucap angga dengan santai


" Giliran bini aja, langsung tu dibelain! " ucap reza dengan wajah dongkol nya

__ADS_1


" Bodo, ucap angga dengan dingin kemudian kembali fokus melihat Henphone di tangan nya


__ADS_2