
Setelah puas berkeliling kampung merekapun kembali kerumah, papa masih kepikiran soal Rina mantan pacarnya, wahh cari gara gara nih papa sudah dapat ancaman juga dari mama masih macem macem.
Malam harinya, seperti biasanya kebiasaan keluarga ini masih kental, selesai menggelar makan malam.
Arum memilih untuk berdiam diri didepan rumah sambil menikmati kerlap kerlip lampu warga dari kejauhan rasa rindu pada keluarga nya dan kedua orangtua yang telah tiada, Arum terbayang wajah cantik ibunya dan wajah tampan Abang dan bapaknya
tanpa ia sadari air matanya menetes di pipi.
" Ya Allah Arum kangen sama ibu sama bapak sama Abang Doni juga"
Tiba tiba sebuah tangan mendarat di pundak Arum, mengagetkannya, ia menoleh ke belakang dan melihat nenek berdiri tepat di belakangnya
" nenek, nenek blm tidur ?"
Arum berdiri dari kursi mempersilahkan nenek untuk duduk
" seharusnya nenek yang tanya itu, Arum sedang apa malam malam diluar sendirian ada apa ?"
Arum menyeka air matanya sambil menunduk untuk menyembunyikan kesedihannya, Nenek tau apa yang sedang Arum rasakan, ia mengangkat lembut dagu cucu angkatnya itu
" Lihat nenek sayang , Arum kangen sama orangtua Arum ?"
"Iya nek, Arum kangen sama ibu sama bapak sama Abang juga "
tak tahan melihat air mata kerinduan yang terus mengalir dari mata Arum nenek memeluknya untuk memberikan rasa tenang pada cucu nya.
"Insyaallah kedua orangtua dan saudara laki-laki Arum pasti bahagia melihat kamu sayang "
" aamiin makasih nek "
__ADS_1
"janggan sedih sedih lagi ya, nenek punya sesuatu buat Arum , sebentar nenek ambilkan ya " nenek masuk ke dalam rumah dan tak lama kemudian nenek kembali membawa kotak merah bercorak.emas di tangannya.
" Ini apa nek ?"
" Coba Arum putar badan biar nenek pasangin"
" gak usah nek" Arum menolak pemberian nenek ia merasa itu terlalu berlebihan sebab Arum masih berpikir dirinya tidak berhak menerima apapun dari keluarga ini sebab mereka terlalu baik padanya.
" Kenapa ? Arum nolak pemberian nenek"
" maaf nek, bukannya Arum menolak tapi Arum bukan siapa siapa disini Arum hanya orang asing di dalam keluarga ini, Arum gak pantes terima hadiah dari nenek "
" Sayang " nenek menggenggam tangan Arum
" Arum itu cucu nenek satu satunya, nenek gak peduli mau Arum anak kandung anak saya atau bukan yang penting Anak saya sayang sama Arum begitu juga nenek kakek dan semua , stop berpikir kamu orang asing bagi nenek kamu cucu nenek yang paling nenek sayang "
Arum menangis lagi ia kembali memeluk nenek , terlihat jelas ada cinta dan kasih sayang yang tulus dari seorang nenek yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.
" Jangan ngomong seperti tadi lagi ya janji"
" janji nek "
" kalau gitu putar badan biar nenek pasang kalung kesayangan nenek yang dari muda nenek pakai nenek wariskan ke kamu sayang"
Arumpun menuruti permintaan nenek untuk memutar badannya dan sedikit jongkok demi mempermudah nenek memakaikan kalung di leher Arum.
kalung emas yang berlambangkan bebek angsa di hiasi permata kecil yang bersinar jika di rupiahkan harganya sudah beratus juta.
" waaah .. cantik sekali cucu nenek"
__ADS_1
pujian demi pujian nenek lontarkan melihat ke cantikan cucunya dan mengingat dirinya tentang masa lalunya yang cantik seperti cucunya
" makasih nek "
" pesan nenek jaga baik baik kalung ini jangan sampai rusak ya "
" ini pasti mahal ya nek ?"
" hmm... gak seberapa sama rasa sayang nenek sama kamu "
" makasih nenek "
keduanya kembali berpelukan penuh haru dan suka cita .
...****************...
Waktu berlalu, sudah 2 hari mereka berlibur di kampung halaman.
Tiba saatnya mereka untuk pulang ke kota, melanjutkan pekerjaan papa yang sudah menumpuk begitu juga tugas kuliah Arum, besok mereka akan berencana untuk kembali ke kota, untuk melepaskan rasa rindu pada kampung halaman.
keluarga pak agung kembali berkeliling kampung kali ini tujuannya untuk mandi di air terjun di lereng bukit di dekat rumah .
Ditengah jalan, lagi lagi mereka bertemu Dimas dan ibunya.
" Pa, tunggu deh itu bukannya Bu Rina sama Dimas berhenti pa, mama mau ngomong "
Papa menghentikan laju sepedanya, mama bergegas menghampiri Bu Rina dan Dimas mengajak mereka untuk pergi mandi bersama dengan mereka.
Tak heran begitulah sifat bu Sinta yang ramah tamah, meskipun baru pertama kali bertemu dengan dia, beliau tidak akan sungkan untuk menganggap nya sebagai saudara
__ADS_1
bagaimana kalau nanti Bu Sinta tau kalau Rina itu mantan pacar suaminya yang hampir saja di nikahi suaminya waahh... kira kira apa tanggapan Bu sinta ya apalagi Bu Rina sudah menjadi janda apa beliau akan cemburu buta ? semoga saja tidak ya...