
Perpisahan kedua semakin membuat Dimas tidak nyaman, akhirnya dia memutuskan untuk menyusul Arum ke kota.
bahkan dia juga sudah berencana akan melanjutkan pendidikan nya lagi.
niat baiknya di dukung oleh sang ibu karena melihat perubahan putranya.
" Ya tuhan... apa aku terlalu keras sama putra ku ? dia tulus mencintai Arum dan aku tau juga Arum gadis yang baik "
Ibu menghampiri Dimas di dalam kamar yang sedang merenung sambil memperhatikan kalung pemberian Arum
" Kamu lagi ngapain nak "
Ia buru buru menyembunyikan kalung kedalam kantong celananya.
" Gak usah di sembunyikan ibu sudah tua itu kalung permberian Arum kan ? Kejar dia nak kejar dia kalau memang kamu tulus menyayangi dia "
"ibu serius ? kasih restu sama Dimas ?"
" iya nak , maafkan ibu "
Setelah mendapat kan restu dari ibunya, besok paginya Dimas berangkat ke kota .
" Dimas pergi ya Bu jaga diri ibu disini "
" iya nak hati hati di sana jaga diri kamu juga ya"
" iya Bu "
" jangan makan sembarangan "
" iya Bu "
__ADS_1
Di sisi lain, gadis sedang berada di kampus, ia berniat ingin pergi ke rumah masa kecilnya selepas kegiatan di kampus.
Ia sangat merindukan almarhum kedua orangtuanya dan almarhum kak Doni , ia sedih, sebentar lagi dia akan menggelar wisuda yang ia hadiahkan untuk almarhum abangnya Doni.
" Sebentar lagi, Arum udah wisuda bang, ini semua Arum hadiahkan untuk Abang semoga Abang bahagia disana melihat Arum sekarang"
sesampainya di kota, Dimas berkeliling mencari alamat Arum berhubung dia baru pertama kali menginjak kan kaki di ibu kota Dimas blm tau tempat tempat disini .
Saat ingin menyebrang jalan tiba tiba sebuah mobil mewah hampir menabraknya .
Si pemilik mobil keluar dari dalam mobil, yang ternyata itu ibu Sinta orangtua angkat Arum entah kebetulan atau memang cara tuhan mempertemukan mereka.
Bu Sinta menghampiri Dimas yang ketakutan sambil menutupi wajahnya
" kamu gak papa nak ?"
Dimas membuka tangannya yang menutupi wajahnya
" Loh nak Dimas rupanya , ibu gak kenal tadi maaf ya nak "
Bu Sinta melihat penampilan Dimas dari ujung kaki sampai ujung rambut nya
" nak Dimas mau kemana ?"
" Dimas baru sampai Bu dari kampung "
" iya ibu tau , maksud ibu tujuannya mau kemana ?"
" gak tau Bu , Dimas bingung mau kemana "
" ya ampun ya udah ikut sama ibu aja "
__ADS_1
" ibu serius izinkan Dimas ikut ibu ?"
" iya nak, ibu carikan kost buat Dimas "
" boleh Bu Dimas mau trimakasih nya bu"
" nanti aja nak trimakasih nya kalau sudah ketemu kostnya "
Merekapun berkeliling mencari kost untuk Dimas, setelah berkeliling beberapa jam akhirnya mereka menemukan kost yang cocok untuk Dimas .
" ini aja Bu, bulanannya juga ringan pas di kantong Dimas "
" tapi dimas menurut ibu ini terluka sempit buat kamu "
" gak papa Bu segini aja udah besar baget menurut Dimas udah luas baget malah "
" ya ampun ya udah deh terserah nak Dimas aja enaknya gimana "
" iya Bu trimakasih.ya Bu sudah nyusahin ibu "
" ibu sama sekali gak merasa susah dan terbebani nak "
" masyaallah trimakasih Bu , ibu baik baget ternyata "
" kamu bisa aja , kalau begitu ibu pamit dulu ya masih ada keperluan sebentar "
" iya Bu trimakasih ya Bu"
" sama sama nak kalau butuh apa apa telpon saja ibu , ini kartu nama ibu nanti ibu sampaikan ke Arum kalau kamu udah di Jakarta nyusul dia "
" jangan Bu biar Arum kaget aku ada sini "
__ADS_1
" ooh jadi ceritanya mau kasih kejutan ni "
"ya ya udah deh terserah kamu aja"