Wanita mandiri

Wanita mandiri
seorang wanita


__ADS_3

Dikediaman pak adam semua keluarga berkumpul di ruang keluarga dan berbincang-bincang hangat.


" yah, bella boleh bertanya gk? ucap. bella sambil duduk disamping ayahnya


" mau tanya apa nak!. ucap. pak Adam


" kak arsyila emang nya gk puasa kesini yah? ucap. bella


" nanti 2 hari lagi nak, emang nya udah kangen banget ya? ucap.pak Adam


"iya yah, Bella kangen banget sama kak arsyila, secara kan Bella gk punya kakak perempuan." ucap. Bella tersenyum


" lebih baik ayah dan ibu buatin lagi! ucap. saka yang baru saja datang


Adam dan istri nya yang mendengar itu langsung membulatkan matanya, bisa bisanya anak anaknya meminta adik baru.


" buatin apa maksudnya kak? tanya bella antusias


" masa gk ngerti sih bel! ucap. Saka tersenyum


" adek baru " ucap. raka tertawa kecil, dan seketika Bella memukul lengan kakaknya


" aduh sakit.. Bella." ucap. raka dan saka barengan


" kak raka sama kak saka sama aja! pikiran nya mesum mulu... ucap. Bella dengan lirih


" biarin! ucap. raka dan saka barengan sambil tertawa


Ditempat lain


jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, ada seorang wanita yang yang berjalan di jalan raya dengan langkah gontai dengan pakaian kotor dan dan lebam di seluruh tubuh nya.


arsyila yang sedang mencari makanan bersama andi dan juga pak udin. tiba tiba dia melihat seorang wanita yang berjalan dengan lambat dan seperti merasa kesakitan, dan seketika itu ada sebuah mobil yang sudah mendekat ke arah perempuan tersebut, lantas arsyila pun langsung berlari hingga menjatuhkan makanan yang ada di tangan nya.


"awass... mbak... ucap. arsyila sambil berlari kencang dan menarik perempuan tersebut


hampir saja perempuan tersebut di tabrak oleh kendaraan, karena pada saat mobil sudah mendekat, ada sebuah tangan yang menariknya dengan cepat.


Brukkk....


mereka berdua jatuh di pinggiran jalan tersebut.


" mbak tidak apa apa kan? apakah ada yg terluka.? ucap arsyila sambil memegang perempuan tersebut


" saya tidak apa apa mbak! ucap. perempuan tersebut


belum sempat menjawab andi dan pak udin langsung datang

__ADS_1


" arsyila kalian tidak apa apa kan? ucap. andi sambil memegang tangan arsyila


" kak ngapain pegang tanganku, yang sakit mbak ini bukan aku!. ucap. arsyila dengan lirih


" maaf, kakak pikir kamu kenapa-napa, ucap. andi


" ayo kita bawa kerumah sakit, takut nya terjadi apa apa padanya" ucap. Andi


" ayo mbak biar mbak di bawa ke rumah sakit, tubuh mbak sudah biru dan banyak luka lebam" ucap. arsyila sambil membantu wanita tersebut untuk berdiri


"maaf saya tidak mau kerumah sakit, lagian saya tidak punya uang untuk berobat ! ucap. perempuan tersebut dengan sendu sambil menangis


lantas arsyila pun menyeka air mata perempuan tersebut dan memeluknya dengan erat.


" mbak tidak perlu khawatir ya, sekarang mbak jangan menangis lagi, ucap. arsyila sambil melerai pelukan nya.


perempuan tersebut hanya mengangguk sambil menyeka air mata nya.


kemudian mereka membawa perempuan tersebut kerumah sakit terdekat.


" kasihan ya kak, banyak sekali luka luka di tubuh nya, ucap. arsyila dengan sendu


" iya syil, bajunya aja sampai kotor dan sobek " ucap. Andi dengan lirih


tak lama kemudian seorang dokter keluar dari ruangan tersebut


" apakah anda keluarga nya? ucap. dokter tersebut


" enggak dok, tadi kami melihat nya di jalan raya! ucap. arsyila dengan lirih


" oo begitu, mbaknya hanya mengalami luka ringan, nsyaAllah lukanya akan segera pulih! ucap. dokter tersebut


" alhamdulillah " ucap. mereka dengan kompak


" apakah kami bisa masuk dok? ucap. arsyila dengan lirih


"tentu saja boleh, ucap. dokter tersebut tersenyum.


" terimakasih dok, ucap. arsyila kemudian masuk kedalam diikuti oleh Andi


" sama-sama " ucap. dokter tersebut kemudian masuk ke ruangan nya.


" assalamu'alaikum mbak, ucap. arsyila tersenyum


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, ucap. perempuan tersebut


" gimana mbak, sudah mendingan kan? ucap. arsyila dan duduk di samping ranjang

__ADS_1


" alhamdulillah sudah mbak" ucap. perempuan tersebut


" terimakasih ya mbak, mas sudah menolong ku! ucap. perempuan tersebut


" sama-sama mbak, ucap. arsyila dan andi barengan


"oh ya, nama mbak siapa, terus tinggal nya di mana? ucap. arsyila antusias


" namaku Sarah, tempat tinggal ku tidak ada lagi" ucap. perempuan tersebut dengan sendu


" yaallah mbak, jadi mbak selama ini tinggal dimana? ucap. arsyila antusias


" saya di usir mbak! ucap. sarah dengan sendu


" mbak yang tabah dan sabar ya! ucap. arsyila sambil memeluk nya


" iya mbak, ucap. Sarah tersenyum


tiba-tiba HP Andi berdering


"iya halo assalamualaikum pi, ucap. Andi dengan lirih


" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" ucap. pak andre dengan lirih


" kalian dimana nak? kenapa lama sekali cari makanan nya." ucap. pak andre dengan lirih


"maaf pi, kami lagi dirumah sakit, ucap. andi


dengan lirih


" di rumah sakit?? siapa yang sakit! ucap.pak andre dengan raut wajah khawatir


" tadi ada seorang wanita yang hampir saja ditabrak, tapi alhamdulillah arsyila dengan cepat menarik nya ke pinggiran jalan, dan kami membawa nya kerumah sakit pi."ucap.andi dengan lirih


" jadi kalian tidak pulang? ucap. pak andre dengan lirih


" kemungkinan begitu pi, hanya pak udin yang pulang, ucap. Andi dengan lirih


"jadi kalian sahur nya disitu juga nak! ucap. pak andre


" iya pi, papi tidak perlu khawatir, Andi gk macam macam kok." ucap. Andi tersenyum


" yasudah kalau begitu, jaga arsyila dengan baik ya nak! ucap. pak andre


"iya pi, ucap. Andi dengan lirih


" assalamu'alaikum" ucap.pak andre

__ADS_1


" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh pi." untuk. andi


__ADS_2