Wanita mandiri

Wanita mandiri
Bunga untuk arum


__ADS_3

" soal biaya-biaya kuliah sudah jadi tanggung jawab papa " sambung papa tersenyum lebar


Arum harus bersedia mengikhlaskan beasiswa nya yang sudah ia perjuangkan ada orang yang lebih membutuhkan nya .


Pagi harinya, Arum kembali di panggil oleh pak rektor .


" Silahkan duduk nak Arum "


" trimakasih pak"


" bagaimana nak Arum sudah dapat ke putusannya"


" Sudah pak, saya siap jika beasiswa saya harus di cabut "


" Kamu nyakin nak Arum ?"


"nyakin pak, saya siap, meskipun harus kehilangan beasiswa yang saya perjuangan kan selama ini, masih banyak orang lain yang membutuhkan beasiswa itu pak "


" masyaallah, baik sekali kamu nak Arum padahal saya tau bagaimana perjuangan kamu untuk mendapatkan beasiswa itu"


" saya juga gak bisa berbuat apa apa pak, itu yang pernah saya perjuangkan dan janjikan pada almarhum Abang saya pak , tapi saya ikhlas pak gak papa "


"maafkan saya nak Arum, mohon pengertiannya keadaan anak Arum sekarang bagaimana "


" iya pak saya tau, kalau begitu saya permisi pak assalamualaikum "


", walaikumussalam "

__ADS_1


Tubuhnya lemas, ia tidak bisa berkata apa apa lagi, ia benar benar patah, air matanya terasa sudah kering menangisi apa yang terjadi.


selama melangkahkan kakinya Arum selalu bergumam di dalam hatinya


" Aku bisa aku harus ikhlas aku harus bangkit gak boleh berharap sama pak agung, mereka sudah terlalu baik sama aku aku gak boleh manja aku harus usaha "


kabar beasiswa Arum di hapus terdengar di telinga boy, ia mencari Arum ke mana mana dan menemukan nya di taman kampus sedang termenung , boy perlahan menghampiri Arum sambil membawa setangkai bunga untuk nya , sambil menutup hidungnya


" Hai, lagi ngapain sih siang bolong begini di bawah terik matahari entar kamu gosong loh "


Arum tidak menanggapi ia hanya melirik boy dan memalingkan wajahny .


" Nih bunga buat kamu rum "


ucap boy sambil menyodorkan bunga ke hadapan Arum, ia tau betul hal yang Arum suka jika dirinya memanggil arum dengan sebutan singkat


" Makasih , kamu gak perlulah ngelakuin itu, ntr yang ada kamu masuk rumah sakit karena bunga lagi "


" ingat "


" kamu kenapa sih kok sedih gitu ? ada apa ?"


" gak ada apa apa "


" pasti lagi mikir nih gimana caranya aku kerja ngasilin duit buat biaya kuliah biar gak ngerepotin papa angkat ku kan "


Arum tersenyum sedikit ke arah boy

__ADS_1


" udah gak usah di pikirin aku bantu deh "


" bantu ? maksudnya ?"


" jualan lagi "


" jualan bunga ? gak gak gak yang ada kamu ntr masuk rumah sakit trus aku deh yang di salahin "


" siapa bilang , kamu kan jago bikin kue bikin makanan gimana kalau aku bantu buka cafe buat kamu tuangin inspirasi kamu disitu habis itu kita jual deh di cafe itu gimana?"


" hmmmm... aku sih setuju cuma kan butuh biaya juga buat buka cafe biayanya juga gak sedikit yang simpel aja deh aku mau jualan makanan sambil keliling lagi "


" mmmm... aku jamin kayaknya papa angkat kamu gak bakal kasih izin deh "


" kamu punya handphone kan rum ?"


"punya,"


" gimana kalau kita jualan nya dari handphone aja dulu kalau banyak yang suka baru deh kita kembangin gimana aku deh yang modalin"


"hmmm.... aku pikir pikir dulu ya "


" jangan kelamaan mikir entar lupa lagi"


"gak , oh ia makasih ya bunga nya kamu mau cium aroma nya gak "


" Arum aku gak bisa aku alergi sama bunga "

__ADS_1


"oh iya aku lupa "


" tukan... baru juga di bilangin udah pelupa "


__ADS_2