
hari berganti hari, kini kondisi kakek arif semakin membaik. semua keluarga dibuat senang dengan kesembuhannya
" Mi, angga berangkat dulu ya! " ucap angga yang sudah ada diteras depan
" Iya hati hati ya nak, makan siangnya jangan sampai telat! " ucap anita memperingati putranya
" Iya mi! angga berangkat dulu, " ucap angga mencium punggung tangan anita. setelah itu dia berjalan masuk kedalam mobil
anita hanya tersenyum sambil memandangi mobil putranya yang semakin menjauh setelah itu barulah dia masuk kedalam rumah
Rumah sakit bina medika
" Kenapa bisa gini sih dek! sering telat makan ni kan? ucap arsyila melirik kearah rania yang sedang berbaring. Ayo ngaku sama kakak rania," ucap arsyila lirih
Rania tersenyum menanggapi pertanyaan dari arsyila
" Ni anak ya, ditanyain malah senyum senyum! " ucap arsyila
" Gimana keadaannya nak? anak bunda baik baik saja kan, " ucap sari dengan khawatir
" Semuanya baik baik kok bun! tapi makannya harus teratur, tidak boleh telat, " ucap arsyila memberi senyuman kepada bunda sari
" Alhamdulillah! " sahut sari dengan senang
" Ran makannya harus teratur ya, jangan buat bunda sedih, " ucap arsyila menasehati rania yang sudah dianggapnya seperti adiknya
" Iya kakak sayangku! " ucap rania menghambur memeluk arsyila
Arsyila tersenyum sambil mengelus punggung rania dengan kasih sayang
" Andai kamu jadi menantu bunda, bunda pasti senang nak! " ucap sari tersenyum
" Bunda jangan ngomong seperti itu! syila yakin kok, suatu saat bunda pasti mendapatkan menantu yang lebih baik dari arsyila?" ucap arsyila berusaha meyakinkan bunda sari, bahwa diluar sana masih banyak orang yang lebih baik darinya.
" Bagi bunda, kaulah yang terbaik nak, " ucap sari meneteskan air matanya
Arsyila langsung menyeka air mata bunda sari dan memeluknya dengan erat
" Walaupun bunda bukan mertuaku, tapi arsyila akan selalu menyayangi bunda! jangan sedih ya bunda, " ucap arsyila melerai pelukannya
" Terimakasih nak! ucap sari tersenyum manis
arsyila hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis
__ADS_1
kemudian arsyila memberikan selembar kertas untuk menebus obat rania
setelah itu bunda sari dan rania pulang dengan diantar oleh supirnya
" Syil?? tanya nia kepada arsyila yang sedang menyantap makanannya dengan lahap
" Iya, sahut arsyila dengan singkat kemudian menyantap makanannya dengan lahap
" yang tadi itu mertua kamu ya?? tanya nia dengan kepo
" Yang mana?? tanya arsyila tanpa melihat kearah nia
" Eh meong, orang bicara malah asik makan! " ucap nia
" Tatap mataku' ucap nia lagi
Arsyila melirik kearah nia dengan sekilas kemudian melanjutkan makannya
sedangkan salsa hanya menahan tawanya
" Maaf ya niaku sayang, bukannya ngabaikan tapi ane ini lagi makan? ucap arsyila dengan lembut
" Iya, oke meongku, " ucap nia
" Tadi kamu bilang dirumah sakit kan?? tanya nia penuh selidik
" Iya, gitulah, " ucap arsyila
" Ya allah syila....so sweet banget sih, " ucap nia mencubit gemess pipi arsyila
" Gue yang mau nikah aja, gk ada calonnya syil!" ucap nia
" Ya, usaha dong! ucap salsa menambahi
" Ogah, ucap nia
drett....
" Siapa syil? tanya salsa kepada sahabatnya
" Gk tau sa, nomor baru nih yang masuk!" sahut arsyila tanpa melihat kearah salsa
" Mending kamu angkat aja syil? siapa tau penting, " ucap salsa membari saran
__ADS_1
" Iya, bener tu syil! " ucap nia menanbahi
Arsyila menganggukkan kepalanya, setelah itu menggeser ikon berwarna hijau
" Halo mbak, bisa tolong saya gk mbak! keadaan kakak saya sedang kritis mbak? tolong saya mbak, plisss....hiks ..tolong mbak? " ucap perempuan dari seberang telepon
" Dengan siapa ya? dan siapa yang sedang kritis?? tanya arsyila penasaran
" Mbak bisa kesini gk? kakak saya kritis mbak! " ucap perempuan tersebut dengan deraian air mata
" Dimana lokasinya? tanya arsyila panik dengan apa yang terjadi
" Jln.kendana no.45! cepetan ya mbak!" ucap perempuan tersebut dan langsung mengakhiri panggilannya
" Aneh? ucap arsyila dan langsung bangkit dari duduknya
" Siapa syil? tanya nia dengan kepo
" Ada pasien yang sedang kritis, kita harus segera kesana! " ucap arsyila langsung masuk kedalam ruangannya
Nia pun melakukan apa yang dikatakan oleh arsyila
sekitar 10 menit mereka berangkat dengan dikendarai ambulance
tanpa menaruh sedikit pun rasa curiga, mereka langsung memberikan pertolongan tercepat
Di tempat lain
" Bagaimana, apa semuanya beres?? ucap seseorang dari seberang telepon
" Beres bos... semuanya berjalan dengan lancar, " ucapa laki laki tersebut sambil tertawa
" Pastikan tidak ada yang terlewat! dan jangan buka mulut sedikitpun," ucap perempuan tersebut memperingatkan
" Baik bos....ucap laki laki tersebut
" Bagus.....ucap perempuan tersebut dan langsung mengakhiri panggilannya
" Hahahhhh.....hahahhh..
" Tamatlah riwayatmu arsyila! ini pembalasan kepadamu, mangkanya jangan pernah macam macam padaku, " ucap serly dengan senyuman jahatnya
" Hahah....kau sendiri yang merebut angga dariku, jadi terimalah balasanku, " ucap serly lagi
__ADS_1
yuk di komen ya teman teman bagaimana nasib arsyila kedepannya......apakah angga datang diwaktu yang tepat??.....