
Disebuah rumah besar terdapat seorang laki laki dan anak buahnya yang sedang mempersiapkan dirinya untuk menjebak arsyila dan rekan rekannya.
" Bagaimana? apa semua sudah siap? tanya laki laki tersebut yang bernama dino
" Siapp boss... ! ucap mereka dengan serempak
" Baguss! ucap dino dengan senyum jahatnya
tak lama kemudian terdengar suara deru mobil dan ambulance, mereka segera mengambil ancang ancang untuk menjebak mereka.
Diperusahaan pratama
Huf......ucap angga dan langsung duduk dikursi kebesarannya tapi tiba tiba hatinya kepikiran arsyila, dia pun menghubunginya.
Tapi panggilannya tak dijawab oleh arsyila bahkan pesannya tak dijawab oleh arsyila
Rasa rindu dan khawatir sudah menyelimutinya tak ingin mengulur waktu, dia langsung meluncur kerumah sakit bersama sahabatnya reza. sesampainya dirumah sakit orang yang dicarinya sedang tidak ada.
tak lama kemudian datanglah seorang wanita dengan jas putihnya
" Assalamu'alaikum.... ucap perempuan tersebut dengan sopan
" Waalaikumsalam, silahkan duduk sa! ucap angga kepada salsa dan diangguki oleh salsa
" Ada apa kak, memanggilku? tanya salsa heran dengan kelakuan angga
" Tau gk arsyila dimana? soalnya aku khawatir dengannya? dari tadi kuhubungi tapi tak diangkatnya bahkan pesanku tak ada yang dibalas? tanya angga dengan perasaan gelisah
" Namanya juga kerja kak? siapa tau dia lagi sibuk....apalagi pasiennya misterius." ucap salsa dengan hati dongkolnya, pasalnya dia curiga dengan pasien tadi
" Misterius gimana maksudnya? tanya angga dengan wajah seriusnya
" Tadi tu kita lagi asik makan dikantin, tiba tiba ada nomor orang yang gk dikenal menghubungi henpon arsyila. tadinya arsyila gk ada niatan untuk mangangkatnya tapi aku meyakinkannya siapa tau penting diangkat saja dulu!...
setelah diangkat ternyata pasiennya sedang kritiss katanya dan meminta tolong kepada arsyila untuk menolong kakaknya!"... jad...
" Tidakkk yaallah!..... ucap angga langsung berdiri bersiap untuk melangkahkan kakinya
" Loh kenapa kak??? apa ada yang salah dengan omongan ku?... tanya salsa dengan hati hati
" Arsyila dalam bahaya! yaallah tolong lindungi arsyila yaallah!.... ucap angga mendudukkan dirinya dikursi dengan lemas
" Loh ga, apa yang terjadi ga?...ucap reza yang baru keluar dari toilet, dia heran seharusnya kan angga senang bila bertemu dengan arsyila.
salsa hanya mengerutkan keningnya, heran dengan kelakuan angga
" Katakan dimana tempatnya sa?? ucap angga dengan tegas dan lantang
" Tempat ?? sahut salsa dengan heran
" Berikan alamat pasien yang di kunjungi arsyila! secepatnya sa kita tidak banyak waktu!... ucap angga langsung berdiri dan menghubungi anak anak buahnya
" Sudah kak!... ucap salsa mengirim lokasi yang dikunjungi oleh arsyila kepada angga dan reza dan diangguki oleh reza
" Yaallah semoga mereka baik baik saja, ternyata memang benar apa yang dikatakan oleh kak angga' arsyila, nia, bahkan rekan rekan lainnya tidak bisa dihubungi!.. ucap salsa dalam hatinya.
" Siapkan semua?".... ucap angga langsung masuk kedalam mobil
" Siap bosss, ucap reza mendudukkan dirinya disamping angga.
tak lama kemudian salsa masuk kedalam mobil
" Yaallah lindungi lah calon istriku!" ucap angga dalam hatinya sambil menyetir mobil dengan kecepatan tinggi. reza dan salsa hanya bisa diam tidak berani menegur angga, karena angga sedang terbakar emosinya
Ditempat lain
" Yaallah lindungi lah kami! jangan biarkan mereka melukai teman temanku!... ucap arsyila dengan suara pelan karena dirinya tidak berdaya lagi
" Amankan mereka sekarang! jangan ada yang loloss... ucap dino dengan suara lantangnya
" Baik bosss, ucap mereka serempak dan langsung menyeret nia dan rekan rekannya
" Tidaakk, aku tidak mau... lepaskan aku" teriak nia dengan sisa suaranya sambil memukul dada laki laki yang memakai baju serba hitam tersebut
__ADS_1
Plakk
nia memengahi pipinya yang terasa panas karena bekas tamparan
" Tidak, aku tidak mau... jangan sakiti arsyila, sahabatku.. teriak nia
Didalam kamar
Arsyila terbaring disebuah kasur dengan tangan dan kaki terikat, dia hanya bisa berdoa dan menangis tersedu sedu
" Yaallah lindungilah kami! semoga kak angga menolongku yaaalah...hamba mohon yaallah!" ucap arsyila sambil menangis
Brakk
pintu langsung terbuka dengan lebar dan masuklah seorang laki laki dengan senyum manisnya. setelah itu mengunci pintunya dari dalam
" Sayang...bagaimana kabarmu! apa kau sudah siap!" ucap dino berjalan mendekati arsyila
" Jangan dekati aku....teriak arsyila dengan ketakukan
" Jangan teriak teriak sayang, itu tidak baik! aku hanya memintamu untuk melayaniku. kau sangat cantik sayang!" ucap dino memandang wajah arsyila
" Jangan berani mendekatiku, atau kau akan menyesal nantinya?" ucap arsyila berusaha untuk berani melawan laki laki tersebut
Dino tidak memperdulikan arsyila, dia langsung melepas ikatan tangan dan kaki arsyila dan langsung memegang tangan arsyila dengan kuat hingga arsyila meringis kesakitan
" Beraninya kau, ucap arsyila langsung menendang dino hingga tersungkur dilantai
" Hm kau sangat berani sayang, aku sudah tak sabar....ucap dino perlahan mendekati arsyila
" Yaallah lindungi hamba yaa allah," ucap arsyila dengan pelan, karena tenaganya sudah habis akibat suntikan bius yang diberikan oleh dino.
apalagi matanya menahan perih akibat tinjuan dari dino
Dino mendekati arsyila, perlahan menyuntikkan 1 bius lagi ketangan arsyila hingga arsyila hanya bisa terbaring tak berdaya
Senyum dino mengembang dikala arsyila hanya diam tak berdaya, ini kesempatan baginya untuk melancarkan aksinya. perlahan dia mendekatkan wajahnya kewajah arsyila, hingga kemudian...
suara pintu dibuka dengan keras, hingga menimbulkan getaran
angga masuk dengan wajah memerah hingga
Bugh..bugh..bugh..
" Beraninya kau mengganggu syilaku, "...ucap angga memberikan bogem diwajah dino
Ya, angga melihat arsyila yang hampir dicium oleh dino, dia langsung menghajar dino tanpa ampun hingga dino jatuh kelantai dan tak sadarkan diri.
setelah itu angga berlari menghampiri arsyila, betapa terkejutnya dia melihat banyak luka dibagian wajah dan tangan arsyila.
hatinya seketika rapuh melihat calon istrinya terluka parah. dia segera membawa arsyila dan yang lainnya menuju rumah sakit
Di dalam mobil, angga merengkuh arsyila kedalam pelukannya, seolah olah ingin memberi kekuatan agar bisa bertahan. hatinya rapuh melihat arsyila hanya bisa menangis dengan wajah ketakutan
" Bertahanlah arsyila, sebentar lagi kita akan sampai! " ucap angga membelai lembut kepala arsyila yang tertutup hijab
" Arsyila, takut kakk...hikss...ucap arsyila sambil menangis dalam dekapan angga dengan tubuh yang gemetar
" Jangan takut, kakak ada disini arsyila! " ucap angga berusaha untuk menenangkan arsyila
Tak lama kemudian mereka sampai dirumah sakit, para dokter segera memberi pertolongan kepada mereka.
15 menit berlalu, angga semakin frustasi dengan keadaan arsyila hingga seseorang menepuk bahunya
" Yang sabar ya ga" ucap reza menepuk bahu angga untuk menguatkannya
" Bagaimana, sudah kau urus kan? " tanya angga
" Sudah boss, mereka semua sedang ditangani oleh polisi!... ucap reza dengan wajah tegasnya
" Terimakasih za, aku sudah merepotkanmu?... ucap angga dengan datar
" Kau ini ngomong apa sih, sudah seharusnya aku melakukannya. dan tidak merasa direpotkan, " ucap reza tersenyum manis
__ADS_1
" Semua ini salahku za, aku yang tidak becus menjaga arsyila." ucap angga dengan wajah lesu
" Jangan menyalahkan dirimu ga, semua ini sudah takdir dan kita hanya bisa menerimanya dengan ikhlas... kita doakan saja semoga mereka cepat sembuh, " ucap reza memberi pengertian kepada angga
5 menit kemudian, keluarlah seseorang dengan jas putihnya
" Bagaimana keadaan nya dok?? semua baik baik saja kan, " ucap angga dengan penuh kekhawatiran
" Kondisinya masih sangat lemah pak, apalagi racun didalamnya sangatlah banyak! sehingga mengakibatkan pergerakannya terbatas, " ucap dokter tersebut
" Racun?? tanya angga
" Iya pak, didalam biusnya terdapat racun dengan dosis yang tinggi! pasien juga mengalami trauma! " ucap dokter tersebut
" Tolong, lakukan yang terbaik dok! saya tidak ingin terjadi apa apa dengan calon istri saya, " ucap angga dengan perasaan cemas
" Insyaallah, kami akan berusaha melakukan yang terbaik pak! " ucap dokter tersebut
" Izinkan sayaa, menjenguknya dok, " ucap angga dengan raut wajah memohon
" Tapi,
" Tolong dok, saya ingin melihatnya!....ucap angga
" Baiklah, saya izinkan! dengan waktu 20 menit!" ucap dokter tersebut
" Terimakasih dok!... ucap angga langsung berjalan masuk kedalam ruangan arsyila, meninggalkan reza yang mematung
Angga perlahan mendekati arsyila tapi...
" Tidakk, jangan dekati aku! tolong jangan dekati aku!...teriak arsyila dengan histeris
" Arsyila, jangan takut! ini aku angga arsyila! " ucap angga perlahan memegang tangan arsyila
" Tidak jangan dekati aku! menjauh dariku! " teriak arsyila segera menepis tangan angga yang ingin menyentuhnya
" Istighfar arsyila! ini aku angga, jangan takut? " ucap angga mendekap arsyila kedalam pelukannya
perlahan tapi pasti, arsyila mulai tenang didalam pelukan angga. hanya air mata yang menetes membasahi pipinya.
" Yaallah nak, mana yang sakit nak? bilang sama mami? " ucap anita yang tiba tiba datang dan memeluk arsyila
" Pelan pelan mi, peluknya! ucap angga memperingati maminya
" Iya, iya kamu bawel banget sih!
" Bagaimana keadaan kamu sayang? masih ada yang sakit gak? tanya nenek yani sambil mendekat keranjang arsyila
Arsyila menggelengkan kepalanya, lalu tersenyum manis
" Alhamdulillah, jangan takut ya sayang, ya! nenek disini kok? " ucap nenek yani mengelus punggung arsyila penuh kasih sayang
" Iya nek, terimakasih!
nenek yani membalasnya dengan anggukan
" Nenek sama mami pulang aja ya! biar arsyila, angga yang jaga, " ucap angga dengan pelan kerena takut membangunkan arsyila yang baru saja tertidur
" Tapi
" Mami khawatir ya sama angga? nggak percaya sama angga? " tanya angga dengan wajah dongkolnya
" Yasudah, mami sama nenek pulang dulu ya! kalau ada apa apa, segera hubungi kita, " ucap anita segera mengecup kening arsyila
Angga membalasnya dengan anggukan, kemudian menyalami mami dan neneknya
kemudian mereka berjalan keluar
" Hati hati nek!
" Pelan pelan ya pak, nggak usah ngebut ngebut! " ucap angga kepada pak udin
" Iya, siapp den, ucap pak udin kemudian membawa anita dan nenek yani kedalam mobil
__ADS_1