Wanita mandiri

Wanita mandiri
suara detak jantung


__ADS_3

" emangnya kamu tau jalannya Arum ?"


"gak tau sih , aku baru sekali keliling kampung itu juga di bantu Dimas "


" Dimas siapa ? bisa gak kamu minta tolong dia lagi buat nunjuk jalan ke kita "


" itu dia aku gak tau rumah dia dimana "


" gimana kalau kita jalan jalan aja dulu mana tau ntar bisa ketemu sama pangeran Dimas " ucap Tessa yang terkagum kagum mendengar cerita dari Arum


Merekapun mulai mengayuh sepedanya keliling kampung, dan benar saja mereka bertemu dengan Dimas yang akan pergi ke kebun tehnya.


Dari kejauhan Arum melihat Dimas ia semakin bersemangat mengayuh sepeda nya


" Ayo , itu dia Dimas yang aku ceritakan "


Mereka bersama sama menghampiri Dimas


Dimas yang melihat dari kejauhan seperti Arum merasa bahagia tapi ia blm nyakin apa itu benar benar Arum


" Itu Arum ? aku gak nyangka dia datang lagi, tapi gak mungkin juga kan dia datang astaga segitu rindunya kah aku padamu Arum "


" dimasssss !" Arum melambaikan tangannya


" ternyata aku gak salah itu benar Arum " ucap Dimas tersenyum lebar


Keduanya saling berhadapan, Arum tersenyum manis di balas oleh Dimas


" yatuhan... ganteng baget berarti aku gak salah bayangin Dimas itu pangeran ternyata seganteng ini " ucap Tessa terpesona melihat ke tampan an Dimas

__ADS_1


" trimakasih " balas Dimas


" ya ampun cool banget Arum suaranya laki baget " timpal Tessa kembali


" huusst! udah jangan berlebihan, itu sudah di tanda tangani sama Arum orang asing gak boleh menggaet "


" ih apaan sih elin aku kan cuma terpesona aja "


"iya tapi itu udah berlebihan"


" udah udah jangan berantem tadi katanya mau di temenin sama Dimas keliling kampung nih orang nya udah disini malah berantem "


" heheh iya yah... Dimas mau gak nemenin kita jalan jalan keliling kampung "


" boleh "


" tapi naik apa yah ? kalau gak bareng aku aja gimana ?" ucap tessa kembali merayu


" gak gak , Dimas bareng Arum aja Tessa kamu bisa kan mengayuh sepeda mu sendiri ?"


" bisa bisa, ya udah yok "


Sepanjang perjalanan, Dimas malu untuk memulai topik pembicaraan, begitu juga Arum jantung Dimas berdetak kencang


" ya tuhan... jantung aku gak bisa di ajak kompromi , kencang baget lagi detak nya , ayo dong aku malu kalau sampai Arum dengar detak jantung aku " kata Dimas di dalam hati.


Suara detak jantung Dimas di dengar oleh Arum


" itu suara apa Dimas ?" ucap Arum menempelkan telinganya di pundak Dimas

__ADS_1


" gak tau , emangnya suara apa Arum? aku gak dengar apa apa "


" coba deh kamu berhenti sebentar, aku dengar nya dekat baget tapi suara apa yah ? "


Arum menempelkan telinganya ke pundak Dimas dan terdengar jelas suara yang ia dengar dari tadi suara detak jantung Dimas


" yaa ampun ternyata itu suara detak jantung kamu dim ?"


Dimas tersenyum tersipu malu


" Kok bisa jantung kamu sampai keceng gitu Dimas ? apa jangan jangan kamu takut boncengin aku "


" gak kok "


" kalau kamu takut, aku aja yang boncengin gak papa aku bisa "


"gak gak gak papa kok udah baik lagi kok"


" Ya ampun, maaf ya aku jadi ngerepotin deh "


" udah gak papa "


" Tessa sama elin mana yah ? kok gak kelihatan "


" masih di belakang kali "


" mmm... gimana kalau kita tungguin mereka "


" boleh "

__ADS_1


keduanya menunggu Elina dan Tessa di sebuah warung di pinggir sawah .


__ADS_2