
rumah sakit Medistra...
minggu berganti minggu, tak ada sedikit pun perkembangan dengan arsyila, sedangkan andi dia sudah sadar dari komanya sejak beberapa hari yang lalu. dia sangat bersalah atas semua yang terjadi dengan arsyila sehingga belum sadar dari komanya
" mami sama papi pulang aja gih, disini kan udah ada kita yang jagain, " ucap angga ketika bersenderan di kursi penunggu
" iya tante, biar kita aja yang jagain 'selagi ada kita semua aman kok tan, iya gk ga? ucap raka sambil melirik ke arah angga yang bersenderan di kursi tunggu dan angguki oleh angga
" yaudah mami sama papi pulang dulu ya, kalau ada apa-apa hubungi kami secepatnya! " ucap Anita dengan tegas
" jaga diri kalian baik baik, sahut andre kemudian menepuk punggung angga dan raka bergantian
" assalamu'alaikum " ucap andre dan Anita
" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh " sahut angga dan raka bersamaan
andre dan Anita terus berjalan menuju parkiran, ketika Anita ingin menginjakkan kakinya kedalam mobil, tiba-tiba ada orang yang memanggilnya
" Anita... Anita... , ucap seseorang dan berlari menuju Anita.
Anita yang mendengar itu langsung membalikkan tubuhnya dan betapa terkejutnya dia melihat saudaranya yang sejak lama dia rindukan. tak menunggu aba aba ketika melihat saudara nya berada dihadapannya Anita langsung memeluknya dengan erat sehingga tidak memberi ruang kepada kakaknya untuk melepas pelukannya
" yaallah kak arif... benarkah ini kakak.... hiks... hiks.... ucap Anita menangis sesenggukan di pelukan kakaknya. arif yang mendengar penuturan adiknya hanya tersenyum dan mengelus punggung adiknya.
" aku sangat merindukan kakak! kenapa kakak tidak pernah mengunjungi nita? nita kangen kak, hiks..... hiks..... ucap Anita menangis dipelukan kakaknya.
" kakak juga sangat merindukan mu dek! maafkan kakak karena jarang mengunjungi kediaman mu, " ucap arif sambil membelai kepala adiknya yang tertutup hijab
Anita yang mendengar itu langsung melepas pelukan nya dan menatap dalam dalam wajah yang sangat dirindukan selama ini. walaupun hanya video call itu tidak cukup baginya yang menahan rindu selama ini. dan seketika air mata nya mengalir dengan deras hingga membasahi hijab yang dipakainya. arif yang melihat itu seketika rapuh ketika melihat adik kesayangannya menangis karena dirinya.
" kenapa menangis dek? apakah kau sakit? lihatlah kakak sudah ada di hadapan mu! ucap arif kemudian menyeka air mata adiknya dengan lembut
" kangen kak... nita kangen sama kakak! kakak jangan pernah tinggalin nita lagi ya.. kakak harus janji sama Anita, " ucap Anita dan memberi jari kelingking nya sebagai janji. arif yang melihat itu langsung tersenyum, segitu kangen kah adiknya sehingga harus membuat janji, tetapi dia juga bahagia ketika melihat adik kesayangannya sangat merindukan dirinya.
" gimana ya? ucap arif dengan menjahili adiknya
" katanya kakaknya super nyebelin, tapi masih aja tu di kangenin, " apakah adikku yang comel ini merindukan nya...? sahut arif lagi menoel hidung adiknya
" ih.. kakak, nita serius kak, " ucap Anita kemudian memukul lengan kakaknya
" gimana ya? kakak juga serius, lima rius malah! ucap arif kemudian tersenyum jail
" waduh.. dari tadi ngobrol berdua aja ni ya? gk ngajak saya! ucap andre dengan sebal.
" mas ih... nita kan lagi kangen sama kakak! ucap Anita kemudian langsung memeluk kakaknya dengan erat sehingga membuat andre sebal.
" emang kangennya belum hilang dek? lihat tu suami kamu udah cemberut, " ucap arif tersenyum ketika melihat posesif nya seorang andre pratama.
__ADS_1
Anita yang mendengar itu langsung melepas pelukannya dan menatap wajah suaminya, dia langsung tersenyum dan langsung memeluk suaminya dengan erat
" mas cemburu ya? ucap Anita yang berada di pelukan suaminya
andre yang mendengar itu hanya tersenyum dan membalas pelukan istrinya dengan erat setelah itu barulah dia melepas pelukannya
anita yang melihat suaminya tidak menjawab pertanyaan nya hanya mengerucutkan bibirnya kedepan. andre yang melihat itu hanya tersenyum
" gimana kalau kita ngobrol nya dirumah aja, biar lebih fresh.. ucap andre memberi ide
" boleh deh, ucap arif tersenyum
kemudian mereka semua pulang mengendarai mobil mereka masing-masing.
dirumah sakit
raka melihat angga melamun langsung membuyarkan lamunan angga. angga yang merasa dipanggil langsung tersentak
" kamu kenapa sih ga? melamun terus, ntar kesambet lo, " ucap Raka tersenyum
" eh, iya.. nggak apa apa kok! sahut angga tersenyum
" beneran ni, kamu nggak apa apa? kayaknya kamu kurang sehat deh! lihat saja wajah mu yg lesu itu, " sahut Raka ketika melihat mata angga yang sayup
" aku permisi dulu ya, mau melihat arsyila, " ucap angga berjalan keruangan arsyila, tanpa memperdulikan jawaban dari Raka
ya semenjak arsyila tidak kunjung sadar, angga menjalani hari harinya dengan hampa. dari pemeriksaan dokter arsyila mengalami benturan yang sangat kuat di bagian kepalanya sehingga sangat sulit bangun dari komanya. berbeda dengan andi dia sudah sadar semenjak dua hari yang lalu itupun kondisinya sangat lemah dan sengaja dipindahkan dari ruangan arsyila agar tidak beresiko. ya dia sangat bersalah dengan kejadian yang menimpa arsyila.
diruangan arsyila
angga duduk disamping arsyila sambil menggenggam tangan arsyila dengan erat.
" arsyila.. bangunlah arsyila... apa kau tidak mendengar ku arsyila, aku disini selalu menemanimu ' kau bilang kau wanita yang kuat. aku tersiksa melihatmu seperti ini arsyila begitu juga yang lainnya! aku mencintaimu arsyila... aku berjanji selalu membahagiakan kamu dan secepatnya melamar mu.
bagun lah arsyila... aku mohon... ucap angga terisak meneteskan air mata nya hingga membasahi pipinya yang tampan.
tanpa sepengetahuan angga ternyata Raka yang dibalik pintu mendengar semua perkataan angga sehingga membuat nya tersenyum.
sementara dibawah alam sadar arsyila, dia berjalan disebuah taman yang sangat indah yang disekelilingnya banyak bunga yang indah dan buah buah-buahan yang sangat menggoda
dia terus berjalan melihat lihat bunga yang disekelilingnya hingga tanpa sengaja dia melihat seseorang yang sangat dirindukan nya. dia berjalan mendekati nya, hingga terlihat jelas adik kesayangannya.
" Aftar... benarkah ini kau dek? ucap arsyila melihat adiknya dari atas sampai bawah
" iya kak, ini adik kesayangan yang sangat kau rindukan itu, " sahut aftar tersenyum
arsyila yang mendengar itu langsung memeluk adiknya dengan erat, dia sangat bahagia melihat orang yang sangat dirindukan nya.
__ADS_1
" yallah dek, kakak merasa belum percaya dengan semua ini! sahut arsyila melepas pelukan nya
" kak lihatlah dibelakang mu, seseorang yang sangat kau rindukan berada dibelakang mu, " sahut aftar tersenyum menunjuk kebelakang arsyila.
arsyila yang mendengar itu langsung membalikkan tubuhnya hingga terlihat jelas ayah dan ibunya tersenyum kearahnya.
" ayah.. ibu.., ucap arsyila kemudian langsung memeluk ayah dan ibunya dengan erat
ahmad dan arumi hanya tersenyum senang sambil membalas pelukan arsyila. setelah puas memeluk ayah dan Ibunya arsyila melepas pelukan nya. dan menatap dalam dalam wajah ketiga orang yang sangat dirindukan nya.
dan mendekat kearah ibunya
" ibu, arsyila kangen... arsyila tidak punya siapa siapa selama didunia! arsyila mohon jangan pernah tinggalin arsyila lagi, " sahut arsyila memegang tangan ibunya dengan erat.
ahmad yang mendengar itu langsung bersuara
" nak, kami tidak akan pernah meninggalkanmu, kami akan selalu mendoakan mu tapi untuk sekarang disini bukanlah tempatmu, " ucap ahmad dengan lembut sambil memegang kedua bahu anaknya
ahmad mazan afif ialah ayah dari arsyila, ibunya bernama arumi ranan najwa dan adiknya bernama aftar mazan afif.
" tapi arsyila kangen yah, arsyila nggak mau pisah lagi sama ayah, ibu dan aftar, " sahut arsyila menangis
" masih banyak orang yang sangat menyayangimu disana nak! sahut ahmad
tapi.. ucap arsyila
percayalah sama kami nak, sahut arumi
" kau lihat cahaya disana nak, sebelum cahaya itu hilang kau harus sudah masuk kedalam nya kalau tidak pintunya akan tertutup! sahut arumi lagi
kemudian ahmad, arumi dan aftar mengajak arsyila untuk mendekat kearah cahaya tersebut. dan memang benar perlahan semakin dekat hingga terdengar suara seseorang yang memanggilnya
" arsyila aku mohon bangunlah... aku berjanji selalu membahagiakan kamu.. ucap angga dari arah cahaya tersebut
" ayah, ibu, bukannya itu suara... belum sempat meneruskan ucapannya ayahnya langsung bersuara
" iya nak, itu suara lelaki yang sangat mencintaimu, dia terus setia menjagamu! ayah lihat dia sangat serius padamu, itu yang akan menjadi menantu ayah dan ibumu, " sahut ahmad tersenyum dan menatap kearah istrinya
" tapi kan yah..,
" nak, pergilah raihlah cita citamu, jadilah anak yang sholehah! sahut ahmad lagi.
hingga arsyila mengangguk, menangis dan memeluk ayah, ibu dan adiknya setelah itu berlari ke arah cahaya tersebut
bertepatan pada saat itu jari jemari arsyila yang dipegang oleh angga bergerak hingga membuat angga tersentak dan melihat mata arsyila yang sudah terbuka sambil tersenyum ke arah nya. angga yang melihat itu langsung bahagia
" air a.. ku ha... us..., ucap arsyila terbatas bata karena belum sepenuhnya sadar...
__ADS_1
maaf ya teman teman update nya kelamaan 🙏