Wanita mandiri

Wanita mandiri
"kasihan arsyila bun"


__ADS_3

setelah sholat isya, arsyila memutuskan untuk makan malam


"din aku mau nganterin barang ini, sekalian mau cari makanan, kamu mau nitip gk? tanya arsyila dengan lirih


" boleh deh!. burger aja, nanti aku bayarin." ucap. dina dengan antusias


"yasudah aku pergi dulu ya." ucap. arsyila sambil tersenyum


"hati hati" ucap. dina dengan lirih


"siap nona" ucap. arsyila setengah bercanda sambil melangkah kan kakinya


"bisa aja kamu syil" ucap. dina sambil tertawa kecil.


arsyila terus menelusuri toko yang akan ditujunya, sampai akhirnya dia bertabrakan dengan seseorang hingga membuat barang nya terjatuh kebawah.


brukk


semua barang yang dibawa arsyila terjatuh ke lantai.


"maaf mbak saya tidak sengaja, mari saya bantu." ucap. Fadil kemudian mengangkat semua barang barang nya


"iya tidak apa apa" ucap. arsyila kemudian menoleh ke arah Fadil


"kak Fadil? ucap. arsyila dengan terkejut


" arsyila?? maafin aku ya sudah membuat barang mu terjatuh!. ucap. Fadil dengan lirih


"tidak apa apa kak, ucap. arsyila sambil tersenyum


" kamu sama siapa kesini? tanya Fadil dengan lembut


"aku bekerja disini kak, permisi ya kak pelanggan nya sudah nunggu!... ucap. arsyila sambil berjalan, hingga tak menghiraukan jawaban dari Fadil


" bekerja?? kenapa dia tidak bilang padaku, aku kan bisa membantunya." Batin Fadil sambil berjalan menghampiri keluarga nya.


"mbak ini pesanan nya! ucap. arsyila sambil memberikan barang yang dia bawa


" terimakasih, ucap. pembeli tersebut


"sama-sama, kalau begitu saya permisi ya mbak" ucap. arsyila sambil melangkahkan kakinya


"iya mbak, ucap. pembeli tersebut


kemudian arsyila mencari makanan yang akan dibelinya ,setelah itu kembali ke butik nya


" Assalamu'alaikum "ucap.arsyila sambil tersenyum


" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh "ucap.dina dengan lirih


"ayo kita makan, kayaknya perutku sudah demo!..ucap.arsyila sambil tertawa kecil


" ayo, aku juga sudah lapar "ucap dina kemudian membuka bungkus makanan nya.

__ADS_1


Di tempat lain


"kakak kenapa wajah nya seperti itu, datang datang malah cemberut." ucap. rania sambil tertawa kecil


"iya nak, bunda lihat wajah mu kayak sedih gitu." ucap. bunda sari menelisik


"kasihan arsyila bun, ucap. Fadil dengan sendu


" emang nya arsyila kenapa nak, apakah dia sakit? ucap. bunda sari dengan lirih


"jadi begini bun, arsyila setiap hari kan kuliah, sore hari dia mengajari anak anak untuk mengaji, setelah itu dia harus bekerja di mall setiap malam!. dia kan perempuan bun, harus jaga kesehatan.kalau dia kesusahan Fadil kan bisa bantu.! ucap. Fadil dengan sendu.


"ooh jadi itu yang membuat anak bunda kepikiran, tapi kenapa arsyila gk cerita ya sama kita !. ucap. bunda sari dengan lirih


" dia memang begitu bun, gk mau menyusahkan orang lain." ucap. Fadil dengan lirih


"jadi apa rencanamu kedepannya nak." ucap. bunda sari menelisik


"belum tau bun, Fadil juga bingung." ucap. Fadil


"jangan terlalu di pikirkan nak, nanti bunda bantu cari solusi nya." ucap bunda sari sambil mengelus punggung putra nya.


"terimakasih bun" ucap. Fadil sambil tersenyum


"sama-sama, ayo dimakan lagi, nanti keburu dingin lo" ucap. bunda sari sambil tersenyum


"iya bun, ucap. Fadil kemudian menyantap makanan nya.


sesampainya di mall Fadil menunggu arsyila di dalam mobil, sampai akhirnya arsyila sudah ada di pintu luar, tetapi akibat hujan yang sangat deras arsyila kembali masuk.


Fadil yang melihat itu langsung berlari ke arah arsyila


"arsyila... ucap. Fadil sambil berlari kecil


arsyila yang mendengar itu langsung menoleh ke arah suara tersebut


" kak Fadil?? ucap. arsyila dengan terkejut


Fadil langsung melepas jaket yang di pakainya, dan memasang kan ketubuh arsyila


" kamu pasti kedinginan kan."ucap.fadil sambil memegang kedua bahu arsyila.


"tapi kak, ucap. arsyila dengan lirih


" sudah pakai lah, tidak apa apa kok!. ucap. Fadil kemudian menatap dalam dalam mata arsyila.


"terimakasih kak" ucap. arsyila sambil tersenyum


"sama-sama"ucap.fadil sambil tersenyum


" kamu sendirian disini? tanya Fadil dengan lirih


"sama temen tadi kak, ucap. arsyila dengan lirih

__ADS_1


nah itu dia kak, ucap. arsyila sambil menunjuk kearah dina yang berjalan ke arah mereka


"lama ya syil? loh ini siapa? tanya dina sambil menunjuk ke arah fadil


"kenalin din ini kak Fadil sekaligus teman." ucap. arsyila


"kenalin saya dina, teman nya arsyila. " ucap. dina dengan antusias


"iya, kenalin saya Fadil teman nya arsyila." ucap. Fadil dengan lirih


"yasudah ayo kita pulang! ucap. Fadil


" diluar masih hujan deras kak, ucap. arsyila dengan lirih


"kita pulang nya naik mobil, sama dina juga.! ucap. Fadil dengan lirih


" motor nya kak"ucap.arsyila dengan lirih


"motor nya biar bawahan ku yang bawa, kalian tidak perlu khawatir." ucap. Fadil meyakinkan


"emang nya gk ngerepotin kak? tanya dina memastikan


" sama sekali, tidak "ucap.Fadil sambil tersenyum


" yasudah ayo kita pulang"ucap.fadil dengan lirih


arsyila dan dina hanya menganggukkan kepalanya sambil mengikuti Fadil dari belakang.


setelah mengantarkan dina kerumah nya, Fadil kemudian mengantarkan arsyila.


"syil kamu kenapa gk bilang sama kakak, kalau kamu kerja di mall? tanya Fadil dengan hati hati


" kalau kakak tau kan, kakak bisa bantu kamu."ucap.fadil dengan sendu


"arsyila gk mau ngerepotin orang lain kak.! ucap. arsyila dengan lirih


" tidak perlu sungkan sama kami arsyila,kami ini sudah seperti keluarga mu." ucap. Fadil dengan lirih


"iya kak, ucap. arsyila dengan lirih


beberapa menit kemudian mereka pun sampai


" jaga dirimu dengan baik baik ya arsyila." ucap. Fadil dengan lembut


"iya kak, ucap. arsyila


" yasudah kakak pergi dulu ya, ucap. Fadil dengan lirih


"hati hati kak, ucap. arsyila


" Assalamu'alaikum "ucap.fadil


" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh "ucap.arsyila sambil melambaikan tangannya.

__ADS_1


__ADS_2