
Di turki
Malam menyapa kota turki, malam itu menjadi malam yang sangat dingin, ditambah dengan hujan yang deras dan petir menggelegar.
Kebetulan sekarang adalah hari terakhir mereka di turki, jadi malam ini arsyila dengan dibantu oleh angga membereskan semua barang-barang yang akan dibawa ketanah air. suaminya itu sangat perhatian sehingga membuat arsyila nyaman berada didekatnya
Selesai membereskan semuanya. Angga dan arsyila bergegas mengambil air wudhu sebelum tidur. itu sudah menjadi kebiasaan pasangan suami istri itu, selalu menerapkan sunnah rasul
Rasulullah bersabda: " Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan ( tidur), hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan sholat."
( HR. Bukhari dan muslim )
Beberapa saat kemudian
Angga dan arsyila sudah berada ditempat tidur, arsyila yang posisinya sudah berbaring sedangkan angga masih dalam keadaan duduk. Tapi ketika angga ingin membaringkan badannya, tiba- tiba henponenya berdering. angga pun segera membetulkan duduknya lalu mengambil henponenya diatas nakas, setelah diperiksa ternyata dari kakaknya amel dia pun segera mengangkatnya
" Halo kak, Assalamu'alaikum, " Sapa angga dengan ramah
" Waalaikumsalam dek! " Ucap amel dari seberang telepon dengan suara serak menahan tangis
" Eh, kakak lagi nangis ya? " tanya angga dengan heran sambil melirik istrinya yang berada dihadapannya
.
.
tidak ada sahutan dari amel, hanya suara tangisnya yang terdengar, sehingga membuat angga dan arsyila khawatir
" Kak tolong jawab pertanyaan angga kak? siapa yang membuat kakak menangis? " tanya angga lagi dengan khawatir, takut terjadi apa-apa dengan kakaknya
Arsyila yang melihat mimik wajah angga yang gelisah, lantas segera mengelus lengan suaminya lalu menggenggam jari jemari tangan angga yang sebelah kiri
kevin yang berada disamping amel, lantas segera memeluk istrinya dengan erat sambil mengelus punggung amel dengan lembut
" Kakek dik, hiks…kakek sudah meninggal dik! Beliau sudah berpulang ke rahmatullah, " Ujar amel dengan suara yang serak karena menangis
__ADS_1
" Innalillahi wainna ilaihi rajiun, " Ucap angga dan arsyila secara bersamaan
" Cepat pulang ya dik, kami menunggu kepulangan kalian! Assalamu'alaikum, " Ucap amel lalu segera mengakhiri panggilannya
" Iya kak, waalaikumsalam, " Jawab angga dengan lirih lalu kemudian meletakkan henponen-nya diatas nakas
Beberapa saat kemudian
Angga dan arsyila sudah berada di dalam pesawat, mereka sudah duduk dikursi penumpang sambil menunggu pesawatnya lepas landas
Angga menyandarkan kepalanya di kursi penumpang sambil memejamkan matanya sedangkan arsyila sibuk dengan pikirannya sendiri kemudian dia menoleh kearah angga yang terlihat kelelahan dengan keringat bercucuran, Arsyila segera mengusap dahi suaminya yang basah karena keringat, diusapnya pelan dan lembut hingga angga membuka matanya barulah arsyila menarik tangannya.
" Maaf sudah menganggu tidur mas! " ujar arsyila tak enak hati kerena sudah mengganggu tidur suaminya
Angga yang mendengar penuturan istrinya lantas tersenyum hangat lalu memegang jari jemari istrinya kemudian mengecupnya dengan lembut
" Sayang, kau sama sekali tidak mengganggu tidurku justru suami mu ini sangat nyaman dengan setiap sentuhanmu, " Ujar angga sambil tersenyum manis menatap istrinya
Arsyila tersenyum sambil menatap suaminya dengan penuh cinta kemudian angga membawa istrinya kedalam pelukannya dan bersandar didadanya
" Yaallah kapan hamba bisa seperti mereka? sedangkan aku dan mas bima tak pernah akur! Apa aku iyain aja ya, kemauan mas bima? " Ucapnya dalam hati sambil menatap kearah angga dan arsyila yang sedang makan saling menyuapi
Selesai makan arsyila kebelet ingin buang air kecil, diapun segera berpamitan kepada angga
" Sayang aku ketoilet dulu ya?" ujar arsyila sambil melangkahkan kakinya tapi baru 1 langkah angga memegang pergelangan tangannya
" Mas ikut ya sayang! " Jawab angga dengan lirih
" Nggak usah mas, syila bisa sendiri kok! Yaudah syila ketoilet dulu ya, " Ujar arsyila lalu berjalan menuju toilet
Arsyila masuk kedalam toilet, lalu membuang hadasnya kemudian mencuci tangannya memakai sabun setelah itu dia keluar tapi tak sengaja matanya melihat pramugari yang menangis sambil akan masuk kedalam toilet
" Mbak kenapa? apa mbak sakit?" tanya arsyila sambil memegang tangan pramugari tersebut tapi tak disangka pramugari tersebut malah memeluknya dengan erat sambil menangis. Arsyila yang awalnya bingung hanya bisa mengelus punggung wanita yang sedang menangis itu, setelah dirasa tenang pramugari tersebut melepas pelukannya lalu berkata
" Maaf sudah memeluk mbak secara lancang! terimakasih sudah memberi saya tempat untuk bersandar, " ujar pramugari tersebut
__ADS_1
" Tidak apa-apa mbak, asal itu bisa membuat mbak nyaman, " Jawab arsyila sambil tersenyum
" Kalau boleh tau, kenapa mbak menangis? apa mbak sakit?" tanya arsyila dengan hati hati
" Saya hanya sakit hati mbak, karena suami saya akan melakukan poligami bila saya tak menuruti keinginannya, " ujar pramugari tersebut dengan deraian air mata
" Poligami mbak?" tanya arsyila dan pramugari tersebut mengangguk
" Kenapa mbak tidak menuruti keinginannya? mbak tau sendiri kan bagaimana rasanya membayangkan harus berbagi suami! Begitu juga dengan anak mbak! " ujar arsyila
" Tapi saya disuruh berhenti bekerja mbak! dia bilang pekerjaan ini tidak baik untuk saya dan tugas mencari nafkah itu adalah tugas suami dan saya disuruh cukup menjadi istri sekaligus menjadi ibu yang baik untuk keluarga kami, " ujarnya sambil menghapus air matanya
" Bukankah itu lebih baik mbak! menurutnya mungkin mbak itu adalah bidadarinya karena perempuan itu harus dilindungi dan dihormati! Mbak harus bersyukur karena mendapat suami yang bisa menjadi imam yang baik dan bertanggung jawab sepertinya. lihatlah mbak seberapa banyak seorang istri yang harus banting tulang demi kebutuhan keluarganya karena tidak adanya rasa tanggung jawab seorang suami! Dan perlu mbak tau kalau suami mbak hanya ingin memberikan yang terbaik kepada istrinya, kita harus bersyukur mbak dengan semua yang kita miliki pada saat ini agar allah swt menambah nikmat dan ridhanya kepada kita, " ujar arsyila menghentikan sejenak ucapannya lalu menghapus air mata yang sudah membasahi wajahnya " Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita sholehah, " ujar arsyila lagi lalu menghapus jejak air mata yang membasahi pipi perempuan tersebut
" Mbak turutin saja keinginan suami mbak, karena ridha allah terletak pada ridha suami! Ingat mbak allah tidak akan menguji seorang hamba diluar batas kemampuannya, " ujar arsyila memegang kedua bahu perempuan tersebut sambil tersenyum hangat
Pramugari tersebut mengangguk lalu memeluk arsyila dengan erat sambil berkata
" Terimakasih banyak mbak, atas pengertiannya! saya akan mencoba mengikuti saran yang diberikan oleh mbak, " ucapnya lalu tersenyum manis kepada arsyila
" Sama-sama mbak, dan … arsyila tidak melanjutkan ucapannya karena melihat sang suami berada dihadapannya
" Sayang, kamu tidak apa-apa! mas khawatir lo sama kamu, " Ucap angga sambil memasang wajah khawatirnya
arsyila tidak menjawab pertanyaan suaminya dia menoleh kearah perempuan tersebut
" Mbak kami permisi ya, " ujar arsyila kemudian merangkul lengan angga untuk segera duduk ditempat mereka sebelumnya
Beberapa saat kemudian
" Sayang terimakasih ya, sudah menjadi suami yang sholeh sekaligus pengertian sepertimu, " Ucap arsyila kemudian memeluk suaminya
" Mas tau nggak seberapa banyak seorang istri yang menjadi tulang punggung keluarga karena tidak adanya rasa tanggung jawab seorang suami dan syila sangat bersyukur mendapatkan suami sebaik mas angga, " Ucap arsyila sambil menatap mesra kearah suaminya usai melerai pelukannya
" Alhamdulillah kita harus mensyukuri apa yang ada pada diri kita sayang dan doakan saja semoga mas bisa menjadi suami yang baik untukmu dan ayah untuk anak anak kita, " Ucap angga sambil tersenyum manis kepada istrinya
__ADS_1