
Mengetahui apa yang di lakukan oleh putrinya, bapak sangat marah ia meminta nur untuk turun ke bawah menemuinya.
" Ada apa pak ?"
" duduk ! bapak mau bicara "
Nur pun duduk di depan bapak, disana hanya ada mereka berdua.
" Ada apa.pak ?"
" Kenapa dari tadi bapak perhatikan kamu diam saja tidak beri salam ke kakak mu ?"
" Gak ada pak "
" itu bukan jawaban nur !"
" Nur udah salam tadi pak , apa nur musti cium kaki nya"
" turunkan suaramu nur !, hormati saya sebagai bapak mu , bapak sudah tau apa yang kamu lakukan pada istri kakak mu "
" oh.. jadi mereka udah ngadu sama bapak ? iya mereka udah berhasil hasut bapak"
" tidak ada orang yang menghasut bapak, kenapa kau gak jujur saja nur apa yang kau lakukan itu sudah keterlaluan sekali "
" Nur sudah dewasa pak nur tau mana yang baik dan tidak "
"Jadi menurut mu apa yang kau lakukan itu baik ?"
"ayo jawab nur !"
" Udahlah pak, nur pengen istirahat saja "
" Kalau kau terus menerus seperti ini terpaksa bapak akan kirim kamu ke luar negeri bersama bibimu disana , atau kau tetap disini tapi kau harus menikah "
Nur menghentak meja " brruuuuuuaakkkk!"
" tapi pak, itu bukan pilihan buat nur tapi itu menyesatkan nur , itu sama aja bapak nekan nur kenapa pak bapak bosan nur cuma di rumah saja "
"bukan begitu nur, bapak cuma pengen yang terbaik buat kamu "
__ADS_1
" Sejauh ini, ini sudah terbaik pak , nur mau ke kamar nur mau istirahat saja "
kata nur pergi meninggalkan bapaknya tanpa menghiraukan bapaknya lagi.
" nur nur" bapak memanggil nama nur berkali kali tapi tak di hiraukan oleh nur
bapak lemas
" Ya Gusti Allah, tolong sadarkan putriku apa yang dia lakukan itu salah beri dia hidayah mu"
" sudahlah pak, jangan terlalu keras sama nur"
" bapak cuma mau yang terbaik buat dia Bu"
" iya nanti juga dia kalau sudah ketemu jodohnya bakal menikah toh "
" kalau gak di cari kapan datangnya Bu "
" Terserah bapak e lah, seng penting Ojo terlalu keras "
Tegur ibu yang memperhatikan keduanya bertengkar .
Lanjut ke Arum,
" Gimana kalau kita keliling kampung aja pa ?"
" ide bagus Arum, kita jalan jalan keliling kampung naik sepeda papa waktu dulu"
" tapi pa sepedanya cuma satu, nanti nur naik apa ?"
" tenang aja ma, mbak nur juga punya sepeda itu nur yang pakai "
" boleh pa nur mau "
kedua sepeda pun di keluarkan dari gudang,
" ayo kita menjelajah ! " sorak gembira papa memimpin istri dan putrinya.
Mereka berkeliling kampung bertemu teman teman lama papa di tengah jalan
__ADS_1
" Ini agung ? anak nya pak Raden ?"
kata teman papa yang bertemu di jalan saat akan pergi ke sawah
" iya , ini aku agung, ini Hendri ?"
" waaaah... iya Gung aku Hendri, kamu hebat Gung udah kaya raya sekarang malah lebih kayaan kamu dari pada pak Raden "
" ahhh kamu bisa aja "
Ia menepuk pundak pak agung berkali kali karena senang sudah lama tidak berjumpa.
" Ini siapa Gung ?"
" oh iya ini istri ku, ini anak ku "
" waaah... istri dan anak kamu cantik cantik Gung "
Tiba tiba dari belakang si bapak seorang ibu melambaikan tangan nya sambil memanggil
" mas mas tungguin aku toh malah aku di tinggal "
" Itu siapa ndri ?"
" oh itu istri aku Gung, aku udah nikah dua kali"
" hebat kamu bisa nikah sampai dua kali"
" hahaha... iya Gung, maklumlah teman kamu ini kan ganteng "
Mendengar teman suaminya nikah sampai dua kali mam menarik mundur tangan pak agung sambil berbisik
" Awas kalau sampai papa ikut ikutan kayak teman nya "
papa tersenyum mengetahui sang istri cemburu papa pamit untuk melanjutkan perjalanan mereka
" Lain kali kita ngobrol lagi ya ndri , istri saya minta jalan jalan lagi kangen suasana kampung "
" yaa Gung mampir kerumah ku Gung"
__ADS_1
" iya ndri ntar insyaallah aku mampir , duluan ya Gung salam buat anak dan kedua istrimu"
" papa!" bisik mama sambil mencubit gemas perut suaminya