Wanita mandiri

Wanita mandiri
Bertemu teman lama


__ADS_3

Mengetahui apa yang di lakukan oleh putrinya, bapak sangat marah ia meminta nur untuk turun ke bawah menemuinya.


" Ada apa pak ?"


" duduk ! bapak mau bicara "


Nur pun duduk di depan bapak, disana hanya ada mereka berdua.


" Ada apa.pak ?"


" Kenapa dari tadi bapak perhatikan kamu diam saja tidak beri salam ke kakak mu ?"


" Gak ada pak "


" itu bukan jawaban nur !"


" Nur udah salam tadi pak , apa nur musti cium kaki nya"


" turunkan suaramu nur !, hormati saya sebagai bapak mu , bapak sudah tau apa yang kamu lakukan pada istri kakak mu "


" oh.. jadi mereka udah ngadu sama bapak ? iya mereka udah berhasil hasut bapak"


" tidak ada orang yang menghasut bapak, kenapa kau gak jujur saja nur apa yang kau lakukan itu sudah keterlaluan sekali "


" Nur sudah dewasa pak nur tau mana yang baik dan tidak "


"Jadi menurut mu apa yang kau lakukan itu baik ?"


"ayo jawab nur !"


" Udahlah pak, nur pengen istirahat saja "


" Kalau kau terus menerus seperti ini terpaksa bapak akan kirim kamu ke luar negeri bersama bibimu disana , atau kau tetap disini tapi kau harus menikah "


Nur menghentak meja " brruuuuuuaakkkk!"


" tapi pak, itu bukan pilihan buat nur tapi itu menyesatkan nur , itu sama aja bapak nekan nur kenapa pak bapak bosan nur cuma di rumah saja "


"bukan begitu nur, bapak cuma pengen yang terbaik buat kamu "

__ADS_1


" Sejauh ini, ini sudah terbaik pak , nur mau ke kamar nur mau istirahat saja "


kata nur pergi meninggalkan bapaknya tanpa menghiraukan bapaknya lagi.


" nur nur" bapak memanggil nama nur berkali kali tapi tak di hiraukan oleh nur


bapak lemas


" Ya Gusti Allah, tolong sadarkan putriku apa yang dia lakukan itu salah beri dia hidayah mu"


" sudahlah pak, jangan terlalu keras sama nur"


" bapak cuma mau yang terbaik buat dia Bu"


" iya nanti juga dia kalau sudah ketemu jodohnya bakal menikah toh "


" kalau gak di cari kapan datangnya Bu "


" Terserah bapak e lah, seng penting Ojo terlalu keras "


Tegur ibu yang memperhatikan keduanya bertengkar .


Lanjut ke Arum,


" Gimana kalau kita keliling kampung aja pa ?"


" ide bagus Arum, kita jalan jalan keliling kampung naik sepeda papa waktu dulu"


" tapi pa sepedanya cuma satu, nanti nur naik apa ?"


" tenang aja ma, mbak nur juga punya sepeda itu nur yang pakai "


" boleh pa nur mau "


kedua sepeda pun di keluarkan dari gudang,


" ayo kita menjelajah ! " sorak gembira papa memimpin istri dan putrinya.


Mereka berkeliling kampung bertemu teman teman lama papa di tengah jalan

__ADS_1


" Ini agung ? anak nya pak Raden ?"


kata teman papa yang bertemu di jalan saat akan pergi ke sawah


" iya , ini aku agung, ini Hendri ?"


" waaaah... iya Gung aku Hendri, kamu hebat Gung udah kaya raya sekarang malah lebih kayaan kamu dari pada pak Raden "


" ahhh kamu bisa aja "


Ia menepuk pundak pak agung berkali kali karena senang sudah lama tidak berjumpa.


" Ini siapa Gung ?"


" oh iya ini istri ku, ini anak ku "


" waaah... istri dan anak kamu cantik cantik Gung "


Tiba tiba dari belakang si bapak seorang ibu melambaikan tangan nya sambil memanggil


" mas mas tungguin aku toh malah aku di tinggal "


" Itu siapa ndri ?"


" oh itu istri aku Gung, aku udah nikah dua kali"


" hebat kamu bisa nikah sampai dua kali"


" hahaha... iya Gung, maklumlah teman kamu ini kan ganteng "


Mendengar teman suaminya nikah sampai dua kali mam menarik mundur tangan pak agung sambil berbisik


" Awas kalau sampai papa ikut ikutan kayak teman nya "


papa tersenyum mengetahui sang istri cemburu papa pamit untuk melanjutkan perjalanan mereka


" Lain kali kita ngobrol lagi ya ndri , istri saya minta jalan jalan lagi kangen suasana kampung "


" yaa Gung mampir kerumah ku Gung"

__ADS_1


" iya ndri ntar insyaallah aku mampir , duluan ya Gung salam buat anak dan kedua istrimu"


" papa!" bisik mama sambil mencubit gemas perut suaminya


__ADS_2