
Selama di atas sepeda mama hanya diam saja
" cantik ya ma pemandangan nya , mama suka gak ?"
" ma , mama tidur di belakang ?"
" mama ! "
papa menghentikan sepeda dan menoleh ke Arah istri
" Mama kenapa ma ? kok diam aja "
mama melihat papa dengan tatapan tajam
" Mama gak mau kalau sampai papa itu ikutin teman papa tadi "
" ya Allah , jadi mama diam aja dari tadi gara gara cemburu ? ya Allah istriku sayang, dengarin papa ngomong , dihati papa cuma ada mama gak ada yang lain "
"Awas aja kalau sampai berani macem macem "
" siap tuan putri "
Jarak Arum dan kedua orangtuanya jauh di depan, tiba tiba ban sepeda nya bocor
" Ya ampun bocor lagi gimana ini udah mama sama papa gak kelihat, sinyal gak ada ya ampun gimana ini "
Di tengah kepanikan nya , seorang pria mendekatinya
" Anda mau apa ? anda jangan macem macem saya triak nih "
" tenang dulu yang tenang saya bukan orang jahat saya niatan menolong sampean " kata pria bertubuh tinggi dan kekar itu , Arum terdiam ia memperhatikan dari wajah ke kaki pria itu,
" Wajahnya lugu , apa iya muka lugu gini mau berbuat jahat tapi kan nanti kalau mukanya aja yang lugu tau taunya aku di apa apain ya ampun aku harus gimana nih " ucap Arum di dalam hatinya
" Aku gak niat jelek mbak demi Allah "
" serius kamu bukan orang jahat !"
" gak mbak saya niat menolong saja , kalau boleh saya tau kenapa sepadanya mbak"
"tiba tiba bocor ban nya mas "
" boleh saya lihat ?"
" boleh silahkan "
Arum mundur mempersilahkan pria yang tak di kenal itu untuk memeriksa sepedanya.
" Ini harus di bawa ke bengkel mbak gak bisa di pakai "
__ADS_1
" oh gitu, ya udah nunggu orangtua saya aja makasih ya "
" sama sama mbak , mbak bukan orang sini ya ?"
" iya mas , saya dari kota "
" Oh, salam kenal mbak nama saya Dimas " ucap pria itu sambil mengatupkan kedua tangannya di depan dadanya dan di balas sama oleh Arum .
" salam kenal juga mas, nama saya Arum"
Tiba tiba mama dan papa datang, melihat Arum bersama pria dari kejauhan mereka tergesah gesah menghampiri Arum.
" Ada apa nak ? kok berhenti ?" kata mama panik langsung turun dari atas sepeda.
" ban nya bocor ma "
" ya ampun, maaf ya sayang Arum jadi nunggu in mama sama papa "
" iya ma gak papa "
" makasih loh nak sudah jagain putri saya "
" sama sama Bu , saya kebetulan lewat "
" kamu orang mana nak ?"
" Oh, saya juga asli disini kelahiran disini kalau boleh saya tau siapa nama orangtua kamu"
" nama bapak saya Wawan sama ibu Rina"
Papa terdiam menelan ludahnya, begitu mendengar nama ibu dari pria di depannya
" Ya tuhan.. Rani apa ini anak Rani ? wajahnya juga mirip Rani "
ucap papa di dalam hati tak lepas memperhatikan pria di depanny.
" Pa, papa ! kenapa ? papa kenal orangtua anak ini ?"
" papa lupa ma , tapi kalau jumpa langsung orangnya mungkin papa ingat "
" Itu ibu saya pak " kata pria itu sambil menunjuk ibunya yang baru datang
mereka menoleh ke arah yang di tunjuk benar saja ibu dari anak itu Rina mantan kekasih papa.
" ibu cariin Kemana mana ternyata kamu disini le ?"
" iya Bu, tadi Dimas berhenti di sini " kata Dimas menarik tangan ibuny
" Ini ibu saya pak , Bu kenalin bapak ini dari kota Bu "
__ADS_1
Bu Rina terdiam tanpa kata melihat pak agung dan wanita di sebelahnya yang sedang di gandeng olehny .
" Rina ?"
" Agung , apa kabar ?"
" Alhamdulillah sehat, "
" tunggu tunggu ibu kenal sama bapak ini "
" Yo kenal to leh, bapak ini anaknya pak Raden kenal le ?"
" jurangan bu ?"
" nggehh... "
" ya Allah, maaf pak saya gak tau "
" gak papa, apa kabar mu Rin ?"
"Alhamdulillah sehat ini istri dan anak mu?"
"iy rin ini istriku , sayang kenalin ini Rina "
" hai Rin Sinta " ucap mama sambil berjabat tangan
" Rina , ini anak gadis mu ?"
" iya Rin ayo nak kenalin dirimu "
" hallo Bu, Arum "
" Anak dan istrimu cantik cantik Gung "
" iya Rin "
" trimakasih mbak Tina juga cantik "
" saya mah biasa aja mbak Sinta yang cantik pasti skincare nya mahal ?"
" hahah... gak saya gak pakai perawatan macem macem mbak "
Mereka saling bersendagurau, kedekatan pun mulai terjalin . sejauh topik pembicaraan Bu Sinta blm tau kalau Bu rina itu mantan pacar pak agung yang di jodohkan oleh orangtuanya .
Tapi pak agung malah meninggalkan Bu Rina begitu saja setelah pergi ke kota dan menikah dengan Bu Sinta.
akhirnya Bu rinapun sempat terpukul dan terpuruk karena mereka sudah berjanji untuk bersama tapi tuhan berkata lain.
Iapun terpaksa menikah dengan pria lain yang sekarang sudah meninggal dunia disaat Dimas sejak dalam kandungan .
__ADS_1