
" Bu Rina tunggu ".
" eh Bu Sinta ada apa Bu ?"
" mau kemana Bu ?"
" saya mau ke ladang teh Bu "
"hmmm begini besok kan kami pulang ke kota, kira kira Bu Rina mau gak saya ajak mandi sama sama di air terjun katanya dekat sini,.tau sendiri suami saya sudah lama gak ke sini jadi lupa kita gak tau jalan "
" saya tau Bu jalan ke air terjun " sambung Dimas
" kebetulan nak Dimas tau, bagaimana kaalau kita sama sama ke air terjun mandi mandi gitu maksud saya kira Bu Rina mau ?"
Bu Rina berat untuk menerima permintaan Bu Sinta sebab ia takut Bu Sinta tau hubungannya dulu dengan suami nya, tapi Bu Rina menepis pikirannya, karena ia pikir pak agung sudah memberi tahu istrinya.
" ayolah Bu , Bu Sinta sudah meminta tolong apasalahnya kita ikut dengan mereka "
" ( sambil menghela nafas nya ) ya sudah Bu, iya Kami ikut "
" yesss trimakasih Bu Rina "
" sama sama "
Diam diam ternyata Dimas memperhatikan kecantikan Arum, ia sesekali mencuri pandangan ke Arum ia sangat mengagumi kecantikan gadis kota putri dari Sahabat ibunya.
Perjalanan mencapai 20 menit akhirnya mereka sampai di air terjun, Arum sangat bahagia melihat indah nya air terjun di depan matanya
" aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa" Arum berteriak di depan Air terjun melepaskan rasa capeknya mengayuh sepeda.
" kamu suka banget ya sama air ?"
" eh Dimas , iya aku baru kali ini lihat Ari Segede ini "
" kamu bisa berenang "
" gak "
" ya ampun jadi buat apa ke air terjun kalau gak bisa berenang "
" foto aja deh di sini "
__ADS_1
" ya udah sini aku bantu foto "
" serius kamu gak keberatan "
" gak papa "
Keduanya pun semakin dekat, Arum beberapa kali di foto oleh nya .
Sampai tiba tiba Arum tidak merasa puas karena jarak nya dengan air terjun terlalu jauh ia pun nekat naik ke atas batu yang licin dan tiba tiba
" byuuuuuuuurrrrr !" suara hantaman tubuh Arum yang masuk kedalam air , Arum tenggelam dan beberapa kali melambaikan tangan melihat Arum tenggelam dengan sigap Dimas meloncat dan membantu Arum naik ke permukaan, di susul oleh papa yang ikut membantu Arum .
Tubuh Arum di gendong oleh Dimas ke darat dalam keadaan sudah tidak sadarkan diri
" Arum bangun nak bangun sayang "
" Biar saya aja pak ".
Dimas memberi pertolongan pertama pada Arum menekan perut nya berkali kali tapi tidak berhasil, hanya ada satu cara memberi nya nafas buatan di depan kedua orangtua Arum dan ibunya, Arum menoleh ke arah orangtua Arum seraya seperti meminta izin dan iapun perlahan menarik nafas
memberi nafas buatan untuk Arum beberapa menit kemudian
" huhuhukhuhuk " Arum sadar dan batuk
" ma , biarkan Arum sadar dulu ma "
" kamu gak papa kan nak ?"
tak bisa menjawab Arum hanya menggeleng kepalanya .
Berhasil di selamatkan oleh Dimas, Arum berterimakasih.
"trimakasih udah selamatin aku tadi kalau gak ada kamu aku gak tau apa yang terjadi selanjutnya sama aku "
" Udah santai aja , untung kamu gak papa "
" trimakasih nak Dimas sudah bantu anak saya "
" sama sama pak agung "
" trimakasih loh nak sudah bantu anak kami "
__ADS_1
" sama sama Bu "
"oiya ngomong ngomong nak Dimas gak kuliah ?"
" Dulu dia kuliah cuma berhenti "
" kenapa Rin ?"
" Setelah papanya meninggal Dimas menolak untuk pergi ke kota melanjutkan kuliahnya "
" kenapa nak Dimas ?"
" saya cuma pengen di dekat ibu "
" berbakti sekali anak mu mbak , oiya suami Mbak Rina sudah meninggal ?"
" iya Bu sinta, sejak saya mengandung Dimas"
" Sabar ya mbak"
" iya mbak gak papa "
Merekapun kembali ke desa , di tengah perjalanan mereka berpapasan dengan Jamal teman sekolah papa dulu, melihat Rina dan agung bersama sama berjalan berdampingan ia menghampiri nya dan berkata dengan polosnya
" Loh agung , "
" Jamal ya ?"
" iya Gung , apa kabar ?"
" sehat mal, kamu apa kabar "
" beginilah Gung jadi petani kamu hebat udah sukses di kota, "
" Alhamdulillah "
" Gung, apa kamu sama Rina udah balikan ? bukannya kamu di kota udah nikah Gung ? kok dekat dekat Rina lagi, mau balikan sama Rina Gung ?"
" hussst! mulut kamu jamal masih sama kayak dulu , ini istriku Jamal "
" oh maaf tak pikir kalian mau balikan toh"
__ADS_1
Wajah mama berubah begitu mendengar perkataan pria itu,